Gubernur Luthfi Buka Akses Sekolah bagi 5.000 Anak dari Keluarga Miskin Ekstrem

- Reporter

Rabu, 8 Juli 2026 - 17:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem tetap terjamin. Setelah ratusan calon murid baru tidak lolos dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) program sekolah kemitraan, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyiapkan bantuan pendidikan bagi 5.000 warga miskin ekstrem agar tetap dapat bersekolah di SMA maupun SMK negeri dan swasta.

Ahmad Luthfi mengatakan, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah telah memproyeksikan skema bantuan pendidikan bagi 5.000 warga miskin ekstrem. Bantuan tersebut akan disalurkan melalui sekolah negeri maupun sekolah swasta sesuai kebutuhan.

“Catatan kita dari miskin ekstrem yang kemarin 5.000, nanti akan kita bagi ke sana. Jadi Dinas Pendidikan sudah memproyeksikan kita akan bantu 5.000 masyarakat yang miskin ekstrem. Kita bagi kepada sekolah swasta maupun sekolah negeri,” kata Luthfi usai rapat paripurna di DPRD Jawa Tengah, Rabu (8/7/2026).

Baca Juga :  10 Ribu Pelajar Warnai Hari Pahlawan dengan Kirab Merah Putih Sepanjang 1.945 Meter

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemprov Jawa Tengah agar persoalan akses pendidikan bagi keluarga miskin dapat dituntaskan. Seluruh skema penyaluran bantuan telah dipetakan sehingga tidak ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.

“Itu sudah kita bagi habis. Dan nanti tidak akan terjadi lagi di wilayah kita. Ini sudah kita lakukan sejak tahun 2025,” ujar pria yang duet Wagub Taj Yasin ini.

Sebelumnya, sebanyak 597 calon murid baru tidak lolos seleksi dalam SPMB program sekolah kemitraan. Pada tahun ajaran 2026, program tersebut menyediakan 5.004 kursi, namun baru terisi 3.662 siswa atau sekitar 73 persen.

Program sekolah kemitraan merupakan kebijakan Pemprov Jawa Tengah untuk memperluas akses pendidikan gratis bagi siswa dari keluarga kurang mampu melalui kerja sama dengan sekolah swasta.

Baca Juga :  LFSP Dikukuhkan, Jawa Tengah Jadi Pelopor Fasilitasi Ribuan Pesantren di Indonesia

Pada 2026, program itu melibatkan 139 sekolah swasta, terdiri atas 56 SMA dan 83 SMK, dengan total daya tampung 5.004 siswa.

Selain sekolah kemitraan, Pemprov Jawa Tengah juga menjalankan kebijakan sekolah gratis di seluruh SMA negeri, SMK negeri, dan SLB negeri. Pada tahun ajaran 2026/2027, kuota sekolah gratis di ketiga jenjang tersebut mencapai 231.724 siswa atau sekitar 40,83 persen dari total lulusan SMP sederajat di Jawa Tengah.

Melalui kombinasi sekolah gratis di sekolah negeri dan program kemitraan dengan sekolah swasta, Pemprov Jawa Tengah menargetkan semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu memperoleh hak atas pendidikan tanpa terkendala biaya.***

Berita Terkait

Wagub Taj Yasin Pompa Semangat Ribuan Mahasiswa KKN Unsoed, Siap Dukung Program Desa
Gubernur Luthfi Gandeng Undip, 4.620 Mahasiswa KKN Sukseskan Kecamatan Berdaya
Keteladanan Prof Erfan Jadi Inspirasi, Gus Yasin Dorong Budaya Membaca dan Menulis
Taj Yasin: Guru Madrasah Berperan Besar Menanamkan Iman dan Akhlak Anak
Mathlete Olympiad Kembali Digelar, Dukung Lahirnya Generasi Akademik Unggul
Pemprov Jateng Pastikan Sekolah Rakyat Sukoharjo Siap Beroperasi, Warga Diajak Segera Daftar
Ahmad Luthfi Apresiasi Keberanian Mahasiswa Menyuarakan Kritik
Pemprov Jateng Siap Kawal Penyaluran Insentif Guru Agama Rp1 Juta per Bulan

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 17:38 WIB

Gubernur Luthfi Buka Akses Sekolah bagi 5.000 Anak dari Keluarga Miskin Ekstrem

Selasa, 7 Juli 2026 - 20:44 WIB

Wagub Taj Yasin Pompa Semangat Ribuan Mahasiswa KKN Unsoed, Siap Dukung Program Desa

Selasa, 7 Juli 2026 - 20:21 WIB

Gubernur Luthfi Gandeng Undip, 4.620 Mahasiswa KKN Sukseskan Kecamatan Berdaya

Senin, 6 Juli 2026 - 16:47 WIB

Keteladanan Prof Erfan Jadi Inspirasi, Gus Yasin Dorong Budaya Membaca dan Menulis

Minggu, 5 Juli 2026 - 16:58 WIB

Taj Yasin: Guru Madrasah Berperan Besar Menanamkan Iman dan Akhlak Anak

Berita Terbaru