Jateng Perkuat Deteksi Dini Kusta, Ahmad Luthfi Libatkan Dokter Spesialis Keliling

- Reporter

Sabtu, 11 Juli 2026 - 08:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat langkah eliminasi penyakit kusta dengan mengoptimalkan Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Melalui dua program tersebut, skrining dan deteksi dini akan diperluas hingga tingkat kabupaten/kota untuk menemukan penderita lebih cepat, memutus rantai penularan, dan memastikan pengobatan berjalan hingga tuntas.

Komitmen itu ditegaskan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi usai menghadiri Konferensi Nasional Kusta 2026 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Dalam forum tersebut, Ahmad Luthfi bersama para gubernur dari berbagai daerah mendeklarasikan komitmen mempercepat eliminasi kusta di Indonesia.

Luthfi menegaskan, kusta bukanlah penyakit kutukan. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri itu dapat disembuhkan apabila ditemukan lebih dini dan diobati secara berkelanjutan.

“Kusta bukan kutukan. Penyakit ini sudah ada obatnya. Yang harus kita lakukan adalah menemukan penderitanya sedini mungkin, kemudian memastikan mereka mendapat pengobatan sampai tuntas,” kata Luthfi.

Untuk itu, ia meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Tengah menjadikan penanggulangan kusta sebagai target kinerja daerah. Menurutnya, kepala daerah harus berani melakukan terobosan agar kasus-kasus kusta dapat ditemukan lebih cepat.

Baca Juga :  Pendaftaran Mudik Gratis Jateng 2026 Dibuka 4 Februari

“Bupati dan wali kota harus diberi target. Pemerintah kabupaten/kota harus melakukan terobosan untuk deteksi dini terkait kusta ini,” ujarnya.

Luthfi juga menginstruksikan dinas kesehatan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota memperkuat layanan pengobatan bagi para penyintas.

Penanganan kusta, kata dia, tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja bersama lintas pemerintah dan tenaga kesehatan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Tengah, sepanjang 2025 ditemukan 1.541 kasus kusta. Sementara hingga triwulan II tahun 2026, tercatat sudah ada sekitar 837 kasus.

Menurut Luthfi, tingginya angka temuan tersebut justru menunjukkan bahwa upaya deteksi dini mulai berjalan lebih baik sehingga penderita dapat segera memperoleh pengobatan sebelum mengalami kecacatan maupun menularkan penyakit kepada orang lain.

Karena itu, Program Speling yang selama ini memberikan layanan dokter spesialis hingga pelosok akan diperluas dengan memasukkan skrining kusta sebagai salah satu layanan utama.

Baca Juga :  PSI Kota Semarang Resmi Punya Pengurus Baru, Melly Pangestu Kembali Jadi Ketua

Seluruh data hasil pemeriksaan dari kabupaten/kota akan dihimpun di tingkat provinsi untuk menjadi dasar penyusunan langkah intervensi yang lebih tepat sasaran.

Selain menemukan kasus baru, pemerintah juga memastikan seluruh penyintas menjalani pengobatan hingga selesai. Lama terapi bervariasi antara enam hingga 12 bulan, bahkan dapat mencapai 24 bulan, tergantung kondisi pasien.

Pengobatan tidak boleh terputus karena dapat menyebabkan pasien harus mengulang terapi dari awal.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa kusta merupakan penyakit akibat infeksi bakteri yang kini telah memiliki pengobatan efektif. Ia menyebut tantangan terbesar bukan pada tingkat penularannya, melainkan keterlambatan menemukan penderita.

“Kusta ini yang jadi masalah adalah telat terdeteksi. Maka untuk mengeliminasi kusta harus ditingkatkan lagi pendeteksiannya. Strateginya cuma satu, temukan sebanyak-banyaknya lalu diobati,” kata Budi.***

Berita Terkait

Tekan Abrasi dan Rob, Hybrid Sea Wall Dibangun di Pesisir Sayung
Taj Yasin Soroti Data Bansos di Pemalang, Warga Mampu Diminta Tak Lagi Menerima
Jenguk Orang Tua Aqib, Wagub Jateng Tekankan Keterbukaan dalam Penanganan Kasus
Angin Kencang Hambat Pemadaman Karhutla Lawu, Ahmad Luthfi Kerahkan Dukungan Udara
Ahmad Luthfi Minta KDMP Jateng Jual Pangan Murah dan Serap Hasil Panen Petani
Tak Lagi Berjuang Sendiri, Warga Kendalrejo Dapat Dukungan Rumah hingga Usaha
Ahmad Luthfi Pulihkan Hak Petani Pagilaran, 1.947 Sertifikat Tanah Siap Dikembalikan
Ahmad Luthfi Sambut Pangdam Baru, Sinergi TNI dan Pemprov Jateng Diperkuat

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:56 WIB

Tekan Abrasi dan Rob, Hybrid Sea Wall Dibangun di Pesisir Sayung

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Taj Yasin Soroti Data Bansos di Pemalang, Warga Mampu Diminta Tak Lagi Menerima

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Jenguk Orang Tua Aqib, Wagub Jateng Tekankan Keterbukaan dalam Penanganan Kasus

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:56 WIB

Angin Kencang Hambat Pemadaman Karhutla Lawu, Ahmad Luthfi Kerahkan Dukungan Udara

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:46 WIB

Ahmad Luthfi Minta KDMP Jateng Jual Pangan Murah dan Serap Hasil Panen Petani

Berita Terbaru