Semarang – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, meminta seluruh persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jateng 2026 terus dimatangkan agar ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut dapat berjalan sukses, baik dari sisi prestasi maupun penyelenggaraan.
Menurut Heri, Porprov bukan sekadar agenda kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi momentum penting untuk melahirkan atlet-atlet potensial yang nantinya diproyeksikan memperkuat Jawa Tengah pada ajang nasional.
“Porprov harus dipersiapkan secara matang. Tidak hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang menjadi kebanggaan Jawa Tengah,” ujarnya.
Porprov XVII Jateng dijadwalkan berlangsung pada 25–31 Oktober 2026 di kawasan Semarang Raya. Ajang yang digelar setiap empat tahun sekali itu akan melibatkan lebih dari 10.500 atlet dan pelatih dari seluruh kabupaten dan kota di Jateng.
Pelaksanaan Porprov tersebar di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal, Salatiga, Grobogan, dan Demak, sementara sejumlah cabor juga akan dipertandingkan di Kabupaten Blora. Sebanyak 59 cabor dengan total 830 nomor pertandingan akan diperebutkan selama pelaksanaan.
Heri menilai besarnya skala penyelenggaraan tersebut membutuhkan koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah, KONI Jateng, panitia pelaksana, serta seluruh kabupaten dan kota agar seluruh kebutuhan dapat dipenuhi dengan baik.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan sarana dan prasarana pertandingan, akomodasi kontingen, layanan kesehatan, keamanan, hingga kelancaran transportasi. Menurutnya, aspek tersebut akan sangat menentukan kenyamanan atlet dan kualitas penyelenggaraan.
“Seluruh venue harus dipastikan siap digunakan sesuai standar. Begitu juga fasilitas pendukung lainnya harus dipersiapkan sejak dini agar pelaksanaan Porprov berjalan lancar tanpa kendala berarti,” katanya.

Selain mengejar prestasi, Heri berharap penyelenggaraan Porprov mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di daerah tuan rumah. Kehadiran ribuan atlet, pelatih, ofisial, dan pendukung diperkirakan akan meningkatkan aktivitas sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga usaha mikro dan kecil.
Menurutnya, momentum tersebut perlu dimanfaatkan secara maksimal melalui keterlibatan pelaku UMKM dan promosi berbagai potensi daerah kepada para peserta maupun pengunjung.
“Porprov bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian daerah. Karena itu, seluruh daerah tuan rumah perlu mempersiapkan diri agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Heri menambahkan, DPRD Jawa Tengah akan terus mendukung upaya pemerintah dalam menyukseskan Porprov XVII. Ia berharap penyelenggaraan tahun ini dapat menjadi ajang pembinaan atlet yang berkualitas sekaligus memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu lumbung prestasi olahraga nasional.









