Momen Haru di Borobudur Playon, Ahmad Luthfi Dorong Kursi Roda Putranya hingga Garis Finis

- Reporter

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAGELANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang memimpin Jateng bersama Wagub Taj Yasin, kembali menarik perhatian dengan berlari sambil mendorong kursi roda putranya, Muhammad Alif Daffa atau yang akrab disapa Abang Alif. Pada ajang “Rupiah Borobudur Playon 2026” di kawasan Candi Borobudur, Minggu (5/7/2026), Ahmad Luthfi mendorong kursi roda Abang hingga garis finis.

Tak hanya ikut menuntaskan rute lari 5 kilometer, Ahmad Luthfi juga mengkampanyekan event lari bukanlah sekadar olahraga, melainkan juga sebagai sarana
edukasi untuk menumbuhkan kecintaan terhadap rupiah, memperkuat ekonomi daerah, sekaligus menggerakkan sport tourism dan UMKM.

Sekitar 4.000 pelari dari berbagai daerah ambil bagian dalam Rupiah Borobudur Playon 2026 yang digelar di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (5/7/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu, mempertandingkan kategori lari 5 kilometer dan 10 kilometer.

Usai menyelesaikan rute 5K Ahmad Luthfi mengatakan, penyelenggaraan Rupiah Borobudur Playon menghadirkan konsep baru dalam mengampanyekan Gerakan Cinta Rupiah kepada masyarakat.

“Rupiah Borobudur Playon ini merupakan style baru yang diselenggarakan Bank Indonesia. Masyarakat dididik untuk cinta rupiah. Tenant-tenant juga sudah banyak yang menggunakan QRIS,” kata Luthfi.

Baca Juga :  Pompa Surya Jadi Solusi Pengairan, Petani Jateng Hemat Biaya Produksi

Menurutnya, ajang tersebut bukan sekadar perlombaan lari, tetapi juga menjadi sarana edukasi, sosialisasi, dan berbagi kepada masyarakat. Tren olahraga lari yang terus berkembang dinilai mampu menjadi media efektif untuk mengampanyekan berbagai program pemerintah.

“Lari tidak hanya menyehatkan jasmani, tetapi juga mendukung sport tourism. UMKM bisa hidup, usaha-usaha lain berkembang, dan komunitas juga ikut tumbuh,” ujarnya didampingi Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno.

Luthfi juga mendorong seluruh bupati dan wali kota di Jawa Tengah untuk mengembangkan event lari berbasis potensi unggulan daerah masing-masing sebagai daya tarik wisata.

“Kalau perlu ada lari mangga, lari panen durian, lari gerhana bulan atau matahari. Kita buat di kabupaten dan kota sesuai produk unggulannya,” katanya.

Ia turut mengapresiasi dukungan Bank Indonesia, baik Kantor Perwakilan Jawa Tengah maupun kantor pusat, yang dinilai konsisten bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi.

“Bank Indonesia juga berperan penting mendukung TPID dalam menjaga inflasi di Jawa Tengah,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M Noor Nugroho, menjelaskan Rupiah Borobudur Playon 2026 merupakan penyelenggaraan keempat.

Baca Juga :  Viral Guru Madin di Demak Didenda Rp25 Juta, Wagub Jateng Turun Tangan

Selain mendorong aktivitas ekonomi, kegiatan tersebut juga diisi edukasi mengenai Cinta Bangga Rupiah, perlindungan konsumen, serta kampanye Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS).

“Kami juga mengenalkan pangan alternatif seperti sorgum, mocaf, hingga olahan bawang sebagai bagian dari literasi pengendalian inflasi,” ujarnya.

Dalam kegiatan itu turut hadir 53 booth UMKM yang didominasi pelaku usaha makanan dan minuman, wastra, serta sejumlah instansi seperti OJK, BNN, Kimia Farma, dan Wakaf.

Mengusung tema “Lari untuk Berbagi”, seluruh dana pendaftaran peserta akan disalurkan kepada masyarakat.

“Ada sekitar Rp 600 juta yang akan kami serahkan kepada 10 desa di sekitar kawasan Borobudur,” kata Noor.

Salah seorang peserta asal Magelang, Rizal, mengaku telah tiga kali mengikuti Rupiah Borobudur Playon. Pada kesempatan kali ini, ia bersama rekannya mengenakan aksesori berbentuk uang koin berukuran besar sebagai bentuk edukasi kepada generasi muda mengenai sejarah mata uang Indonesia sekaligus kampanye pelestarian lingkungan.

“Biar Gen Z tahu kalau Indonesia pernah punya uang koin seperti ini. Harapannya ke depan event ini semakin ramai,” ujarnya.***

Berita Terkait

Lari 5K hingga Kuliner Gratis Semarakkan Penutupan HUT ke-81 Jateng
Dieng Culture Festival 2026, Merayakan Harmoni Budaya dari Negeri Atas Awan
Sanggar Greget Semarang Bagikan Pengalaman, 12 Sanggar Sragen Menimba Ilmu
Pamor Wicaksono Raih Penghargaan, Dedikasi untuk Masyarakat Brebes Berlanjut
Dari Dosen hingga Advokat, 177 Orang Ikuti Seleksi Komisioner KI Jateng
Dika Diadili dalam Kasus Penipuan Investasi Bodong, Pensiunan Padati Pengadilan Purwokerto
Hadapi Kekeringan, Taj Yasin Tekankan Modifikasi Cuaca dan Perbaikan Resapan Air
Karhutla Melonjak, Taj Yasin Ingatkan Warga Waspada Kebakaran

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:16 WIB

Lari 5K hingga Kuliner Gratis Semarakkan Penutupan HUT ke-81 Jateng

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:05 WIB

Dieng Culture Festival 2026, Merayakan Harmoni Budaya dari Negeri Atas Awan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Sanggar Greget Semarang Bagikan Pengalaman, 12 Sanggar Sragen Menimba Ilmu

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:53 WIB

Pamor Wicaksono Raih Penghargaan, Dedikasi untuk Masyarakat Brebes Berlanjut

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Dari Dosen hingga Advokat, 177 Orang Ikuti Seleksi Komisioner KI Jateng

Berita Terbaru