Rupiah Borobudur Playon 2026 Kembali Digelar, Padukan Sport Tourism, Edukasi Rupiah dan Aksi Berbagi

- Reporter

Senin, 25 Mei 2026 - 19:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

{

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"resize":1,"transform":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

SEMARANG — Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menghadirkan ajang “Rupiah Borobudur Playon 2026: Lari untuk Berbagi” yang akan digelar pada 4–5 Juli 2026 di kawasan Taman Lumbini, Candi Borobudur, Magelang.

Event tahunan yang memasuki tahun keempat tersebut tidak hanya menghadirkan lomba lari, tetapi juga menggabungkan edukasi cinta rupiah, promosi pariwisata, pemberdayaan UMKM, hingga aksi sosial bagi masyarakat sekitar Borobudur.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat.

“Ini merupakan kerja sama dengan Pemprov Jawa Tengah dan sudah menjadi event tahunan. Tahun ini adalah penyelenggaraan yang keempat,” ujarnya.

Dalam penyelenggaraan tahun ini, BI menyiapkan dua kategori lomba yakni 5K dan 10K dengan target sekitar 4.000 peserta lari. Sementara total pengunjung selama kegiatan diperkirakan mencapai 10 ribu orang.

“Kami mempertimbangkan kapasitas lokasi dan kenyamanan peserta, sehingga target pelari tetap di angka 4.000. Namun kami berharap total pengunjung bisa mencapai sekitar 10 ribu orang,” kata Noor Nugroho.

Baca Juga :  Kolaborasi Pertamina bersama Hiswana Dukung BPBD Jateng Atasi Permasalahan Banjir Rob di Sayung

Ia menjelaskan, rangkaian acara tidak hanya berisi lomba lari, tetapi juga pameran UMKM unggulan Jawa Tengah, edukasi kebanksentralan, sosialisasi sistem pembayaran digital, hingga kampanye cinta rupiah.

“Selain lari, masyarakat juga bisa berbelanja dan berwisata di sana,” katanya.

Konsep “Lari untuk Berbagi” kembali menjadi ruh utama kegiatan tersebut. Dana hasil pendaftaran peserta nantinya akan disalurkan untuk membantu pengembangan wilayah di sekitar Borobudur, terutama dalam pengelolaan lingkungan dan sampah.

“Tahun lalu ada sekitar 20 desa atau dusun yang menerima bantuan. Tahun ini kemungkinan akan dilakukan hal yang sama, terutama untuk pengembangan pengelolaan sampah,” jelasnya.

Menurut dia, bantuan yang diberikan dapat berupa fasilitas pengolahan sampah maupun program lain sesuai kebutuhan masyarakat desa sekitar Borobudur.

“Kami ingin kegiatan ini bersifat green dan berkelanjutan sehingga memberi manfaat luas bagi masyarakat sekitar Borobudur,” imbuhnya.

Selain itu, BI juga ingin memanfaatkan event ini sebagai media edukasi masyarakat agar lebih memahami pentingnya merawat uang Rupiah dan mengenali ciri keaslian uang.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Siapkan Layanan Gratis Bagi Pemudik

“Masih banyak uang yang dilipat, diremas, dilubangi, bahkan distaples. Kami ingin masyarakat lebih memahami bagaimana memperlakukan rupiah agar lebih tahan lama dan layak edar,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno menilai event tersebut sejalan dengan program Pemprov Jateng dalam memperkuat sektor sport tourism.

“Kegiatan ini bersinergi dengan program Pemprov Jawa Tengah untuk mengembangkan sport tourism,” katanya.

Menurut Sumarno, kegiatan lari berskala besar mampu memberikan dampak ekonomi signifikan bagi daerah karena mendatangkan wisatawan dan menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, hingga UMKM.

“Minimal mereka makan, menginap di hotel, dan berbelanja. Itu akan meningkatkan konsumsi dan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah,” ujarnya.

Ia pun mengapresiasi konsep berbagi yang diusung dalam event tersebut karena memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar kawasan Borobudur.

“Sampah menjadi persoalan bersama. Mudah-mudahan kontribusi dari kegiatan ini menjadi salah satu solusi penanganan sampah di kawasan Borobudur,” tandasnya.***

Berita Terkait

Rumah Rakyat Jateng Semakin Lengkap, Warga Bisa Rekam e-KTP hingga Urus KIA
Komisi Irigasi Jateng Dikukuhkan, Siap Jaga Ketahanan Air dan Pangan
Fatayat NU dan OJK Jateng Bersinergi Tingkatkan Literasi Keuangan Perempuan
Produksi Energi Menurun, Gubernur Luthfi Soroti Krisis Sedimentasi Waduk Mrica
NGASAB Hangatkan Akhir Pekan, Ayah dan Anak Ciptakan Cerita di Jalan Bersama Honda PCX 160
Vita Ervina Kenalkan Program MBG di Magelang untuk Percepat Penanganan Masalah Gizi Anak
Bunda PAUD Jateng Pastikan Anak Korban Banjir Pekalongan Tetap Ceria dan Siap Kembali Sekolah
Sido Muncul Sabet Penghargaan GENTING Gold, Tegaskan Komitmen Perangi Stunting

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:25 WIB

Rumah Rakyat Jateng Semakin Lengkap, Warga Bisa Rekam e-KTP hingga Urus KIA

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:10 WIB

Komisi Irigasi Jateng Dikukuhkan, Siap Jaga Ketahanan Air dan Pangan

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:03 WIB

Fatayat NU dan OJK Jateng Bersinergi Tingkatkan Literasi Keuangan Perempuan

Senin, 25 Mei 2026 - 19:02 WIB

Rupiah Borobudur Playon 2026 Kembali Digelar, Padukan Sport Tourism, Edukasi Rupiah dan Aksi Berbagi

Selasa, 19 Mei 2026 - 06:01 WIB

Produksi Energi Menurun, Gubernur Luthfi Soroti Krisis Sedimentasi Waduk Mrica

Berita Terbaru