Semarang – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, mendukung rencana Pemerintah Provinsi Jawa Tengah merevitalisasi sekitar 72 ribu hektare tambak di kawasan Pantai Utara (Pantura).
Menurutnya, langkah tersebut menjadi strategi penting untuk meningkatkan produktivitas sektor perikanan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat pesisir.
Heri mengatakan, sektor kelautan dan perikanan memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan garis pantai yang membentang di 17 kabupaten/kota, Jawa Tengah memiliki sumber daya yang perlu dikelola secara optimal agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Menurutnya, revitalisasi tambak merupakan langkah yang tepat karena sebagian besar tambak di kawasan Pantura hingga kini masih dikelola secara tradisional. Kondisi tersebut dinilai membuat produktivitas budidaya ikan dan udang belum optimal.
“Revitalisasi tambak perlu kita dukung karena akan meningkatkan produktivitas perikanan sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir. Potensi yang dimiliki Jawa Tengah sangat besar dan harus dimanfaatkan secara maksimal,” ujar Heri.
Ia menilai program revitalisasi tidak cukup hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur tambak. Pemerintah juga perlu memastikan ketersediaan benih unggul, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta akses pemasaran agar hasil budidaya memiliki daya saing yang lebih tinggi.

Heri juga mendukung upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengoptimalkan balai perikanan milik pemerintah sebagai sentra pembibitan ikan dan udang. Menurutnya, keberadaan balai pembibitan akan membantu memenuhi kebutuhan benih berkualitas bagi para pembudidaya.
“Ketersediaan benih yang berkualitas menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan hasil produksi. Karena itu, balai perikanan harus benar-benar dioptimalkan untuk mendukung kebutuhan para pembudidaya,” katanya.
Selain itu, ia mendorong Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah memperkuat pendampingan kepada masyarakat, mulai dari penyediaan benih, penerapan teknologi budidaya, pembinaan manajemen usaha, hingga perluasan akses pemasaran hasil panen.
Menurut Heri, kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat juga perlu terus diperkuat agar program revitalisasi berjalan sesuai target. Ia mengapresiasi langkah Pemprov Jateng yang telah berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait rencana revitalisasi tambak Pantura seluas sekitar 72 ribu hektare tersebut.
Ia berharap program tersebut tidak hanya meningkatkan produksi ikan dan udang, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir, serta mendukung program swasembada pangan nasional.
“Program revitalisasi tambak harus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Jika dikelola dengan baik, sektor perikanan akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi Jawa Tengah sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” pungkasnya









