Pemprov Jateng Latih Disabilitas dan Keluarga Kurang Mampu Jadi Pekerja Industri

- Reporter

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggeber pelatihan tenaga kerja siap pakai untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan. Melalui Balai Industri Produk Tekstil dan Alas Kaki (BIPTAK) Disperindag Jateng, ratusan peserta dari keluarga kurang mampu hingga penyandang disabilitas, digembleng agar bisa langsung terserap dunia industri.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang memimpin Jateng duet Wagub Taj Yasin, meninjau langsung pelatihan operator garmen dan alas kaki di BIPTAK, Selasa (26/5/2026). Pada angkatan Mei 2026, sebanyak 300 peserta mengikuti pelatihan yang didukung Baznas Jateng, PLN Jateng, dan perusahaan mitra.

“Satu angkatan kita melatih 300 orang. Anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk disabilitas, juga dilatih di sini. Semuanya siap kerja di 11 perusahaan mitra,” kata Ahmad Luthfi usai berdialog dengan peserta pelatihan.

Program pelatihan tersebut menjadi bagian dari strategi Pemprov Jateng untuk mengurangi tingkat pengangguran terbuka (TPT), sekaligus memenuhi kebutuhan industri padat karya terhadap tenaga kerja terampil. Berdasarkan data BPS, TPT Jawa Tengah pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,24 persen.

Baca Juga :  Sosialisasi MBG di Banyumas, Teti: Kritik dan Masukan Masyarakat Bentuk Kepedulian Terhadap Program MBG

Menurut Ahmad Luthfi, penguatan sumber daya manusia menjadi kunci agar investasi dan industri di Jawa Tengah terus berkembang. Karena itu, pelatihan disusun sesuai kebutuhan perusahaan mitra agar peserta benar-benar siap terjun ke dunia kerja.

“Di sini dilatih menjahit, membuat pakaian, membuat sepatu, sampai produk jadi. Bahkan hasil pelatihan dalam seminggu sudah bisa dijual. Ini supaya anak-anak kita mampu bersaing dalam dunia kerja,” ujarnya.

Kepala Disperindag Jateng, Julu Emmylia, mengatakan, seluruh peserta mengikuti pelatihan selama 20 hari tanpa dipungut biaya. Selain pelatihan teknis, peserta juga mendapatkan fasilitas makan, penginapan, hingga antar-jemput menuju perusahaan mitra.

“Selesai pelatihan langsung kami tempatkan di perusahaan. Mereka menjadi karyawan tetap dengan gaji sesuai UMR,” katanya.

Emmy menjelaskan, kebutuhan tenaga kerja terlatih dari sektor industri mencapai sekitar 5.000 orang per tahun. Namun kapasitas BIPTAK saat ini baru mampu melatih sekitar 3.000 orang dalam beberapa angkatan.

Baca Juga :  Halalbihalal di Rembang, Taj Yasin Serukan Maaf Tanpa Sekat

Karena itu, kolaborasi pendanaan dengan perusahaan mitra, Baznas Jateng, dan PLN dinilai penting untuk memperluas daya tampung pelatihan.

“Kapasitas kami 3.000 orang, sementara anggaran reguler hanya mampu melatih 300 orang. Maka kami gandeng CSR perusahaan. Hampir 700 orang kami kerja sama dengan PT Mas Arya dan langsung ditempatkan bekerja di sana,” jelasnya.

Salah satu peserta asal Boyolali, Bina Una Cahyani, mengaku terbantu dengan program tersebut. Lulusan SMKN 1 Klego itu mengatakan, materi pelatihan mudah dipahami dan fasilitas yang diberikan cukup lengkap.

“Nanti setelah 10 hari langsung kerja di PT Mas Arya. Saya tahu pelatihan ini dari media sosial, lalu coba daftar,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Aldi Prasetya, peserta asal Batang. Ia menilai program pelatihan yang langsung terhubung dengan perusahaan sangat membantu pencari kerja.

“Setelah pelatihan langsung bisa diterima kerja. Kalau bisa kuotanya diperbanyak supaya lebih banyak anak muda dari daerah yang ikut,” katanya.***

Berita Terkait

ASN Terlibat Judi Online Bakal Ditindak, Pemprov Jateng Telusuri Data PPATK
Taj Yasin: Pemuda Harus Ambil Peran Nyata dalam Pencegahan Bencana
Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Jateng Didorong Jadi Pelopor Perubahan
Angka Perkawinan Anak Turun Tajam, Jateng Perluas Kolaborasi Perlindungan Anak
Bahu-Membahu Bantu Warga, TNI AL dan Mitra Salurkan 15.000 Liter Air Bersih
Hybrid Seawall Surodadi Dibangun, Warga Demak Berharap Tambak Kembali Produktif
Taj Yasin Dorong Gerakan Satu Rumah Satu Sumur Resapan untuk Hadapi Kemarau
Syabilla Berpulang saat Porprov, Taj Yasin Pastikan Evaluasi Keselamatan Atlet

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:33 WIB

ASN Terlibat Judi Online Bakal Ditindak, Pemprov Jateng Telusuri Data PPATK

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:12 WIB

Taj Yasin: Pemuda Harus Ambil Peran Nyata dalam Pencegahan Bencana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Jateng Didorong Jadi Pelopor Perubahan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Angka Perkawinan Anak Turun Tajam, Jateng Perluas Kolaborasi Perlindungan Anak

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Bahu-Membahu Bantu Warga, TNI AL dan Mitra Salurkan 15.000 Liter Air Bersih

Berita Terbaru