Perlindungan Optimal Penyakit Kritis, Manfaat Asuransi Zurich-Danamon Capai Rp1 Miliar

- Reporter

Kamis, 18 September 2025 - 15:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Edhi Tjahja Negara, President Director PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk (kiri); Miressa Moravia, Head of Bancassurance & Group Collaboration PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk;; Tulsi Naidu, CEO APAC Zurich Insurance Group; Selebriti Shahnaz Haque; Honggo Widjojo Kangmasto, Vice President Director PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon); dan Ivan Jaya, Consumer Funding & Wealth Business Head PT Bank Danamon Indonesia Tbk; dalam peluncuran produk Perlindungan Optimal Penyakit Kritis yang merupakan kolaborasi antara Zurich dan Danamon.

Edhi Tjahja Negara, President Director PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk (kiri); Miressa Moravia, Head of Bancassurance & Group Collaboration PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk;; Tulsi Naidu, CEO APAC Zurich Insurance Group; Selebriti Shahnaz Haque; Honggo Widjojo Kangmasto, Vice President Director PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon); dan Ivan Jaya, Consumer Funding & Wealth Business Head PT Bank Danamon Indonesia Tbk; dalam peluncuran produk Perlindungan Optimal Penyakit Kritis yang merupakan kolaborasi antara Zurich dan Danamon.

Jakarta – PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk (Zurich) bersama PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) berkolaborasi menghadirkan Perlindungan Optimal Penyakit Kritis. Produk ini ditujukan untuk memberikan perlindungan diri sejak dini, sebagai kunci dalam menjaga masa depan dan mewujudkan mimpi.

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan memprediksi Indonesia akan memasuki bonus demografi pada 2030–2035, dengan populasi terbesar berasal dari usia produktif (15–64 tahun).

Momentum ini menjadi peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi, yang hanya dapat dimanfaatkan secara optimal jika masyarakat memiliki kesehatan dan kondisi finansial yang baik.

Miressa Moravia, Head of Bancassurance & Group Collaboration PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk, menekankan pentingnya perlindungan kesehatan di usia produktif.

“Di era yang dinamis ini, masyarakat usia produktif semakin rentan terhadap risiko penyakit kritis. Oleh karena itu, Perlindungan Optimal Penyakit Kritis kami hadirkan sebagai solusi komprehensif, terjangkau, dan mudah diakses oleh masyarakat yang aktif dan dinamis,” ujarnya.

Data Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Ditjen P2P) Kementerian Kesehatan RI mencatat, jumlah kasus penyakit kritis pada 2023 meningkat 28 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan penyakit jantung sebagai penyumbang tertinggi.

Baca Juga :  Nawal Yasin Ajak Pengrajin Perkuat Jateng sebagai Pusat Produksi Batik Unggulan

Fakta ini menjadi peringatan bahwa risiko penyakit kritis bukan hanya mengintai kelompok usia lanjut, melainkan juga usia produktif yang sedang berada di puncak karier.

Untuk memperkuat akses perlindungan bagi masyarakat, Zurich menggandeng Danamon melalui jalur perbankan yang lebih dekat dengan kebutuhan nasabah. Ivan Jaya, Consumer Funding & Wealth Business Head PT Bank Danamon Indonesia Tbk, menegaskan komitmen Danamon menghadirkan solusi keuangan terintegrasi.

“Sebagai satu grup finansial, kami berkomitmen menghadirkan solusi menyeluruh bagi nasabah. Kebutuhan perlindungan kesehatan kini menjadi bagian penting dari perencanaan finansial. Kolaborasi dengan Zurich memungkinkan kami menyediakan solusi perlindungan yang terintegrasi, sehingga nasabah dapat mengejar mimpi besar tanpa hambatan kesehatan,” jelasnya.

Peluncuran produk ini juga menghadirkan pengalaman pribadi dari selebritas Shahnaz Haque, yang menuturkan bagaimana penyakit kritis dapat berdampak pada keluarga.

“Risiko penyakit kritis bisa datang tanpa diduga, bahkan di usia produktif. Biaya pengobatan yang besar bisa menguras emosi dan finansial. Karena itu, memiliki asuransi penyakit kritis menurut saya bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan penting untuk menjaga diri, keluarga, dan masa depan,” katanya.

Baca Juga :  Sherly Tjoanda Laos Puji Keberhasilan Jateng dalam Penguatan Budaya dan Ekonomi Kreatif

Produk Perlindungan Optimal Penyakit Kritis dari Zurich dirancang dengan manfaat perlindungan hingga Rp1 miliar, premi terjangkau mulai Rp250 ribu per bulan, serta perlindungan sejak tahap awal hingga terminal untuk 34 penyakit kritis. Keunggulannya antara lain:

– Proses pendaftaran mudah tanpa medical check-up.

– Manfaat konsultasi medis kedua.
Pengembalian premi 25% bila tidak ada klaim dalam dua tahun.

– Santunan hidup hingga 400 kali premi bulanan.

– Fasilitas double claim untuk memberikan fleksibilitas lebih.

Dengan produk ini, Zurich dan Danamon berkomitmen mendampingi nasabah menghadapi risiko kesehatan sekaligus menjaga keberlangsungan rencana hidup dan finansial mereka.

PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Bank Danamon Indonesia Tbk berizin dan diawasi oleh OJK dan Bank Indonesia, serta merupakan peserta penjamin LPS.***

Berita Terkait

Kabar Gembira dari GMM, Penyerapan Tebu Petani Blora Tetap Aman Tahun Ini
BRI Semarang Salurkan KUR Rp5,63 T, Sektor Produktif Dominasi Pembiayaan
Luthfi Kawal Penerbitan HGB KITB demi Menarik Investasi dan Jaga Kepastian Hukum
BRI Purwodadi Gandeng Yayasan Lokal, Sisir Warga Terdampak Ekonomi untuk Bagikan Sembako
Menteri Ferry Sebut Jateng Terdepan Pembentukan Koperasi Berbadan Hukum
Semarang Tambah Pilihan Kuliner, The People’s Cafe dari ISMAYA Group Resmi Buka di Pollux Mall Paragon
Lonjakan Harga Plastik, Pemprov Jateng Gandeng Polisi Cegah Penimbunan
Akpol Dapat Bus Pendidikan dari BRI, Dorong Kualitas Taruna

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 13:20 WIB

Kabar Gembira dari GMM, Penyerapan Tebu Petani Blora Tetap Aman Tahun Ini

Rabu, 15 April 2026 - 12:57 WIB

BRI Semarang Salurkan KUR Rp5,63 T, Sektor Produktif Dominasi Pembiayaan

Rabu, 15 April 2026 - 12:20 WIB

Luthfi Kawal Penerbitan HGB KITB demi Menarik Investasi dan Jaga Kepastian Hukum

Rabu, 15 April 2026 - 11:37 WIB

BRI Purwodadi Gandeng Yayasan Lokal, Sisir Warga Terdampak Ekonomi untuk Bagikan Sembako

Selasa, 14 April 2026 - 15:55 WIB

Menteri Ferry Sebut Jateng Terdepan Pembentukan Koperasi Berbadan Hukum

Berita Terbaru