Arus Investasi Naik, Jateng Percepat Pengembangan Pelabuhan dan Dry Port

- Reporter

Selasa, 12 Mei 2026 - 06:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Tingginya biaya logistik laut masih menjadi tantangan serius bagi daya saing industri dan investasi di Jawa Tengah. Ketergantungan arus kontainer pada Pelabuhan Tanjung Priok dinilai membuat ongkos distribusi membengkak, di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan industri di wilayah tersebut.

Pemerintah pusat dan daerah kini mempercepat pembahasan penguatan sistem logistik berbasis laut, mulai dari pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Pelabuhan Kendal, hingga dry port Batang. Langkah itu diproyeksikan menjadi kunci untuk menekan biaya produksi sekaligus menjaga arus investasi tetap kompetitif.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang memimpin Jateng bersama Wagub Taj Yasin, menegaskan, pemerintah daerah sudah bergerak cepat mendorong percepatan kebijakan logistik dan pengembangan pelabuhan. Menurut dia, sejumlah tahapan kini tinggal menunggu keputusan pemerintah pusat.

“Kita dari kemarin sudah mendorong semua kebijakan, nunggu dari pusat. Jadi bukan dorong lagi, sekarang kita sudah persneling lima,” kata Luthfi usai Rapat Koordinasi Sistem Logistik Berbasis Laut di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (11/5/2026).

Ia menyebut sekitar 70 persen arus kontainer menuju Jawa Tengah masih melalui Pelabuhan Tanjung Priok di DKI Jakarta, sedangkan yang lewat Pelabuhan Tanjung Emas Semarang baru sekitar 30 persen. Kondisi itu dinilai membuat biaya logistik industri di Jawa Tengah kurang efisien.

Baca Juga :  Kader JKN: Duta Kesehatan yang Membantu Peserta Memahami Manfaat Jaminan Kesehatan

“Ini yang ingin kita ubah. Karena nanti makin banyak kawasan industri, makin banyak tenant-nya, harus kita perbaiki pelabuhan, baik pelabuhan maupun daratnya,” ujarnya.

Rapat tersebut membahas penguatan jaringan logistik laut yang menopang kawasan industri di Jawa Tengah. Pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas, Pelabuhan Kendal, dan dry port Batang disebut menjadi simpul penting dalam mendukung distribusi barang dan ekspor industri.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, mengatakan, persoalan logistik menjadi perhatian serius pemerintah pusat karena berkaitan langsung dengan biaya produksi dan keberlanjutan investasi.

“Salah satu hal yang perlu kita kembangkan dan kita support untuk wilayah Jawa Tengah ini, terkhusus berbicara mengenai logistik, khususnya untuk pengembangan pelabuhan dan upgrade daripada sisi Pelabuhan Tanjung Emas,” kata Todotua.

Menurut dia, biaya logistik menjadi komponen utama dalam aktivitas industri, perdagangan, dan investasi. Karena itu, penguatan infrastruktur pelabuhan dinilai mendesak untuk menjaga iklim usaha di Jawa Tengah tetap kompetitif.

Kementerian Investasi, lanjut Todotua, akan ikut mendorong percepatan penyelesaian persoalan tersebut bersama kementerian terkait, terutama Kementerian Perhubungan.

Baca Juga :  Transformasi Digital XL Axiata: Wujudkan Layanan Canggih di Era AI

“Ini concern-nya, ini yang akan menjadi atensi. Kita dari Kementerian Investasi nanti akan coba ikut mendorong ini dengan kementerian-kementerian yang terkait, seperti khususnya juga Kementerian Perhubungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembahasan saat ini masih menyangkut aspek teknis dan administrasi. Pemerintah menargetkan percepatan proses agar pembangunan bisa mulai dikerjakan tahun ini.

“Harapannya kalau tahun ini kita bisa speed up, di tahun ini sudah mulai konstruksi,” katanya.

Selain Tanjung Emas, pemerintah juga menaruh perhatian pada pengembangan Pelabuhan Kendal dan dry port Batang. Kedua kawasan itu dinilai strategis karena tingkat okupansi industrinya terus meningkat.

“Karena memang Kendal okupansinya itu sangat tinggi, mungkin sekarang sudah 100 persen di situ. Kemudian di Batang itu sudah 60-an persen,” ujar Todotua.

Ia menegaskan, kekuatan logistik dan pelabuhan menjadi faktor penting untuk menjaga pertumbuhan investasi di Jawa Tengah.

“Tanpa ada kekuatan logistik port yang mumpuni, yang mendukung ini, ini juga akan menyebabkan kelemahan daripada industri atau investasi yang ada di wilayah Jawa Tengah,” ungkapnya.***

Berita Terkait

Ekonomi Jateng Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Global, Kemiskinan Menurun
Investasi Harus Cerdas dan Legal, Masyarakat Diingatkan Waspadai Modus Penipuan
Delegasi Taiwan Kunjungi Sido Muncul, Buka Peluang Kerja Sama Tanaman Obat dan Industri Herbal
BRI Semarang Pattimura Tegaskan Penanganan Kredit Sesuai Ketentuan
Waka DPRD Jateng Dukung Pengembangan 12 Kawasan Industri Baru untuk Dongkrak Investasi
Dorong Kapasitas Pelaku UMKM dan Kemajuan Ekonomi Daerah, BRI Kantor Cabang Salatiga Salurkan KUR Rp944 Miliar Hingga Juli 2026
Beasiswa Santri Pemprov Jateng Buka Jalan Aqila Kuliah Kedokteran Gigi Undip
Bank Jateng Perluas Akses Pembiayaan, Rp279,1 Miliar Disalurkan ke 1.100 Debitur

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:41 WIB

Ekonomi Jateng Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Global, Kemiskinan Menurun

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Investasi Harus Cerdas dan Legal, Masyarakat Diingatkan Waspadai Modus Penipuan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:06 WIB

Delegasi Taiwan Kunjungi Sido Muncul, Buka Peluang Kerja Sama Tanaman Obat dan Industri Herbal

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:00 WIB

BRI Semarang Pattimura Tegaskan Penanganan Kredit Sesuai Ketentuan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:40 WIB

Waka DPRD Jateng Dukung Pengembangan 12 Kawasan Industri Baru untuk Dongkrak Investasi

Berita Terbaru