SEMARANG – Upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang sehat terus diperkuat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah menggandeng Fatayat NU Jawa Tengah untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan melalui jaringan kader perempuan yang tersebar hingga tingkat daerah.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan deklarasi bersama dalam peringatan Hari Lahir Fatayat NU di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang. Melalui kerja sama ini, kader-kader Fatayat NU akan didorong menjadi agen edukasi keuangan yang mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Sebanyak 500 pengurus wilayah dan cabang Fatayat NU se-Jawa Tengah mengikuti kegiatan edukasi keuangan yang digelar OJK. Mereka mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan keluarga, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan yang legal, serta cara mengenali berbagai modus penipuan keuangan yang marak terjadi di masyarakat.
Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah, Hidayat Prabowo, mengatakan organisasi perempuan memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Menurutnya, kader Fatayat NU memiliki kedekatan yang kuat dengan keluarga dan komunitas sehingga dapat menjadi ujung tombak penyebaran edukasi keuangan.
“Melalui kolaborasi ini, kami berharap lahir semakin banyak kader yang mampu menjadi duta literasi keuangan dan memberikan edukasi secara berkelanjutan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Hidayat menambahkan, peningkatan literasi keuangan menjadi salah satu langkah penting untuk melindungi masyarakat dari berbagai aktivitas keuangan ilegal, termasuk pinjaman online ilegal dan investasi bodong yang masih kerap memakan korban.
Ketua PW Fatayat NU Jawa Tengah, Tazkiyatul Muthmainnah, menyatakan pihaknya siap mendukung program tersebut dengan mengoptimalkan jaringan organisasi hingga tingkat kabupaten dan kota.
Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam mengelola ekonomi keluarga sehingga pemahaman yang baik mengenai keuangan akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin kader Fatayat tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan, tetapi juga menjadi penggerak literasi keuangan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Ke depan, setiap cabang Fatayat NU di Jawa Tengah akan menyiapkan perwakilan sebagai duta literasi keuangan. Program ini juga akan diperluas melalui sinergi dengan kantor-kantor OJK di daerah guna menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat, mulai dari perempuan, keluarga, hingga pelaku UMKM.
Dengan langkah tersebut, OJK dan Fatayat NU berharap masyarakat semakin cerdas dalam mengelola keuangan, mampu memilih layanan keuangan yang legal, serta terhindar dari berbagai bentuk kejahatan keuangan yang merugikan. (*)









