SEMARANG – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk menunjukkan komitmennya yang semakin besar dalam mendukung program-program sosial di bidang keluarga dan anak. Langkah tersebut terwujud dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Sido Muncul dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah.
MoU ini bertujuan untuk mempererat kerjasama dalam mengembangkan berbagai inisiatif yang mendukung kesejahteraan keluarga, khususnya dalam memberikan edukasi, informasi, dan pelayanan terkait keluarga berencana dan pengasuhan anak yang berkualitas.
Adanya kolaborasi ini, Sido Muncul berharap dapat lebih berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang keluarga dan anak-anak di Jawa Tengah.
Sido Muncul sangat berkomitmen mendukung program pemerintah dalam menyediakan layanan pengasuhan anak yang aman dan berkualitas.
“Melalui MoU ini, kami ingin memastikan, pengasuhan anak di TPA dan PAUD yang kami bantu ini memenuhi standar yang ditetapkan, serta memberikan rasa aman bagi orang tua yang bekerja,” ujar Amri.
Program ini akan mendampingi dua mitra binaan, yaitu TPA Khariztma Kids di Dusun Pelemsari, Desa Doplang, Kecamatan Bawen, dan PAUD As Syukur di Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur. Keduanya dipilih berdasarkan rekomendasi BKKBN Provinsi Jawa Tengah.
“PT Sido Muncul benar-benar berkomitmen mendukung program pemerintah. Melalui MoU ini, kami ingin ikut memastikan layanan pengasuhan anak yang aman, berkualitas, dan sesuai standar,” ujar Amri Cahyono.
Ruang lingkup kerja sama meliputi pelatihan peningkatan kompetensi pengasuh, pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala, serta penyediaan fasilitas bermain dan edukasi. Selain itu, Sido Muncul juga membantu publikasi dan sosialisasi TPA mitra agar semakin dipercaya masyarakat.
“Harapannya, orang tua bisa bekerja dengan tenang karena anak-anak mereka dititipkan di tempat yang terjamin kualitasnya. Mereka bisa fokus di pekerjaan, lalu sore hari menjemput sambil tetap memantau perkembangan anak,” imbuh Amri.
BKKBN menyediakan modul edukasi, materi pelatihan, serta memfasilitasi rujukan layanan kesehatan bila dibutuhkan. Sementara Sido Muncul memberikan dukungan finansial, sarana-prasarana, serta pendampingan teknis dan publikasi.
Kerja sama ini berlaku selama dua tahun sejak penandatanganan. Evaluasi bersama akan dilakukan secara berkala dan terbuka kemungkinan perpanjangan program sesuai kebutuhan.
Melalui kolaborasi ini, Sido Muncul dan BKKBN berharap bisa mendorong terciptanya lingkungan kerja ramah keluarga sekaligus berkontribusi pada pencapaian target pembangunan keluarga sejahtera di Jawa Tengah.
Selain itu, PT Sido Muncul juga berperan dalam mendukung publikasi dan sosialisasi program ini agar masyarakat semakin mempercayai kualitas layanan yang diberikan.
BKKBN akan menyediakan modul edukasi, materi pelatihan, serta memfasilitasi rujukan layanan kesehatan bagi anak-anak yang membutuhkan. PT Sido Muncul, di sisi lain, akan memberikan dukungan finansial, sarana-prasarana, serta pendampingan teknis untuk memastikan kualitas layanan yang diberikan.
Evaluasi dan Harapan Ke Depan
Kerja sama ini akan berlangsung selama dua tahun, dengan evaluasi berkala untuk memastikan kualitas dan keberlanjutannya. Ada kemungkinan program ini akan diperpanjang sesuai dengan hasil evaluasi dan kebutuhan yang ada.
Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN Nopia. adusti disela penandatangan kerjasama dengan 10 perusahaan dalam program TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) di Semarang, Sabtu (20/9/2025) menyampaikan dalam upaya mewujudkan generasi emas Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Pembangunan Kependudukan dan Keluarga mengajak berbagai pihak, termasuk perusahaan, untuk turut berperan dalam mendukung perkembangan anak-anak sejak dini.
Program ini , lanjut Nopian lebih menekankan pada pentingnya keluarga dalam memastikan tumbuh kembang anak-anak. Terutama bagi ibu-ibu yang bekerja, diharapkan anak-anak mereka mendapatkan perhatian dan pendidikan yang optimal.
“Kami ingin memastikan, ketika ibu-ibu bekerja, anak-anak mereka tetap mendapatkan asuhan yang berkualitas. Ini adalah investasi yang bukan hanya untuk masa depan dunia, tetapi juga untuk kehidupan akhirat,” ujarnya.
Program ini bertujuan untuk mempersiapkan anak-anak sejak dini, ibarat tanaman yang membutuhkan perawatan khusus di awal pertumbuhannya, agar nantinya dapat tumbuh menjadi individu yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Dengan dukungan ini, diharapkan Indonesia dapat mewujudkan visi Indonesia Emas di masa depan.
Kolaborasi Pemerintah dan Perusahaan
Tak hanya pemerintah, perusahaan-perusahaan juga diundang untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung program ini. Sepuluh perusahaan di Jawa Tengah telah berkomitmen untuk terlibat dalam mendampingi dan menyediakan fasilitas pendidikan serta perawatan anak-anak di sekitar lingkungan perusahaan mereka. Ini termasuk pemberian pelatihan dan pendampingan untuk Tempat Penitipan Anak (TPA) yang sudah ada, serta pembangunan fasilitas baru yang dapat mendukung kebutuhan anak-anak pekerja dan masyarakat sekitar.
“Ke depannya, kami berharap perusahaan-perusahaan juga semakin peduli terhadap perkembangan anak-anak di lingkungan sekitar mereka. Ini adalah bentuk tanggung jawab sosial yang sangat penting, karena anak-anak adalah investasi terbesar bagi masa depan bangsa,” jelasnya
Jika masalah pengasuhan dan pendidikan anak ditangani secara gotong royong, diharapkan dapat tercipta generasi yang tangguh dan berkualitas.
“Melalui program ini, kami berharap Indonesia dapat mencetak generasi emas yang siap bersaing di dunia global. Kami ingin memastikan bahwa anak-anak kita berkembang dengan baik, memiliki dasar yang kuat untuk masa depan mereka,” tambahnya.
Program ini bertujuan untuk mempersiapkan anak-anak sejak dini, ibarat tanaman yang membutuhkan perawatan khusus di awal pertumbuhannya, agar nantinya dapat tumbuh menjadi individu yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Dengan dukungan ini, diharapkan Indonesia dapat mewujudkan visi Indonesia Emas di masa depan.
Kolaborasi Pemerintah dan Perusahaan
Tak hanya pemerintah, perusahaan-perusahaan juga diundang untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung program ini. Sepuluh perusahaan di Jawa Tengah telah berkomitmen untuk terlibat dalam mendampingi dan menyediakan fasilitas pendidikan serta perawatan anak-anak di sekitar lingkungan perusahaan mereka. Ini termasuk pemberian pelatihan dan pendampingan untuk Tempat Penitipan Anak (TPA) yang sudah ada, serta pembangunan fasilitas baru yang dapat mendukung kebutuhan anak-anak pekerja dan masyarakat sekitar.
“Ke depannya, kami berharap perusahaan-perusahaan juga semakin peduli terhadap perkembangan anak-anak di lingkungan sekitar mereka. Ini adalah bentuk tanggung jawab sosial yang sangat penting, karena anak-anak adalah investasi terbesar bagi masa depan bangsa,” tutupnya. (*)









