9 Daerah Disiapkan Jadi Kawasan Industri, Jateng Pacu Pemerataan Ekonomi

- Reporter

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat pembentukan sembilan kabupaten/kota sebagai kawasan industri baru guna mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi. Langkah tersebut mendapat dukungan penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), yang siap mengawal sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah agar iklim investasi semakin kondusif.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan, penguatan kawasan industri menjadi strategi utama menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayahnya.

“Kunjungan ini menjadi panduan bagi kita untuk memperkuat langkah-langkah strategis ke depan,” ujar Ahmad Luthfi usai menerima kunjungan kerja reses Komisi VII di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat, 20 Februari 2026.

Menurutnya, sembilan daerah yang akan mengajukan diri sebagai kawasan industri disesuaikan dengan potensi masing-masing wilayah. Dengan pendekatan berbasis potensi lokal, pengembangan industri diharapkan tidak terpusat di satu kawasan saja, melainkan tersebar dan berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja.

“Macam-macam, tergantung wilayah dan potensi wilayahnya,” kata Gubernur. Kesembilan daerah yang berpotensi menjadi kawasan industri tersebut yakni Kota Semarang, Kabupaten Rembang, Demak, Kendal, Batang, Brebes, Cilacap, Banyumas, dan Kebumen.

Baca Juga :  Jateng Siap Gelar Raker Gubernur MPU, Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Nasional

Selain kawasan industri, lanjutnya, Pemprov Jateng juga memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang jumlahnya hampir empat juta unit. Ahmad Luthfi menilai, UMKM harus menjadi fondasi ekonomi daerah sekaligus didorong naik kelas melalui pendampingan, akses permodalan, hingga perluasan pasar.

“Ini harus tumbuh kembang menjadi perekonomian penggerak di basis bawah. Sehingga perlu ada pendampingan, modal, kemudian pemasaran, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Di sisi lain, ekonomi kreatif diproyeksikan sebagai sumber pertumbuhan baru yang mampu menciptakan lapangan kerja mandiri. Pemprov juga memastikan penguatan terhadap lebih dari 1.000 desa wisata tidak berhenti pada pembentukan, melainkan dilanjutkan dengan pembinaan teknis, pengelolaan, pendanaan, dan promosi berkelanjutan.

“Seribu desa wisata sudah kita ciptakan. Tidak bisa kita lepas begitu saja. Harus ada pembinaan teknis, penguatan pemasaran, pendanaan, pengelolaan, dan promosi,” tegas Luthfi.

Baca Juga :  PGN Pastikan Keamanan Layanan dan Kenyamanan Pelanggan Selama Libur Lebaran

Dalam kesempatan tersebut, anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, menyatakan, DPR siap mengawal penguatan kawasan industri di Jawa Tengah, termasuk mendorong penyempurnaan regulasi apabila diperlukan.

Ia menyebut Jawa Tengah kini menjadi tujuan relokasi industri dari sejumlah daerah lain, terutama karena faktor upah yang kompetitif dan ketersediaan lahan.

“Jawa Tengah sekarang menjadi primadona investasi. Kawasan industri berkembang luar biasa, termasuk di Batang. Industri dari Jawa Barat dan Jakarta pasti bergeser ke Jawa Tengah karena upah kompetitif dan lahan masih tersedia,” ujarnya.

DPR juga menekankan pentingnya integrasi UMKM dengan ekosistem industri dan ekonomi kreatif agar pelaku usaha tidak hanya bertahan, tetapi mampu naik kelas dan menjadi bagian dari rantai pasok industri nasional.

Dengan dukungan legislatif dan penguatan kebijakan daerah, Jawa Tengah membidik transformasi ekonomi berbasis industri, UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata sebagai pilar utama pertumbuhan berkelanjutan.*

Berita Terkait

IKM Terkendala Modal, Taj Yasin Dorong Akses Pembiayaan Hijau
Perubahan APBD Jateng 2026 Disepakati, Jalan hingga Fasilitas Sekolah Digenjot
Dirut BULOG Cek Langsung Pasokan Beras Premium, Stok Aman hingga Juli 2027
Jateng Sabet TPID Terbaik Nasional, Produksi dan Distribusi Pangan Jadi Kunci
Dorong Efisiensi Energi, LG Luncurkan Rangkaian AC Berteknologi AI di Indonesia
GIIAS Semarang 2026, Pasar Otomotif dan PAD Jateng Berpeluang Tumbuh
Jepang Butuh Pengemudi, Jateng Siapkan Tenaga Kerja Teruji
Jateng Tarik Investasi Tiongkok Rp4,55 Triliun, 213 Ribu Tenaga Kerja Terserap

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 18:15 WIB

IKM Terkendala Modal, Taj Yasin Dorong Akses Pembiayaan Hijau

Senin, 28 September 2026 - 16:14 WIB

Perubahan APBD Jateng 2026 Disepakati, Jalan hingga Fasilitas Sekolah Digenjot

Minggu, 27 September 2026 - 23:03 WIB

Dirut BULOG Cek Langsung Pasokan Beras Premium, Stok Aman hingga Juli 2027

Kamis, 24 September 2026 - 17:29 WIB

Jateng Sabet TPID Terbaik Nasional, Produksi dan Distribusi Pangan Jadi Kunci

Selasa, 22 September 2026 - 21:42 WIB

Dorong Efisiensi Energi, LG Luncurkan Rangkaian AC Berteknologi AI di Indonesia

Berita Terbaru