Antusiasme Warga Pidodo Kulon Sambut Layanan Speling dan Bantuan Kube Pemprov Jateng

- Reporter

Rabu, 15 Oktober 2025 - 18:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KENDAL – Suasana Balai Desa Pidodo Kulon, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, berbeda dibanding hari-hari sebelumnya, Rabu, 15 Oktober 2025. Sejak matahari belum meninggi, warga sudah memadati halaman balai desa.

Ada yang membawa buku kesehatan, ada pula yang antre sambil menenteng beras bantuan. Hari itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Pelayanan Kesehatan Spesialistik “Sehat Bareng Lutfi Yasin”. Tak hanya itu, pemprov juga menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat setempat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin Selapanan Pemprov Jateng, di mana sejumlah program unggulan diturunkan langsung ke desa. Di antaranya Kelompok Usaha Bersama (Kube), Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), Pelayanan Kesehatan Spesialistik Keliling (Speling), serta Gerakan Pangan Murah (GPM).

Sukosalam, warga Kecamatan Gemuh, tampak sumpringah manakala usaha yang dirintisnya mendapat bantuan Kube dari Pemprov Jateng.

“Usaha kami bergerak di bidang penggemukan sapi, anggotanya sepuluh orang. Selama ini ya jalan sendiri-sendiri. Sekarang dapat bantuan Rp 20 juta, bisa buat beli pakan dan perbaiki kandang,” ujar Sukosalam sambil tersenyum.

Bantuan yang didapatkan membuat kelompoknya lebih semangat. “Rasanya senang sekali, ada perhatian langsung dari pemerintah. Jadi tambah motivasi buat berkembang,” ungkapnya.

Selain pemberdayaan ekonomi, pemprov juga menyalurkan 1 ton beras CPPD untuk 100 kepala keluarga di Pidodo Kulon, masing-masing mendapat 10 kilogram.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Gandeng Undip, BUMD, dan DPD RI Dorong Kebangkitan Industri Garam Nasional

Di sisi lain, tenda pelayanan kesehatan penuh dengan warga yang menunggu giliran pemeriksaan. Salah satunya Mustofa, warga setempat, yang datang bersama istrinya.

“Istri saya mau periksa THT. Biasanya periksa di Puskesmas Induk, kalau yang dekat sini kan puskesmas pembantu. Kalau ke rumah sakit ya agak jauh. Sekarang ada layanan dokter datang ke desa, jadi lebih mudah dan gratis,” ujarnya lega.

Cerita serupa datang dari Jamsari, penderita diabetes melitus (DM) yang sudah 15 tahun berjuang melawan penyakitnya.

“Dulu sempat berhenti berobat karena dikira sudah sembuh. Tahu-tahu kaki saya luka lagi. Terus dikasih tahu sama perangkat desa kalau ada Speling. Alhamdulillah, saya bisa periksa di sini tanpa harus jauh-jauh,” katanya.

Program Speling memang dirancang untuk mendekatkan layanan medis ke masyarakat desa. Hingga 13 Oktober 2025, program ini telah menjangkau 595 desa di 35 kabupaten/kota, dengan total 64.278 jiwa penerima manfaat.

Capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Jawa Tengah bahkan mencapai 9,51 juta jiwa atau 95,98% dari total pendaftar, lebih tinggi dibanding capaian nasional yang sebesar 93,24%.

Menurut perwakilan Puskesmas Patebon, Isti, kegiatan Speling ini bekerja sama dengan RSUD Tugu Kendal dengan menghadirkan dokter spesialis THT, penyakit paru, penyakit dalam, serta layanan radiologi dan pemeriksaan dasar lainnya.

Baca Juga :  Gubernur Ahmad Luthfi Keluarkan Edaran Aktifkan Lagi Jogo Tonggo dan Siskamling

“Antusiasme masyarakat luar biasa, lebih dari 100 orang datang hari ini. Beberapa pasien perlu pemeriksaan lanjutan, seperti rontgen paru karena hasil dahak negatif,” jelasnya.

Ia menambahkan, banyak warga yang datang untuk pemeriksaan hipertensi dan diabetes.

“Kami akan tindak lanjuti dengan pemantauan rutin lewat tim PTM (Penyakit Tidak Menular). Jadi tidak berhenti di sini saja,” ujar Isti.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang hadir meninjau lokasi menyampaikan apresiasi atas antusiasme warga. Gubernur menegaskan, program Speling merupakan bentuk nyata pemerataan pelayanan kesehatan hingga ke pelosok desa.

Selain itu, Speling menjadi salah satu program prioritas yang ia usung bersama Wakil Gubernur Taj Yasin dalam pelayanan kesehatan yang paripurna.

“Hari ini kita lihat sendiri, masyarakat bisa periksa gratis tanpa harus jauh-jauh ke rumah sakit. Inilah bukti bahwa pemerintah hadir untuk semua,” katanya.

Menurutnya, program ini sejalan dengan arahan Presiden dalam memperluas akses kesehatan gratis bagi masyarakat yang jauh dari fasilitas medis.

“Kami juga menemukan beberapa kasus TBC dan penyakit tidak menular lainnya. Nanti akan kami lakukan pelacakan dan pendampingan agar masyarakat bisa pulih bersama-sama,” ujarnya.*

Berita Terkait

BPBD Jateng Kerahkan Tim Gabungan Tangani Banjir di Solo Raya
Ahmad Luthfi Minta Pengawasan Kesehatan Ternak Ditingkatkan Jelang Iduladha
Turun Langsung, Luthfi Pastikan Penanganan Banjir Solo Raya Berjalan Cepat
Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan Banjir Solo Raya, Bantuan Terus Disalurkan
Melalui Bangga Kencana, Sekda Jateng Ajak Masyarakat Bangun Keluarga Tangguh
Halalbihalal di Rembang, Taj Yasin Serukan Maaf Tanpa Sekat
Program Makan Bergizi Gratis Disosialisasikan, DPR RI Ajak Masyarakat Terlibat
Kemenko Pangan Tunjuk Jateng Jadi Pilot Project Penguatan Kemitraan MBG

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 06:39 WIB

BPBD Jateng Kerahkan Tim Gabungan Tangani Banjir di Solo Raya

Rabu, 15 April 2026 - 16:27 WIB

Ahmad Luthfi Minta Pengawasan Kesehatan Ternak Ditingkatkan Jelang Iduladha

Rabu, 15 April 2026 - 15:32 WIB

Turun Langsung, Luthfi Pastikan Penanganan Banjir Solo Raya Berjalan Cepat

Rabu, 15 April 2026 - 15:23 WIB

Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan Banjir Solo Raya, Bantuan Terus Disalurkan

Selasa, 14 April 2026 - 17:26 WIB

Melalui Bangga Kencana, Sekda Jateng Ajak Masyarakat Bangun Keluarga Tangguh

Berita Terbaru