Nelayan Cilacap Minta Tambahan Solar Subsidi, Gubernur Jateng Beri Jawaban

- Reporter

Kamis, 13 Maret 2025 - 14:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

-NGOPFI- Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat di acara Ngopi Bareng Pak Luthfi (Ngopfi) yang digelar di Garasi Alat Berat PT Elcander Duta Sarana (EDS), Desa Karangkandri, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Rabu (12/03/2025). Foto : Dok.Pemprov/metrojateng.id

-NGOPFI- Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat di acara Ngopi Bareng Pak Luthfi (Ngopfi) yang digelar di Garasi Alat Berat PT Elcander Duta Sarana (EDS), Desa Karangkandri, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Rabu (12/03/2025). Foto : Dok.Pemprov/metrojateng.id

Cilacap – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi terus berupaya untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat nelayan di wilayah pesisir Jawa Tengah, baik di pesisir Utara maupun Selatan. Termasuk di antaranya mendekatkan layanan kepada nelayan untuk mendapatkan pasokan solar.

Upaya itu ia sampaikan langsung saat menanggapi curhatan perwakilan masyarakat nelayan saat acara Ngopi Bareng Pak Luthfi (Ngopfi) yang digelar di Garasi Alat Berat PT Elcander Duta Sarana (EDS), Desa Karangkandri, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Rabu 12 Maret 2025.

Mulanya, seorang perwakilan nelayan bernama Yoga menyampaikan bahwa nelayan di Cilacap iri dengan para petani yang banyak mendapatkan bantuan dari pemerintah. Ia menjelaskan, setiap bulan nelayan di Cilacap kekurangan solar untuk kebutuhan melaut.

“Kami mohon karena sebentar lagi bulan empat. Setiap bulan kami melaut sering kekurangan solar. Saya mewakili teman-teman nelayan minta tolong agar solar subsidi ditambah, karena sering sekali rebutan solar,” ujarnya saat berdialog dengan Ahmad Luthfi.

Tidak hanya itu, Yoga juga mengeluhkan kalau solar yang sering dipakai nelayan kualitasnya kurang baik. Akibatnya mesin kapal mudah rusak.

Baca Juga :  Peluncuran New Honda PCX 160 di Solo Sukses Besar, Ribuan Orang Hadir

“Mumpung ada Pak Gubernur dan Bupati, ada dari Pertamina juga, tolong diperhatikan,” ungkapnya.

Mendengar curahan itu, Ahmad Luthfi langsung menanggapi. Ia mengatakan, solar subsidi memang harus dimaksimalkan tetapi penting juga untuk mendorong agar bagaimana nelayan ini berdaya. Pasalnya, hasil panen petani dan nelayan tidak bisa bersaing, sehingga ada kekurangan yang harus dieksplorasi.

“Solar itu merupakan prioritas kita. Solar bersubsidi itu kan kebijakan pemerintah, nanti akan kita cek ke lapangan apakah itu sudah tepat sasaran apa belum,” kata Luthfi.

Mantan Kapolda Jateng itu menyampaikan, pemerintah akan berupaya untuk membuat SPBU yang dekat dengan tempat-tempat di mana nelayan berada.

“Ada beberapa tempat yang memang SPBU-nya di tempat umum sehingga nelayan kita nyari solar itu di kota, itu kan salah. Jadi akan ada beberapa SPBU yang kita tempatkan di muara dan lain sebagainya. Petanya susah ada termasuk di wilayah kita,” jelasnya.

Selain masalah solar bagi nelayan, Luthfi juga menyerap aspirasi dari masyarakat di pesisir Cilacap lainnya. Ialah Sudarno, warga Desa Karangtawang, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, yang menyampaikan tentang pemanfaatan lahan seluas 18 hektare bekas tambak udang. Lahan itu diketahui milik TNI yang sebelumnya sempat dikelola oleh pengusaha udang namun saat ini terbengkalai.

Baca Juga :  Baznas Temanggung Alokasikan Rp1,2 Miliar untuk Beasiswa Tuntas Sekolah

“Dalam rangka ketahanan pangan, bolehkah lahan yang sementara ini belum dikelola itu bisa dimanfaatkan oleh para petani,” ucapnya kepada Ahmad Luthfi.

Mengenai hal ini, Ahmad Luthfi akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar lahan tersebut bisa digunakan menjadi lebih produktif. Khususnya agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

“Kalau itu milik Kodam, kami akan berkoordinasi dengan mereka,” kata Luthfi menanggapi.

Selain itu, Ahmad Luthfi juga menjelaskan, pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dan KKP telah memiliki program pemanfaatan tambak yang tidak terpakai. Setidaknya untuk wilayah Jawa Tengah akan mendapatkan bantuan sekitar 15 ribu hektare pemanfaatan kembali tambak terbengkalai.

“Kami sudah koordinasi dengan kementerian untuk di Pantura dan daerah pantai lainnya di Jawa Tengah akan dibantu 15 hektare tambak tidak terpakai untuk dimanfaatkan ternak Nila Salim. Itu program pemerintah pusat,” tegas Luthfi.***

Berita Terkait

Vita Ervina Kenalkan Program MBG di Magelang untuk Percepat Penanganan Masalah Gizi Anak
Bunda PAUD Jateng Pastikan Anak Korban Banjir Pekalongan Tetap Ceria dan Siap Kembali Sekolah
Sido Muncul Sabet Penghargaan GENTING Gold, Tegaskan Komitmen Perangi Stunting
Indosat Perluas AIvolusi5G di Jateng–DIY, Semarang Jadi Episentrum Internet Super Cepat
Berkas Lengkap, Tiga Tersangka Penggelapan Pajak Diserahkan DJP ke Kejari Semarang
Kanwil Pajak Semarang Sandera Penunggak Pajak Rp25,4 Miliar
Transformasi Pajak Digital, 1.000 Lebih Civitas UNDIP Tuntaskan Aktivasi Akun Coretax DJP
Nawal Yasin Inisiasi Relawan Literasi, Optimalkan 6.000 Perpustakaan Desa Jateng

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 21:02 WIB

Vita Ervina Kenalkan Program MBG di Magelang untuk Percepat Penanganan Masalah Gizi Anak

Selasa, 20 Januari 2026 - 07:38 WIB

Bunda PAUD Jateng Pastikan Anak Korban Banjir Pekalongan Tetap Ceria dan Siap Kembali Sekolah

Kamis, 11 Desember 2025 - 19:39 WIB

Sido Muncul Sabet Penghargaan GENTING Gold, Tegaskan Komitmen Perangi Stunting

Rabu, 10 Desember 2025 - 17:32 WIB

Indosat Perluas AIvolusi5G di Jateng–DIY, Semarang Jadi Episentrum Internet Super Cepat

Selasa, 9 Desember 2025 - 16:39 WIB

Berkas Lengkap, Tiga Tersangka Penggelapan Pajak Diserahkan DJP ke Kejari Semarang

Berita Terbaru