Petani Grobogan Mengadu ke Sekda, Sawah 1,5 Hektare Tak Bisa Ditanami

- Reporter

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GROBOGAN – Dampak jebolnya Tanggul Sungai Tuntang pada Februari lalu di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, ternyata masih menyisakan pilu bagi sektor pertanian setempat.

Hingga kini, sejumlah lahan produktif warga belum sepenuhnya pulih dan tidak dapat digarap.

Kondisi tersebut terungkap saat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, melakukan dialog dengan warga di sela acara Penyerahan Bantuan Kemasyarakatan Presiden RI di Halaman Masjid Roudlotul Jannah, Desa Tinanding, Rabu, 27 Mei 2026.

Sumarsih, salah seorang petani setempat, memanfaatkan momentum tersebut untuk mengadu langsung kepada Sekda.

Ia mengeluhkan lahan sawah miliknya seluas 1,5 hektare yang kini mangkrak. Pascabanjir, material lumpur yang mengendap membuat elevasi sawahnya menjadi jauh lebih tinggi dari lahan sekitarnya, sehingga air irigasi tidak dapat mengalir masuk.

Baca Juga :  Program Makan Bergizi Gratis Menyapa Warga Desa Kedungpring Cilacap

“Saya pengin sawahnya dikeruk saja supaya bisa ditanam lagi,” kata Sumarsih di hadapan Sekda.

Mendengar keluhan yang menyangkut hajat hidup petani tersebut, Sekda Sumarno tidak tinggal diam.

Ia bersama jajaran terkait langsung bergerak melakukan pengecekan ke lokasi sawah milik Sumarsih untuk melihat langsung tingkat keparahan sedimentasi lumpur tersebut.

“Desa Tinanding kemarin terdampak tanggul jebol, ada sawah warga yang terkena lumpur. Sampai saat ini belum bisa beraktivitas untuk tanam,” ujarnya seusai meninjau lokasi.

Sumarno menegaskan bahwa penanganan lahan ini menjadi prioritas karena menyangkut sumber mata pencaharian utama warga. Dari hasil tinjauan lapangan, langkah kedaruratan yang paling rasional adalah melakukan pengerukan tanah.

“Solusinya ya harus dikeruk untuk disamakan elevasinya dengan sawah di sebelahnya, supaya air bisa menggenangi area sawah yang sekarang tertimbun,” jelasnya.

Baca Juga :  Ancaman Gagal Panen di Jateng Meningkat, Heri Pudyatmoko Dorong Strategi Pertanian Adaptif

Lebih lanjut, Sumarno memaparkan berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), kawasan Desa Tinanding merupakan zona Lahan Sawah Dilindungi (LSD) yang memiliki tingkat kesuburan sangat tinggi.

Terlebih, saluran yang jebol beberapa waktu lalu merupakan saluran induk irigasi yang vital bagi pertanian di Kabupaten Grobogan.

“Kalau dari RTRW pasti ini masuk LSD karena memang ini daerah subur. Bisa dilihat di sebelah-sebelahnya, sekarang juga masih ditanami dan tumbuh cukup hijau,” tambahnya.

Atas dasar itulah, Pemprov Jateng melalui tim perencanaan berkomitmen untuk segera merumuskan langkah teknis penanganan pasca-bencana ini.

“Nanti akan kami koordinasikan lebih lanjut. Tapi kita dari tim perencanaan berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini, karena ini benar-benar mata pencaharian dari pemilik tanah,” pungkas Sumarno.***

Berita Terkait

Menko Polkam: Pemerintah Solid, Situasi Keamanan Nasional Tetap Terkendali
Taj Yasin Minta Kasus Perundungan Dicegah Sejak Dini
360 Balita di Semarang Terima Susu Gratis dari JPCC, Perkuat Upaya Turunkan Stunting
PSI Kota Semarang Resmi Punya Pengurus Baru, Melly Pangestu Kembali Jadi Ketua
MTQ Nasional 2026 di Jawa Tengah Angkat Standar Baru Lewat Inovasi Perhakiman dan Inklusivitas
Belanja Pegawai Pemprov Jateng 26 Persen, Pembayaran Gaji ASN Dipastikan Lancar
Jateng Siapkan Dana Cadangan Rp1,2 Triliun, Pilgub 2029 Tak Bebani APBD
Jateng Bangun Model Kolaborasi Lintas Daerah Perkuat Ketahanan Iklim

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:28 WIB

Menko Polkam: Pemerintah Solid, Situasi Keamanan Nasional Tetap Terkendali

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:03 WIB

Taj Yasin Minta Kasus Perundungan Dicegah Sejak Dini

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:48 WIB

PSI Kota Semarang Resmi Punya Pengurus Baru, Melly Pangestu Kembali Jadi Ketua

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:31 WIB

MTQ Nasional 2026 di Jawa Tengah Angkat Standar Baru Lewat Inovasi Perhakiman dan Inklusivitas

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:14 WIB

Belanja Pegawai Pemprov Jateng 26 Persen, Pembayaran Gaji ASN Dipastikan Lancar

Berita Terbaru

Daerah

Taj Yasin Minta Kasus Perundungan Dicegah Sejak Dini

Jumat, 7 Agu 2026 - 15:03 WIB