Hari Lanjut Usia Nasional, Gus Yasin : “Sepuh” Bukan Beban

- Reporter

Sabtu, 7 Juni 2025 - 18:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Apa tugas orang yang sudah memasuki usia lanjut? Jika pertanyaan ini terlontar, jawabannya mungkin bervariasi, namun yang terlintas bisa jadi pensiun, momong cucu, atau malah jadi beban. Nah di Jateng, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong, mereka yang berusia 60 tahun ke atas, tetap produktif, bahagia, dan sehat.

 

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin. Pada perayaan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2025, di Aula Kecamatan Pedurungan Sabtu (7/6/2025). Dia menepis anggapan, jika lansia tidak bisa lagi produktif dan menjadi beban.

 

Menyitir data BPS 2023, Gus Yasin, sapaan wagub, menyebut jumlah lansia di Jateng mencapai 13,5 persen, atau sekitar 5,07 juta jiwa, dari jumlah penduduk sebanyak 37 juta jiwa. Sebanyak 49 persen tinggal di perkotaan, dan sisanya berdomisili di perdesaan.

 

Data BPS pun menunjukkan, sebanyak 56,19 persen lansia di Jateng masih aktif bekerja. Adapun, paling banyak pada sektor wirausaha dengan 32,78 persen.

 

“Ini menjadi motivasi buat kita semua, untuk menepis lansia itu menjadi beban. Ada yang menyampaikan, Pak, kami itu membayar pajak untuk membiayai lansia. Itu tidak benar,” tegasnya, pada kegiatan yang diisi dengan cek kesehatan, senam, dan bazar produk lokal.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Siapkan Layanan Gratis Bagi Pemudik

 

Gus Yasin memberi contoh, bagaimana sosok lansia di Jateng, seperti Ketua Baznas Jateng Ahmad Darodji dan Ketua PMI Jateng Sarwa Pramana, masih aktif berkegiatan. Menurutnya, usia sepuh justru memberi banyak sumbangsih pengalaman bagi pembangunan.

 

Lalu, bagaimana pemberdayaan lansia di Jawa Tengah?

 

Gus Yasin menuturkan, pemberdayaan lansia satu di antaranya dengan program “Kecamatan Berdaya”. Melalui wadah tersebut, kecamatan tidak hanya sebagai pusat administratif pemerintahan, juga berfungsi dalam pelatihan, pengembangan kesehatan, dan usaha kreatif.

 

Program Kecamatan Berdaya, menurutnya tidak hanya diperuntukkan bagi generasi Z, perlindungan perempuan, difabel, serta anak-anak. Di dalamnya, lansia pun diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi dan gagasan.

 

“Selain itu tentu dengan banyaknya aktifitas, banyaknya kegiatan, bukan hanya kesehatan, akan tetapi juga mencegah lansia pikun itu, tidak terjadi pada pada saudara-saudara kita,” urainya.

 

Pada Kecamatan Berdaya pun dipadu dengan layanan kesehatan Speling atau dokter spesialis keliling, yang turut memeriksa kesehatan para lansia. Selain itu, Speling juga ditautkan dengan program Presiden RI Prabowo Subianto, yakni cek kesehatan gratis atau CKG.

Baca Juga :  Sungai Tuntang Meluap, Jalur KA Semarang-Surabaya Lumpuh

 

Ketua Baznas Jateng Ahmad Darodji mengatakan, dengan banyaknya aktifitas diharap ikut memperkuat sisi kognitif dan fisik para lansia. Dengan demikian, lansia tidak lagi dianggap beban.

 

“Dan ternyata lansia di Indonesia sebanyak 53 persen masih bekerja, menghidupi keluarga dan cucunya. Mereka bukan beban tapi aset,” tegas Darodji, yang juga penasihat Komunitas Lanjut Usia Provinsi Jawa Tengah itu.

 

Ketua Komunitas Lanjut Usia Provinsi Jawa Tengah, Djamaluddin Darwis, mengapresiasi HLUN 2025 yang diadakan secara meriah. Menurutnya, hal itu menyuntikkan semangat bagi lansia, untuk dapat berpartisipasi dalam pembangunan.

 

“Dalam kebersamaan kita ini, bagaimana lansia memberikan contoh kebaikan untuk generasi-generasi pra lansia, dan anak-anak cucu kita,” ujar Djamaluddin.

 

Seorang lansia, Siti Partini, mengaku senang dengan kegiatan HLUN 2025 yang terselenggara. Dia berharap, kegiatan tersebut bisa terselenggara rutin, guna menjaga kesehatan para lanjut usia sepertinya.

 

“Harapannya bukan hanya pas hari peringatan lansia. Tapi terus. Saya kalau kegiatan sekarang olahraga tenis dan menyanyi,” pungkas Partini.

Berita Terkait

Rumah Rakyat Jateng Semakin Lengkap, Warga Bisa Rekam e-KTP hingga Urus KIA
Komisi Irigasi Jateng Dikukuhkan, Siap Jaga Ketahanan Air dan Pangan
Fatayat NU dan OJK Jateng Bersinergi Tingkatkan Literasi Keuangan Perempuan
Rupiah Borobudur Playon 2026 Kembali Digelar, Padukan Sport Tourism, Edukasi Rupiah dan Aksi Berbagi
Produksi Energi Menurun, Gubernur Luthfi Soroti Krisis Sedimentasi Waduk Mrica
NGASAB Hangatkan Akhir Pekan, Ayah dan Anak Ciptakan Cerita di Jalan Bersama Honda PCX 160
Vita Ervina Kenalkan Program MBG di Magelang untuk Percepat Penanganan Masalah Gizi Anak
Bunda PAUD Jateng Pastikan Anak Korban Banjir Pekalongan Tetap Ceria dan Siap Kembali Sekolah

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:25 WIB

Rumah Rakyat Jateng Semakin Lengkap, Warga Bisa Rekam e-KTP hingga Urus KIA

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:10 WIB

Komisi Irigasi Jateng Dikukuhkan, Siap Jaga Ketahanan Air dan Pangan

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:03 WIB

Fatayat NU dan OJK Jateng Bersinergi Tingkatkan Literasi Keuangan Perempuan

Senin, 25 Mei 2026 - 19:02 WIB

Rupiah Borobudur Playon 2026 Kembali Digelar, Padukan Sport Tourism, Edukasi Rupiah dan Aksi Berbagi

Selasa, 19 Mei 2026 - 06:01 WIB

Produksi Energi Menurun, Gubernur Luthfi Soroti Krisis Sedimentasi Waduk Mrica

Berita Terbaru