Dukung UMKM Masuk Ritel Modern, Jateng Dapat Apresiasi Menteri Maman

- Reporter

Kamis, 20 November 2025 - 17:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, mengapresiasi langkah Provinsi Jawa Tengah memberi dukungan dan perhatian besar terhadap pelaku UMKM di Jawa Tengah. Perkembangan UMKM di Jateng dinilai berkembang.

Menteri UMKM Maman Abdurahman meyakini, dukungan besar dari Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, akan menjadikan UMKM di Jawa Tengah kian lebih maju.

Menurut Maman, perhatian besar dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut juga dapat dilihat bagaimana penyaluran KUR di Jawa Tengah menempati peringkat pertama nasional. Nilainya sudah mencapai Rp 41,4 triliun kepada 791 debitur.

“Luar biasa Jawa Tengah ini,” kata Maman saat menghadiri peluncuran program Kemudahan Usaha Mikro Bermitra (Kumitra) di Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Kamis, 20 November 2025.

Dijelaskan, melalui program Kumitra ini, Kementerian UMKM bersama Pemerintah Provinsi mengajak berkolaborasi membangun kemitraan antara usaha mikro dengan usaha menengah dan besar. Maman mencontohan, pelaku usaha mikro yang disambungkan dengan ritel modern untuk menjual produknya.

“Ada juga bentuk-bentuk kemitra dengan usaha-usaha besar lainnya. Ini bagian upaya kita untuk mendorong dan membuka market usaha mikro lebih luas,” kata Maman.

Baca Juga :  BULOG dan Pemerintah Jawa Tengah Upayakan Penyerapan Gabah dan Beras Petani Lokal Secara Optimal

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, UMKM merupakan salah satu pondasi pembangunan ekonomi daerah. Ia memberi perhatian penuh terhadap pelaku UMKM, untuk terus ditingkatkan dalam hal pendampingan dan pemberdayaan agar naik kelas dan berdaya saing.

“Sektor yang tidak terkena krisis selama masa pandemi covid lalu adalah UMKM. Di Jawa Tengah, UMKM merupakan pahlawan yang harus kita dorong untuk lebih meningkat lagi,” kata Ahmad Luthfi saat memberikan sambutan.

Dijelaskan, banyak aspirasi dari pelaku UMKM terkait tantangan usaha yang dihadapi di setiap daerah. Gubernur mencontohkan, beberapa waktu lalu ia sempat berdialog dengan pelaku usaha mikro dan kecil di Kabupaten Tegal.

Di sana ia menemukan fakta banyak pelaku usaha mikro yang kesulitan dalam hal pemasaran, khususnya untuk masuk ke ritel modern atau minimarket.

“Kebutuhan pelaku usaha mikro agar bisa masuk ke minimarket, hari ini difasilitasi adanya Kumitra. Nantinya program ini akan menjembatani kemitraan, sehingga UMKM bisa berdaya di wilayah kita,” ungkap Ahmad Luthfi.

Dijelaskan, Kumitra merupakan program kolaborasi antara Kemenko Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian UMKM, serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak.

Baca Juga :  Danamon Umumkan Penyesuaian Operasional Cabang Selama Libur Nyepi dan Idulfitri

Program ini akan menghubungkan pelaku usaha mikro dan kecil dengan perusahaan besar, lembaga pembiayaan, dan pendamping.

Langkah strategis lain yang dilakukan Gubernur Ahmad Luthfi adalah dengan mengoptimalkan Kecamatan Berdaya. Dalam Kecamatan Berdaya, seluruh kelompok terwadahi dan dibuatkan program untuk pemberdayaan dan peningkatan kualitas.

Meliputi kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah, kelompok perempuan berdaya, petani milenial, ekonomi kreatif, serta kelompok rentan dan disabilitas.

“Kami mempunyai program Kecamatan berdaya. Tempat di mana UMKM kita mempunyai daya saing, baik kelompok-kelompok ibu berdaya maupun adek-adek kita atau masyarakat kita yang disabilitas,” katanya.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menambahkan problem UMKM adalah pemasaran, bagaimana membangun jaringan dan menjual produknya.

Dorongan dari pemerintah pusat melalui program Kumitra akan sangat strategis, agar bisa lebih mengakselerasi pelaku UMKM untuk bermitra. Selama Pemprov Jateng sudah melakukan hal tersebut.

“Setiap ada penanaman modal di DPMPTSP, selalu kita identifikasi apa yang bisa digandengkan dengan UMKM. Kita selalu minta syarat itu, termasuk juga dengan tenaga kerja,” jelasnya.*

Berita Terkait

Kabar Gembira dari GMM, Penyerapan Tebu Petani Blora Tetap Aman Tahun Ini
BRI Semarang Salurkan KUR Rp5,63 T, Sektor Produktif Dominasi Pembiayaan
Luthfi Kawal Penerbitan HGB KITB demi Menarik Investasi dan Jaga Kepastian Hukum
BRI Purwodadi Gandeng Yayasan Lokal, Sisir Warga Terdampak Ekonomi untuk Bagikan Sembako
Menteri Ferry Sebut Jateng Terdepan Pembentukan Koperasi Berbadan Hukum
Semarang Tambah Pilihan Kuliner, The People’s Cafe dari ISMAYA Group Resmi Buka di Pollux Mall Paragon
Lonjakan Harga Plastik, Pemprov Jateng Gandeng Polisi Cegah Penimbunan
Akpol Dapat Bus Pendidikan dari BRI, Dorong Kualitas Taruna

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 13:20 WIB

Kabar Gembira dari GMM, Penyerapan Tebu Petani Blora Tetap Aman Tahun Ini

Rabu, 15 April 2026 - 12:57 WIB

BRI Semarang Salurkan KUR Rp5,63 T, Sektor Produktif Dominasi Pembiayaan

Rabu, 15 April 2026 - 12:20 WIB

Luthfi Kawal Penerbitan HGB KITB demi Menarik Investasi dan Jaga Kepastian Hukum

Rabu, 15 April 2026 - 11:37 WIB

BRI Purwodadi Gandeng Yayasan Lokal, Sisir Warga Terdampak Ekonomi untuk Bagikan Sembako

Selasa, 14 April 2026 - 15:55 WIB

Menteri Ferry Sebut Jateng Terdepan Pembentukan Koperasi Berbadan Hukum

Berita Terbaru