Desa di Kudus Ini Bisa Kelola Sampah Mandiri dengan Insinerator

- Reporter

Selasa, 24 Juni 2025 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUDUS – Untuk mendukung pengelolaan sampah residu secara mandiri, Pemerintah Kabupaten Kudus menerima dua unit insinerator dari program corporate social responsibility (CSR) Bakti Lingkungan Djarum Foundation. Bantuan tersebut diberikan kepada Pemerintah Desa Jati Kulon dan Kedungdowo.

Program Director Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Jemmy Cahyadi berharap, dengan bantuan yang diberikan, masyarakat semakin sadar dan konsisten dalam memilah sampah, sejak dari rumah.

“Dua insinerator ini untuk mengelola sampah residu. Kami harap, usai serah terima insinerator ini, masyarakat makin sadar, peduli, dan terus berkomitmen memilah sampah,” ujarnya, pada penyerahan bantuan tersebut di Taman Celosia, Desa Jati Kulon, Senin (23/6/2025).

Baca Juga :  Bunda PAUD Jateng Pastikan Anak Korban Banjir Pekalongan Tetap Ceria dan Siap Kembali Sekolah

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. Menurutnya, bantuan itu menjadi semangat baru bagi kepala desa, untuk meningkatkan tanggung jawab dalam pengelolaan lingkungan berbasis desa.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan bantuan insinerator ini. Ini memberikan semangat untuk kepala desa, untuk mengelola sampahnya secara mandiri,” ujar bupati.

Bupati menambahkan, pihaknya juga akan menjalin kerja sama dengan PT Semen Indonesia Gresik dan Swedfund untuk mengembangkan pengelolaan sampah dengan metode Refuse Derived Fuel (RDF), yang mulai dialokasikan dalam perubahan APBD.

Baca Juga :  Panen Udang Vaname Berkualitas di KIW, Sekda Sumarno: Bisa Menginspirasi Masyarakat untuk Budi Daya

“Di perubahan APBD, kami juga bekerja sama dengan PT Semen Indonesia Gresik dan Swedfund, bagaimana sampah ini dikelola dengan metode RDF,” jelasnya.

Dia menegaskan, masyarakat tetap menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah. Edukasi dan kebiasaan memilah sampah disebut sebagai langkah awal yang penting.

“Peran masyarakat ini sangat penting, bagaimana masyarakat bisa mengelola sampahnya sendiri. Caranya sederhana, dengan memilah sampah,” tandasnya.

Berita Terkait

Rupiah Borobudur Playon 2026 Kembali Digelar, Padukan Sport Tourism, Edukasi Rupiah dan Aksi Berbagi
Produksi Energi Menurun, Gubernur Luthfi Soroti Krisis Sedimentasi Waduk Mrica
NGASAB Hangatkan Akhir Pekan, Ayah dan Anak Ciptakan Cerita di Jalan Bersama Honda PCX 160
Vita Ervina Kenalkan Program MBG di Magelang untuk Percepat Penanganan Masalah Gizi Anak
Bunda PAUD Jateng Pastikan Anak Korban Banjir Pekalongan Tetap Ceria dan Siap Kembali Sekolah
Sido Muncul Sabet Penghargaan GENTING Gold, Tegaskan Komitmen Perangi Stunting
Indosat Perluas AIvolusi5G di Jateng–DIY, Semarang Jadi Episentrum Internet Super Cepat
Berkas Lengkap, Tiga Tersangka Penggelapan Pajak Diserahkan DJP ke Kejari Semarang

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 19:02 WIB

Rupiah Borobudur Playon 2026 Kembali Digelar, Padukan Sport Tourism, Edukasi Rupiah dan Aksi Berbagi

Selasa, 19 Mei 2026 - 06:01 WIB

Produksi Energi Menurun, Gubernur Luthfi Soroti Krisis Sedimentasi Waduk Mrica

Rabu, 29 April 2026 - 10:24 WIB

NGASAB Hangatkan Akhir Pekan, Ayah dan Anak Ciptakan Cerita di Jalan Bersama Honda PCX 160

Senin, 16 Maret 2026 - 21:02 WIB

Vita Ervina Kenalkan Program MBG di Magelang untuk Percepat Penanganan Masalah Gizi Anak

Selasa, 20 Januari 2026 - 07:38 WIB

Bunda PAUD Jateng Pastikan Anak Korban Banjir Pekalongan Tetap Ceria dan Siap Kembali Sekolah

Berita Terbaru

Nasional

Menko Polkam: Daerah Tak Akan Maju Tanpa Forkopimda yang Kompak

Minggu, 31 Mei 2026 - 08:54 WIB

Pendidikan

Luthfi: Pesantren Harus Menjadi Ruang Aman bagi Santri

Minggu, 31 Mei 2026 - 06:09 WIB