Wakil Ketua DPRD Jateng Tegaskan Kemiskinan dan Kebodohan Penghambat Kemajuan Daerah

- Reporter

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Metrojateng.id – Kemiskinan dan kebodohan menjadi musuh bersama yang harus diatasi dengan sungguh-sungguh oleh seluruh elemen masyarakat Jawa Tengah. Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, yang menekankan bahwa kedua masalah tersebut saling mengikat dan menjadi penghambat utama kemajuan daerah.

Menurut Heri, kemiskinan bukan sekadar soal minimnya penghasilan, melainkan juga keterbatasan akses pendidikan, kesehatan dan peluang ekonomi. Sementara kebodohan atau rendahnya tingkat literasi dan pengetahuan membuat masyarakat sulit keluar dari lingkaran kemiskinan.

“Musuh utama kita saat ini adalah kemiskinan dan kebodohan. Kedua hal ini harus menjadi musuh bersama yang kita lawan secara masif dan berkelanjutan,” tegas Heri.

Baca Juga :  Dekranasda Store Jateng Sediakan Suvenir Resmi MTQ Nasional XXXI

“Tanpa mengatasinya, sulit bagi Jawa Tengah untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing,” lanjutnya.

Heri menyoroti bahwa meski ada kemajuan di beberapa indikator, angka kemiskinan ekstrem dan kesenjangan pendidikan di wilayah pedesaan serta daerah tertinggal masih menjadi tantangan serius.

Ia menegaskan bahwa pendidikan berkualitas dan pemberdayaan ekonomi masyarakat harus menjadi prioritas utama pembangunan.

Oleh sebab itu, Heri mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat program-program penanggulangan kemiskinan yang terintegrasi. Seperti peningkatan akses pendidikan gratis, pelatihan keterampilan dan pemberdayaan UMKM.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Siap Koordinasi dengan Pusat untuk Atasi Banjir Grobogan

“Keberhasilan mengatasi kebodohan akan secara otomatis membantu mengurangi kemiskinan secara structural,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat, tokoh agama dan dunia usaha dalam gerakan bersama melawan kedua musuh tersebut.

“Jika kita berhasil mengalahkan kemiskinan dan kebodohan, maka Jawa Tengah akan melaju menjadi provinsi yang maju dan inklusif. Ini tanggung jawab kita bersama untuk generasi mendatang,” tegasnya.

Ke depan, Heri berharap, dapat mewujudkan kebijakan yang lebih progresif untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kualitas pendidikan di seluruh wilayah.

Berita Terkait

Antisipasi Banjir dan Longsor, PKK Jateng Latih Kader Tanggap Bencana
Bakti TNI AD untuk Rakyat, Ahmad Luthfi Resmikan Pembangunan Infrastruktur dan Rumah Layak Huni
Demi Keselamatan Pengendara, Jalur Penyelamat Kalijambe Dikebut hingga Akhir Tahun
Jateng Raih Peringkat Dua Nasional, Taj Yasin Genjot Wisata Ramah Muslim
Jumlah Perajin Menyusut, Nawal Yasin Ajak Anak Muda Lestarikan Batik
Peduli Warga Terdampak Kekeringan, BRI Purwodadi Distribusikan Bantuan Air Bersih
Kabar Dugaan OTT Bupati Klaten, Ahmad Luthfi Belum Tentukan Langkah Pemprov
Ahmad Luthfi Dorong Kampus Terlibat Langsung dalam Pengentasan Kemiskinan Jateng

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:56 WIB

Antisipasi Banjir dan Longsor, PKK Jateng Latih Kader Tanggap Bencana

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bakti TNI AD untuk Rakyat, Ahmad Luthfi Resmikan Pembangunan Infrastruktur dan Rumah Layak Huni

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Demi Keselamatan Pengendara, Jalur Penyelamat Kalijambe Dikebut hingga Akhir Tahun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Jateng Raih Peringkat Dua Nasional, Taj Yasin Genjot Wisata Ramah Muslim

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Jumlah Perajin Menyusut, Nawal Yasin Ajak Anak Muda Lestarikan Batik

Berita Terbaru