Gubernur Luthfi Gandeng Undip, 4.620 Mahasiswa KKN Sukseskan Kecamatan Berdaya

- Reporter

Selasa, 7 Juli 2026 - 20:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat strategi pembangunan berbasis wilayah dengan menggandeng perguruan tinggi. Sebanyak 4.620 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) diterjunkan ke 10 kabupaten/kota untuk menjadi bagian dari Program Kecamatan Berdaya.

Program unggulan tersebut diarahkan untuk mempercepat pembangunan desa melalui pemetaan persoalan dan penggalian potensi lokal.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan tidak sekadar menjalankan agenda akademik, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi pijakan pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

“Hari ini saya bangga Undip telah memberangkatkan adik-adik kita di 10 kabupaten/kota dalam rangka KKN tematik dan reguler. Tentu ini akan sangat membantu sekali untuk pengembangan wilayah,” kata Ahmad Luthfi usai melepas mahasiswa KKN di Muladi Dome, Semarang, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, Jawa Tengah memiliki sekitar 8.710 desa dengan karakteristik yang berbeda-beda. Karena itu, penguatan pembangunan dilakukan melalui kecamatan sebagai simpul koordinasi agar berbagai program pemerintah dapat menjangkau desa secara lebih efektif.

“Kita fokuskan kepada Kecamatan Berdaya. Kecamatan Berdaya ini adalah representasi aplikasi program bagi masyarakat desa,” ujar pria yang duet memimpin Jateng bareng Wagub Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin).

Baca Juga :  Gus Yusuf Bagikan Strategi Ekonomi Berkelanjutan Pesantren dalam Stadium General Undip

Luthfi menjelaskan, pengembangan Kecamatan Berdaya tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Sinergi dengan perguruan tinggi menjadi penting karena mahasiswa memiliki kemampuan melakukan identifikasi persoalan, sekaligus menawarkan solusi berdasarkan hasil kajian lapangan.

Selain Undip, pada hari yang sama Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, juga melepas mahasiswa KKN Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) untuk mendukung program serupa di wilayah penugasan masing-masing.

“Hari ini untuk KKN Undip, ada juga KKN Unsoed yang dibuka oleh Pak Wakil Gubernur. Kita fokuskan kepada Kecamatan Berdaya,” katanya.

Luthfi berharap setiap kelompok KKN mampu melahirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan karakter daerah.

“Adik-adik nanti lahirkan bentuk KKN yang bisa memberikan masukan untuk Kecamatan Berdaya, terutama dalam rangka pengembangan wilayah sesuai kearifan lokal,” ujarnya.

Komitmen itu mulai terlihat dari rancangan program para mahasiswa. Lasma Siombing, mahasiswa Keperawatan Fakultas Kedokteran UNDIP yang ditempatkan di Desa Kunti, Boyolali, akan menjalankan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, pemeriksaan kesehatan gigi, serta penyuluhan bagi guru dan siswa.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Siap Kawal Penyaluran Insentif Guru Agama Rp1 Juta per Bulan

Di Desa Jendi, Kabupaten Wonogiri, Koordinator Desa Naila Safa Zuri bersama tim menyiapkan program pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme setelah menemukan persoalan kekeringan dan pengelolaan limbah saat survei awal.

Sementara itu, Wakil Koordinator Desa Jendi, Farid Wafatsoqafian, melihat peluang pengembangan ekonomi desa melalui industri kerupuk dan sektor peternakan. Timnya akan memberikan pendampingan mengenai strategi pemasaran serta memperkenalkan peluang ekspor agar produk lokal memiliki nilai tambah.

Rektor UNDIP Suharnomo menegaskan, kampus akan terus mendukung berbagai program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui KKN reguler maupun tematik. Dukungan itu meliputi penguatan UMKM, percepatan penurunan stunting, penurunan angka kematian ibu, hingga pemberdayaan masyarakat.

“Kami akan support terus Pemerintah Jawa Tengah, baik melalui KKN reguler lewat OPD-OPD yang ada kerja samanya maupun KKN tematik yang dibutuhkan masyarakat di tempat masing-masing,” katanya.

Kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi tersebut diharapkan menjadikan KKN bukan sekadar agenda akademik tahunan, melainkan laboratorium pembangunan yang menghadirkan solusi nyata bagi desa sekaligus memperkuat implementasi Program Kecamatan Berdaya di Jawa Tengah.***

Berita Terkait

Sekda Jateng Ajak Perguruan Tinggi Buka Peluang bagi Lulusan Sekolah Rakyat
Pesantren dan Kampus Bersinergi, Pemprov Jateng Perkuat Program Pesantren Obah
Gus Yasin Dianugerahi Budai Award 2026 sebagai Tokoh Pemimpin Muda Inspiratif
Sanggar Greget Hidupkan Kenangan Alumni SMAN 1 Semarang Lewat Tari Musikal
Tak Sekadar Maket, Pameran Arsitektur Unimus Tampilkan Proses dan Gagasan
Jateng Perkuat Gerakan Literasi, Bunda Literasi dan Bunda PAUD Jadi Penggerak
Tingkatkan Minat Baca, Pemprov Jateng Perkuat Peran Perpustakaan
Merah Putih dan Mimpi Anak-anak SLB Semarang Menggema di Karnaval Kemerdekaan

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:24 WIB

Sekda Jateng Ajak Perguruan Tinggi Buka Peluang bagi Lulusan Sekolah Rakyat

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:13 WIB

Pesantren dan Kampus Bersinergi, Pemprov Jateng Perkuat Program Pesantren Obah

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:46 WIB

Gus Yasin Dianugerahi Budai Award 2026 sebagai Tokoh Pemimpin Muda Inspiratif

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 05:54 WIB

Sanggar Greget Hidupkan Kenangan Alumni SMAN 1 Semarang Lewat Tari Musikal

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Tak Sekadar Maket, Pameran Arsitektur Unimus Tampilkan Proses dan Gagasan

Berita Terbaru