Jateng Bawa Pulang Enam Penghargaan Adinata Syariah, Pengembangan Industri Halal Dipercepat

- Reporter

Selasa, 7 Juli 2026 - 06:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan memborong enam penghargaan pada Anugerah Adinata Syariah 2026.

Capaian tersebut sekaligus menjadi modal Jawa Tengah untuk melangkah lebih jauh dalam pengembangan ekonomi syariah, termasuk mempercepat pembentukan kawasan industri halal.

Penghargaan diterima Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang mewakili Gubernur Ahmad Luthfi, pada malam penganugerahan yang diselenggarakan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), kerja sama dengan CNN Indonesia di Auditorium Bank Mega, Jakarta, Senin, 6 Juli 2026.

Pada penyelenggaraan Anugerah Adinata Syariah 2026, Jawa Tengah berhasil meraih Juara I kategori Keuangan Mikro Syariah, Juara II kategori Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS), Juara II kategori Wakaf, Juara III kategori Pertumbuhan Pelaku Usaha Bersertifikasi Halal, Juara III kategori Ekonomi Pesantren, serta Juara IV kategori Pariwisata Ramah Muslim.

Taj Yasin menyampaikan, apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini membangun ekosistem ekonomi syariah di Jawa Tengah. Mulai dari Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jawa Tengah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Penghargaan ini bukan siapa yang menang, akan tetapi bagaimana upaya kita membangun ekonomi syariah ramah muslim di Indonesia yang populasi mayoritas muslimnya terbesar di dunia,” ujarnya.

Baca Juga :  Jateng Prioritaskan Jalur Wisata dan Sentra Ekonomi Baru Lewat Inpres Jalan Daerah

Menurutnya, raihan tersebut sekaligus menjadi motivasi untuk memperkuat pengembangan ekonomi syariah. Karena tema pembangunan Jawa Tengah pada 2027 adalah “Mengembangkan Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Syariah sebagai Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi”.

Salah satu pekerjaan rumah yang kini menjadi fokus Pemprov adalah mewujudkan kawasan industri halal di Jawa Tengah.

“Ini sebagai lecutan buat kita. Kita masih punya PR bahwa di Jawa Tengah belum ada kawasan industri halal,” katanya.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu mengungkapkan, pembahasan mengenai kawasan industri halal sudah memasuki tahap awal. Sejumlah pengelola kawasan industri telah memaparkan konsep yang akan dikembangkan dan dalam waktu dekat akan dilakukan pembahasan lanjutan untuk menentukan lokasi maupun skema pengembangannya.

“Kami mendukung dan mendorong pertumbuhan ekonomi syariah, khususnya adanya kawasan industri halal di Jawa Tengah. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera terealisasi,” ujar dia.

Dikatakannya, rencana tersebut telah dilaporkan kepada Gubernur Ahmad Luthfi dan mendapat dukungan penuh. Keberadaan kawasan industri halal diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi syariah sekaligus meningkatkan daya saing Jawa Tengah.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Presiden RI ke-13, Ma’ruf Amin, mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi syariah tidak semata mengejar besarnya aset ataupun pertumbuhan industri keuangan syariah. Yang lebih penting adalah menghadirkan nilai keadilan, kemaslahatan, keseimbangan, dan keberkahan dalam aktivitas ekonomi.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi: Kolaborasi Pemerintah dan Pers Kunci Pembangunan Jawa Tengah

Bapak Ekonomi Syariah itu menyebut perkembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional terus menunjukkan tren positif. Hingga Maret 2026, total aset syariah mencapai Rp10.542 triliun atau tumbuh 10,6 persen secara tahunan, melampaui pertumbuhan sektor keuangan nasional. Namun, menurutnya, pertumbuhan tersebut harus dibarengi pemerataan manfaat bagi masyarakat.

“Jangan hanya kita mengejar pertumbuhan, tapi juga pemerataan. Jangan hanya memperbesar angka statistik, tetapi juga memperbesar manfaat yang dirasakan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif KNEKS, Sholahudin Al Aiyubi, mengatakan, Anugerah Adinata Syariah menjadi bentuk apresiasi sekaligus instrumen untuk mendorong inovasi dan kolaborasi pemerintah daerah dalam membangun ekosistem ekonomi dan keuangan syariah.

Menurutnya, penghargaan tersebut tidak hanya menilai capaian administratif. Tetapi juga dampak nyata terhadap penguatan rantai nilai halal, industri keuangan syariah, keuangan sosial syariah, literasi dan inklusi, hingga inovasi kebijakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia berharap semakin banyak daerah menjadikan penghargaan tersebut sebagai pemicu lahirnya praktik-praktik terbaik dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

“Harapan kami, Anugerah Adinata Syariah menjadi katalis lahirnya semakin banyak daerah yang mampu menjadi model pembangunan ekonomi syariah,” pungkasnya.***

Berita Terkait

Perkuat Ketahanan Keluarga, Nawal Yasin Soroti Ancaman Stunting dan KDRT
Seleksi Magang Jepang Diserbu Pendaftar, Anak Muda Rela Berlatih Berbulan-bulan Demi Lolos
Jateng Fair 2026 Ditutup Meriah, Pengunjung Meningkat dan Transaksi Capai Rp5 Miliar
Sekda Jateng Soroti Kasus Guru Brebes, Pengawasan ASN Tak Bisa Hanya Andalkan Aplikasi
Kinerja APBD Jateng Dipuji Menkeu Purbaya, Ahmad Luthfi: Belanja Harus Tepat Sasaran
Momen Haru di Borobudur Playon, Ahmad Luthfi Dorong Kursi Roda Putranya hingga Garis Finis
Rupiah Borobudur Playon Salurkan Rp600 Juta untuk Kelola Sampah di 10 Desa Sekitar Borobudur
Madrasah Hasil Swadaya Warga Diresmikan, Wagub Jateng Tekankan Pentingnya Pendidikan Agama

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 06:37 WIB

Jateng Bawa Pulang Enam Penghargaan Adinata Syariah, Pengembangan Industri Halal Dipercepat

Senin, 6 Juli 2026 - 18:51 WIB

Perkuat Ketahanan Keluarga, Nawal Yasin Soroti Ancaman Stunting dan KDRT

Senin, 6 Juli 2026 - 16:56 WIB

Seleksi Magang Jepang Diserbu Pendaftar, Anak Muda Rela Berlatih Berbulan-bulan Demi Lolos

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:30 WIB

Sekda Jateng Soroti Kasus Guru Brebes, Pengawasan ASN Tak Bisa Hanya Andalkan Aplikasi

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:22 WIB

Kinerja APBD Jateng Dipuji Menkeu Purbaya, Ahmad Luthfi: Belanja Harus Tepat Sasaran

Berita Terbaru