Semarang – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko menekankan bahwa kerukunan antarumat beragama, antarsuku dan antargolongan menjadi modal utama bagi kemajuan pembangunan daerah.
Ia mengingatkan bahwa tanpa keharmonisan sosial, sulit bagi Jawa Tengah untuk mewujudkan target pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Menurut Heri, Jawa Tengah sebagai provinsi dengan tingkat keragaman yang tinggi memiliki potensi besar jika mampu menjaga kerukunan. Namun, berbagai isu yang memicu perpecahan, termasuk ujaran kebencian di media sosial dan konflik kecil antarwarga, harus diantisipasi sejak dini.
“Kerukunan adalah modal utama pembangunan Jawa Tengah. Saat ini kita dijajah oleh ketidakharmonisan dan ketidaksikaan satu dengan yang lain. Mari kita lawan itu dengan memperkuat nilai-nilai gotong royong dan toleransi yang sudah mengakar di masyarakat,” ujar Heri.
Heri menekankan bahwa pembangunan infrastruktur, ekonomi dan sumber daya manusia tidak akan optimal jika masyarakat terpecah belah.
Kerukunan, kata Heri, menjadi fondasi agar program-program pemerintah dapat berjalan lancar dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, pemuda dan pemerintah daerah untuk terus memperkuat dialog lintas agama dan budaya.

“Program-program seperti festival kebudayaan, kegiatan sosial bersama dan pendidikan karakter Pancasila harus terus digalakkan di setiap tingkatan,” ungkapnya.
Heri menyatakan bahwa DPRD Jawa Tengah siap mendukung berbagai inisiatif yang memperkuat kerukunan sosial. Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk lebih proaktif dalam memediasi potensi konflik dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk berdialog secara damai.
“Jika kerukunan terjaga, maka pembangunan akan berjalan lebih cepat dan lebih merata. Jawa Tengah harus tetap menjadi contoh provinsi yang rukun dan damai di tengah keberagaman,” tegasnya.
“Sangat perlu diadakannya program-program konkret yang memperkuat keharmonisan antarwarga di seluruh wilayah, terutama di Jawa Tengah,” pungkasnya.









