Produk Pangan Murah di Jateng Fair 2025 Banjir Pengunjung

- Reporter

Senin, 30 Juni 2025 - 19:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAMAI -Jateng Fair 2025 ramai dipadati pengunjung (ist/Tya)

RAMAI -Jateng Fair 2025 ramai dipadati pengunjung (ist/Tya)

SEMARANG – Sejumlah pruduk pangan murah yang di jual di arena Jateng Fair 2025 di kompleks PRPP Kota Semarang dibanjiri pengunjung. Produk seperti jagung ketan, salak organik, buah naga, hingga kopi banyak dibeli oleh warga.

Perwakilan petani dari komunitas kopi Jawa Tengah binaan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) provinsi Jateng, Ridho Sudarno mengatakan, produk kopi lokal menjadi salah satu produk paling diminati. Salah satunya adalah kopi bir.

Kopi bir sendiri bukan minuman beralkohol. Dinamakan demikian karena sensasi rasanya yang unik—sedikit bersoda, asam, dan manis segar. Banyak pejabat publik yang sudah menikmati kopi tersebut, di antaranya Gubernur Ahmad Luthfi saat berkunjung ke gerai pameran tersebut.

“Kopi ini juga jadi favorit Pak Nana Sudjana (Pj Gubernur Jateng) dan Pak Sri Puryono (eks Sekda Jateng). Bahkan beliau-beliau masih rutin pesan,” kata saat ditemui pada Senin, 30 Juni 2025.

Baca Juga :  Sido Muncul Teken MoU dengan BKKBN Jateng, Perkuat Komitmen Sosial di Bidang Keluarga dan Anak

Kopi yang dipamerkan berasal dari petani binaan Distanbun. Beberapa varietas yang juga dikenalkan antara lain Gayo, Kartikasari, Yellow Katura—yang warnanya berubah dari hijau ke kuning saat matang—hingga Kopi Lanjan/Wulung dari Sumowono Kabupaten Semarang.

“Kami ingin pengunjung tidak sekadar belanja, tapi juga belajar. Tiap hari ada kopi gratis dan sesi edukasi soal kopi lokal Jateng,” ujarnya.

Tak hanya kopi, perwakilan Distanbun Jateng, Danik Ayu menuturkan, banyak komoditas juga menarik perhatian, karena harganya jauh lebih murah dari pasaran. Di antaranya jagung ketan dijual Rp16.000/kg (harga pasar Rp20.000), salak pondok organik Rp10.000/kg (harga pasar Rp15.000), dan jeruk wokam Rp20.000/pack, lebih hemat dari biasanya.

Salah seorang pengunjung asal Semarang, Desti mengaku, membeli kentang karena harganya lebih murah dari pasaran.

“Di pasar 14 ribu cuma dapat kentang kecil-kecil. Di sini 15 ribu dapat yang besar-besar,” ujar dia.

Baca Juga :  Road Show Maung di Semarang, Kenalkan Produk Lokal dan Bagikan Sembako ke Warga Kurang Mampu

Mahasiswa asal Semarang, Gabriel, berharap event ini terus dikembangkan, karena banyak hal yang menarik bagi masyarakat.

“Semoga ke depan lebih meriah lagi dan banyak artis nasional biar makin ramai,” ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan, Jateng Fair bukan sekadar ajang pameran. Jateng Fair merupakan tonggak sejarah untuk menciptakan inovasi baru dan wadah untuk menghubungkan konektivitas antara budaya, seni, ekonomi, ekonomi kreatif, UMKM, bahkan terkait dengan investasi.

“Ini dalam rangka menumbuhkan konektivitas antara budaya, seni, ekonomi, ekonomi kreatif, UMKM, bahkan terkait dengan investasi semua kita tampilkan,” tuturnya

Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta perwakilan dari kabupaten/kota se-Jawa Tengah, lanjutnya, juga turut serta menampilkan potensi dan produk unggulan mereka. (*)

Berita Terkait

Rumah Rakyat Jateng Semakin Lengkap, Warga Bisa Rekam e-KTP hingga Urus KIA
Komisi Irigasi Jateng Dikukuhkan, Siap Jaga Ketahanan Air dan Pangan
Fatayat NU dan OJK Jateng Bersinergi Tingkatkan Literasi Keuangan Perempuan
Rupiah Borobudur Playon 2026 Kembali Digelar, Padukan Sport Tourism, Edukasi Rupiah dan Aksi Berbagi
Produksi Energi Menurun, Gubernur Luthfi Soroti Krisis Sedimentasi Waduk Mrica
NGASAB Hangatkan Akhir Pekan, Ayah dan Anak Ciptakan Cerita di Jalan Bersama Honda PCX 160
Vita Ervina Kenalkan Program MBG di Magelang untuk Percepat Penanganan Masalah Gizi Anak
Bunda PAUD Jateng Pastikan Anak Korban Banjir Pekalongan Tetap Ceria dan Siap Kembali Sekolah

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:25 WIB

Rumah Rakyat Jateng Semakin Lengkap, Warga Bisa Rekam e-KTP hingga Urus KIA

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:10 WIB

Komisi Irigasi Jateng Dikukuhkan, Siap Jaga Ketahanan Air dan Pangan

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:03 WIB

Fatayat NU dan OJK Jateng Bersinergi Tingkatkan Literasi Keuangan Perempuan

Senin, 25 Mei 2026 - 19:02 WIB

Rupiah Borobudur Playon 2026 Kembali Digelar, Padukan Sport Tourism, Edukasi Rupiah dan Aksi Berbagi

Selasa, 19 Mei 2026 - 06:01 WIB

Produksi Energi Menurun, Gubernur Luthfi Soroti Krisis Sedimentasi Waduk Mrica

Berita Terbaru