Jateng Genjot Swasembada Pangan Lewat Mega Farm Sapi Perah Terpadu Brebes

- Reporter

Kamis, 16 April 2026 - 20:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Jawa Tengah yang dipimpin gubernur Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), bersiap mencatat lompatan besar dalam sektor ketahanan pangan nasional melalui rencana pembangunan peternakan sapi perah terpadu berskala besar di Kabupaten Brebes. Proyek strategis ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

Investasi yang digarap PT Global Dairy Bersama (GDB), bagian dari Djarum Group, tersebut diyakini tidak hanya akan meningkatkan produksi susu nasional, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian daerah secara signifikan.

“Saya sebagai gubernur sangat mendukung. Kita harus support agar Brebes menjadi kabupaten yang berdaya saing,” ujar Ahmad Luthfi saat menerima audiensi Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian bersama jajaran GDB di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, Jawa Tengah saat ini menjadi salah satu tujuan utama investasi, baik dari dalam maupun luar negeri. Kondisi keamanan yang kondusif, kepastian hukum, kemudahan perizinan, serta tenaga kerja yang kompetitif menjadi faktor utama daya tarik tersebut.

Lebih lanjut, Ahmad Luthfi menegaskan, pemerintah daerah membuka ruang luas bagi investasi yang mendukung swasembada pangan, termasuk sektor peternakan sapi perah.

“RPJM 2026 kita fokus pada swasembada pangan, termasuk susu. Maka investasi seperti ini sangat strategis,” tegasnya.

Direktur Jenderal PKH Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengungkapkan, proyek ini berpotensi menjadi mega farm sapi perah terbesar di Indonesia, dengan kapasitas lebih dari 30.000 ekor sapi.

Baca Juga :  Salatiga Food & Multi Product Exhibition 2025, Dorong Kebangkitan Ekonomi Lokal

“Jika terwujud, ini akan menjadi yang terbesar. Saat ini, peternakan terbesar dalam satu hamparan baru sekitar 20.000 ekor,” ujarnya.

Ia menjelaskan, mega farm tersebut diproyeksikan mampu menyumbang hingga 18 persen produksi susu nasional. Saat ini, produksi susu dalam negeri baru mencapai sekitar 1 juta ton per tahun, jauh dari kebutuhan nasional sebesar 4,7 juta ton.

“Artinya, sekitar 80 persen masih impor. Kehadiran proyek ini akan sangat membantu menekan ketergantungan tersebut,” jelasnya.

Selain itu, proyek ini juga berpotensi mendongkrak posisi Jawa Tengah dalam peta produksi susu nasional. Saat ini, Jawa Tengah berada di peringkat ketiga setelah Jawa Timur dan Jawa Barat.

“Ke depan, Jawa Tengah bisa naik ke peringkat dua, bahkan menyamai Jawa Timur,” tambah Agung.

Pemerintah pusat, lanjutnya, telah menyiapkan berbagai dukungan, mulai dari penyediaan bibit sapi impor dari sejumlah negara hingga penguatan sistem kesehatan hewan guna mencegah penyakit seperti PMK dan LSD.

Sementara itu, perwakilan PT GDB, Ihsan Mulia Putri, menyampaikan, proyek ini dirancang sebagai peternakan modern berbasis teknologi dengan konsep berkelanjutan dan terintegrasi.

“Ini bukan sekadar peternakan, tetapi ekosistem dari hulu ke hilir,” ujarnya.

Mega farm yang akan dibangun di atas lahan seluas 710 hektare ini mengusung konsep close loop system, di mana limbah ternak diolah menjadi biogas sebagai sumber energi, dan residunya dimanfaatkan sebagai pupuk. Sistem daur ulang air juga akan diterapkan untuk efisiensi sumber daya.

Baca Juga :  Potong Tumpeng HUT ke-27 SP PLN, Abrar Ali Tegaskan Perjuangan Hak Pekerja

Proyek ini ditargetkan memiliki populasi sekitar 28.000 sapi perah dengan produksi mencapai 180.000 ton susu per tahun. Selain itu, akan dibangun fasilitas pengolahan susu, pabrik pakan, serta kawasan perkebunan jagung untuk mendukung kebutuhan pakan ternak.

“Kontribusinya terhadap produksi nasional bisa mencapai 18 persen, dan untuk Jawa Tengah bisa meningkatkan produksi hingga dua kali lipat,” ungkap Ihsan.

Dari sisi sosial ekonomi, proyek ini diproyeksikan melibatkan sekitar 5.000 petani untuk penyediaan pakan di lahan 2.000 hektare, serta menggandeng sekitar 8.000 peternak dalam pengembangan sapi perah.

“Ini juga bentuk pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.

Persiapan lahan akan dimulai pada Juni 2026, sementara pembangunan ditargetkan rampung pada akhir 2027. Produksi perdana (first milking) dijadwalkan berlangsung pada Desember 2027.

Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menyambut baik investasi tersebut dan menyebutnya sebagai peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ini kebanggaan bagi kami. Investasi ini berskala nasional dan bisa menjadi solusi pengentasan kemiskinan di Brebes,” ujarnya.

Ia berharap proyek ini mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan warga, serta memperkuat sektor peternakan sebagai pilar ketahanan pangan daerah.

“Kami siap mendukung penuh sesuai kewenangan dan regulasi yang berlaku,” ungkapnya.*

Berita Terkait

BRI Dukung Apresiasi Pendonor Darah PMI Semarang melalui Berbagai Layanan
BRI BO Pattimura Perkuat Kerja Sama dengan RS Panti Wilasa Citarum
Kolaborasi Lintas Sektor Antar Jateng Masuk 10 Besar Jamsostek Award 2026
BULOG Layani 1.985 KDKMP, Pesanan Beras SPHP Tembus 624 Ton
Tak Cukup Bangun Gedung, Koperasi Merah Putih di Jateng Dituntut Hidupkan Ekonomi Desa
The People’s Cafe Hadirkan Menu Wiken dari Film Empat Musim Pertiwi, Persahabatan Kini Bisa Dicicipi
Pengadaan Beras BULOG Pecahkan Rekor, Jateng Serap 406 Ribu Ton
Ahmad Luthfi Perkuat Kolaborasi BPKP, Pengelolaan Anggaran Harus Efektif

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:49 WIB

BRI Dukung Apresiasi Pendonor Darah PMI Semarang melalui Berbagai Layanan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Kolaborasi Lintas Sektor Antar Jateng Masuk 10 Besar Jamsostek Award 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:42 WIB

BULOG Layani 1.985 KDKMP, Pesanan Beras SPHP Tembus 624 Ton

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Tak Cukup Bangun Gedung, Koperasi Merah Putih di Jateng Dituntut Hidupkan Ekonomi Desa

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:08 WIB

The People’s Cafe Hadirkan Menu Wiken dari Film Empat Musim Pertiwi, Persahabatan Kini Bisa Dicicipi

Berita Terbaru