SEMARANG – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Kantor Cabang Semarang Pattimura menggelar Sosialisasi Business Continuity Management (BCM) Penanganan Bencana Banjir dan Kebakaran di Unit Kerja, Selasa (26/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat kesiapsiagaan seluruh pekerja dalam menghadapi berbagai kondisi darurat yang berpotensi mengganggu operasional layanan perbankan.
Pemimpin Cabang BRI Semarang Pattimura, Birowo Cahyo Baskoro mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut pelaksanaan BCM Tahun 2026 yang bertujuan memastikan keberlangsungan layanan kepada nasabah tetap terjaga meski terjadi bencana maupun gangguan operasional.
“Kegiatan yang dilaksanakan berupa Sosialisasi BCM Penanganan Bencana Banjir dan Kebakaran di Unit Kerja sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan seluruh pekerja,” ujarnya.
Sosialisasi yang berlangsung di Aula Lantai 4 BRI BO Semarang Pattimura itu diikuti peserta dari Regional Office Semarang, Regional Office Audit Semarang, serta empat kantor cabang di Kota Semarang, yakni KC Semarang Pattimura, KC Semarang Brigjen Sudiarto, KC Semarang Ahmad Yani, dan KC Semarang Pandanaran.
Peserta berasal dari berbagai fungsi kerja yang memiliki peran penting dalam penanganan kondisi darurat, mulai dari manajemen risiko, kepatuhan, logistik, teknologi informasi hingga petugas floor warden.
Instruktur dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Ningsih Alimuddin, dalam kesempatan tersebut memberikan materi mengenai berbagai kasus kegawatdaruratan yang kerap terjadi di lingkungan kerja maupun masyarakat. Materi yang disampaikan meliputi identifikasi risiko, langkah mitigasi, hingga teknik penanganan awal pada berbagai kondisi darurat.
“Kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam mengurangi dampak risiko saat terjadi keadaan darurat. Pengetahuan dan keterampilan dasar harus dimiliki setiap individu agar mampu bertindak cepat dan tepat,” jelasnya.
Selain membahas penanganan kegawatdaruratan, peserta juga mendapatkan materi mengenai sistem proteksi kebakaran di lingkungan perkantoran. Pembahasan mencakup fungsi sarana proteksi kebakaran, prosedur evakuasi, hingga penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai langkah awal penanggulangan kebakaran.
Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan dengan jenis-jenis APAR, teknik penggunaan yang benar, serta tindakan yang harus dilakukan ketika menemukan potensi kebakaran di area kerja. Materi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan kemampuan pekerja dalam menjaga keselamatan diri maupun lingkungan kerja.
Tim BCM BRI turut memaparkan sistem manajemen krisis dan prosedur penanganan keadaan darurat yang berlaku di lingkungan BRI. Paparan tersebut menjelaskan mekanisme koordinasi saat terjadi bencana, alur komunikasi darurat, pembentukan tim respons, hingga langkah-langkah pemulihan operasional pascakejadian.
“Keberlangsungan layanan kepada nasabah harus tetap terjaga dalam berbagai situasi. Karena itu, seluruh unit kerja perlu memahami peran dan tanggung jawabnya masing-masing saat menghadapi kondisi darurat,” katanya.
Melalui kegiatan ini, BRI berharap budaya kesiapsiagaan bencana semakin tertanam di seluruh unit kerja. Dengan pemahaman yang baik mengenai BCM, mitigasi risiko, serta penanganan darurat, operasional perusahaan dapat tetap berjalan dan pelayanan kepada nasabah tetap optimal meskipun menghadapi situasi krisis.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar mampu merespons berbagai potensi bencana secara cepat, tepat, dan terkoordinasi sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.(**)









