BRI Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Lewat Sosialisasi BCM Penanganan Banjir dan Kebakaran

- Reporter

Senin, 1 Juni 2026 - 17:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

- SOSIALISASI BCM- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Kantor Cabang Semarang Pattimura menggelar Sosialisasi Business Continuity Management (BCM) Penanganan Bencana Banjir dan Kebakaran di Unit Kerja, di Aula Lantai 4 BRI BO Semarang Pattimura. FOTO : DOK.BRI/METROJATENG.ID

- SOSIALISASI BCM- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Kantor Cabang Semarang Pattimura menggelar Sosialisasi Business Continuity Management (BCM) Penanganan Bencana Banjir dan Kebakaran di Unit Kerja, di Aula Lantai 4 BRI BO Semarang Pattimura. FOTO : DOK.BRI/METROJATENG.ID

SEMARANG – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Kantor Cabang Semarang Pattimura menggelar Sosialisasi Business Continuity Management (BCM) Penanganan Bencana Banjir dan Kebakaran di Unit Kerja. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat kesiapsiagaan seluruh pekerja dalam menghadapi berbagai kondisi darurat yang berpotensi mengganggu operasional layanan perbankan.

Pemimpin Cabang BRI Semarang Pattimura, Birowo Cahyo Baskoro mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut pelaksanaan BCM Tahun 2026 yang bertujuan memastikan keberlangsungan layanan kepada nasabah tetap terjaga meski terjadi bencana maupun gangguan operasional.

“Kegiatan yang dilaksanakan berupa Sosialisasi BCM Penanganan Bencana Banjir dan Kebakaran di Unit Kerja sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan seluruh pekerja,” ujarnya.

Sosialisasi yang berlangsung di Aula Lantai 4 BRI BO Semarang Pattimura itu diikuti peserta dari Regional Office Semarang, Regional Office Audit Semarang, serta empat kantor cabang di Kota Semarang, yakni KC Semarang Pattimura, KC Semarang Brigjen Sudiarto, KC Semarang Ahmad Yani, dan KC Semarang Pandanaran.

Peserta berasal dari berbagai fungsi kerja yang memiliki peran penting dalam penanganan kondisi darurat, mulai dari manajemen risiko, kepatuhan, logistik, teknologi informasi hingga petugas floor warden.

Baca Juga :  Menteri Maruarar Puji Lonjakan Rumah Subsidi dan Bedah Rumah di Jateng

Instruktur dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Ningsih Alimuddin, dalam kesempatan tersebut memberikan materi mengenai berbagai kasus kegawatdaruratan yang kerap terjadi di lingkungan kerja maupun masyarakat. Materi yang disampaikan meliputi identifikasi risiko, langkah mitigasi, hingga teknik penanganan awal pada berbagai kondisi darurat.

“Kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam mengurangi dampak risiko saat terjadi keadaan darurat. Pengetahuan dan keterampilan dasar harus dimiliki setiap individu agar mampu bertindak cepat dan tepat,” jelasnya.

Selain membahas penanganan kegawatdaruratan, peserta juga mendapatkan materi mengenai sistem proteksi kebakaran di lingkungan perkantoran. Pembahasan mencakup fungsi sarana proteksi kebakaran, prosedur evakuasi, hingga penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai langkah awal penanggulangan kebakaran.

Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan dengan jenis-jenis APAR, teknik penggunaan yang benar, serta tindakan yang harus dilakukan ketika menemukan potensi kebakaran di area kerja. Materi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan kemampuan pekerja dalam menjaga keselamatan diri maupun lingkungan kerja.

Baca Juga :  Waka DPRD Jateng Ungkap UMKM Berkontribusi Gerakkan Ekonomi Daerah

Tim BCM BRI turut memaparkan sistem manajemen krisis dan prosedur penanganan keadaan darurat yang berlaku di lingkungan BRI. Paparan tersebut menjelaskan mekanisme koordinasi saat terjadi bencana, alur komunikasi darurat, pembentukan tim respons, hingga langkah-langkah pemulihan operasional pascakejadian.

“Keberlangsungan layanan kepada nasabah harus tetap terjaga dalam berbagai situasi. Karena itu, seluruh unit kerja perlu memahami peran dan tanggung jawabnya masing-masing saat menghadapi kondisi darurat,” katanya.

Melalui kegiatan ini, BRI berharap budaya kesiapsiagaan bencana semakin tertanam di seluruh unit kerja. Dengan pemahaman yang baik mengenai BCM, mitigasi risiko, serta penanganan darurat, operasional perusahaan dapat tetap berjalan dan pelayanan kepada nasabah tetap optimal meskipun menghadapi situasi krisis.

Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar mampu merespons berbagai potensi bencana secara cepat, tepat, dan terkoordinasi sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.(**)

Berita Terkait

Beras SPHP dan Minyakita Terus Disalurkan, Bulog Semarang Jaga Stabilitas Pangan
Inovasi Sexing Sapi Perah, Strategi Jateng Wujudkan Sentra Produksi Susu
Dari Kulkas hingga Hair Dryer, LG Pamerkan 7 Inovasi di IFA 2026
PLN Kejar Penyelesaian Infrastruktur Listrik KEK Kendal, Ditarget Rampung Akhir 2026
BRI Salatiga Tebar Kejutan dan Apresiasi untuk Nasabah di Hari Pelanggan Nasional
BOH BRI Brigjen Sudiarto Sapa Nasabah di Hari Pelanggan
BRILink Salatiga Raih Penghargaan Berkat Dana Talangan
Dua Mahasiswi UKSW Terima Beasiswa BRIKasih dari BRI Salatiga
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 11:54 WIB

Beras SPHP dan Minyakita Terus Disalurkan, Bulog Semarang Jaga Stabilitas Pangan

Sabtu, 5 September 2026 - 08:20 WIB

Inovasi Sexing Sapi Perah, Strategi Jateng Wujudkan Sentra Produksi Susu

Jumat, 4 September 2026 - 22:50 WIB

Dari Kulkas hingga Hair Dryer, LG Pamerkan 7 Inovasi di IFA 2026

Jumat, 4 September 2026 - 19:31 WIB

BRI Salatiga Tebar Kejutan dan Apresiasi untuk Nasabah di Hari Pelanggan Nasional

Jumat, 4 September 2026 - 18:26 WIB

BOH BRI Brigjen Sudiarto Sapa Nasabah di Hari Pelanggan

Berita Terbaru