Kisah Rama Shinta Kembali Hidup, Sanggar Greget Perkuat Atraksi Budaya

- Reporter

Sabtu, 26 September 2026 - 05:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Kisah cinta Rama dan Shinta kembali hidup di tengah suasana senja Kota Semarang. Sanggar Greget Semarang menghadirkan sendratari Cinta Abadi Rama Shinta di Malibu Seafood Deck, POJ City Marina, Jumat (25/9/2026).

Pertunjukan berlangsung ketika matahari mulai tenggelam. Nuansa senja menjadi latar yang memperkuat kisah Rama dan Shinta, yang diperankan Maestro Tari Yoyok Bambang Priyambodo dan Nabila Najwa Rafeyfa.

Sendratari yang disutradarai Sangghita Anjali dan dikoreografi sekaligus dikomposeri Canadian Mahendra itu mengangkat kisah Ramayana dengan sajian yang ringkas, dinamis, dan sarat simbol.

Cerita bermula di Hutan Dandaka. Rahwana, Raja Alengka yang diperankan Joko Suratno, berupaya mendapatkan Shinta. Ia menggunakan siasat dengan mengubah Kalamarica atau Cakil, yang diperankan Gustav Ilyasa, menjadi Kijang Kencana yang dimainkan Ratu Gayatri.

Gerakan Kijang Kencana yang lincah dan ekspresif berhasil menarik perhatian Shinta. Rama kemudian mengejarnya, hingga Rahwana memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membawa Shinta ke Alengka.

Rama yang setia kepada Shinta kemudian berusaha membebaskannya dengan bantuan Hanoman, diperankan Canadian Mahendra. Pertempuran pun terjadi antara Hanoman dan para prajurit Alengka, yang diperankan Nawfal Arfan Wildan dan Fabio Rizqi, serta para raksasa yang diperankan Azhar Ghani dan Muhammad Azzam.

Baca Juga :  Imlek Vaganza di Sam Poo Kong Dongkrak Wisata dan Persatuan

Rahwana yang murka memerintahkan agar Hanoman dibakar. Namun, kesaktian Hanoman, putra Dewi Anjani dan Batara Bayu, justru membuat api membakar sebagian Kerajaan Alengka.

Maestro Tari Yoyok Bambang Priyambodo mengatakan, pementasan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan seni tradisi Jawa Tengah sekaligus meneruskan estafet kesenian kepada generasi muda.

“Pementasan ini merupakan karya nyata yang berkesinambungan dari generasi ke generasi sebagai tongkat estafet dalam mengekspresikan tari dan karawitan,” katanya.

Menurut dia, pertunjukan tersebut juga menjadi cara untuk mengenalkan seni tradisi kepada masyarakat dan mengajak pengunjung menghargai karya seni bangsa yang memiliki nilai adiluhung.

Sementara itu, Sangghita Anjali mengatakan alur cerita sengaja dikemas lebih padat agar dapat dinikmati dalam durasi yang tidak terlalu panjang, namun tetap mempertahankan inti cerita Ramayana karya Mpu Walmiki.

Baca Juga :  Sosialisasi MBG di Grobogan, Komisi IX DPR RI Ungkap Tujuan Peningkatan SDM

“Cerita ini penuh makna dan simbolis tentang kehidupan dan kesetiaan,” ujarnya.

Pementasan tersebut juga menjadi bentuk kolaborasi antara Sanggar Greget sebagai pelaku seni dan Malibu Seafood sebagai destinasi wisata kuliner. Kolaborasi itu diharapkan dapat memperkuat atraksi wisata berbasis budaya di Kota Semarang.

Pimpinan produksi Hasya Alvinki mengatakan pertunjukan seni budaya perlu terus digelar untuk memperkaya wajah pariwisata Semarang.

“Semarang tidak hanya menjadi kota jajan, tetapi juga kota budaya dengan berbagai atraksi yang menarik, salah satunya pementasan Sendratari Ramayana,” katanya.

Ia berharap Pemerintah Kota Semarang melalui dinas yang membidangi kesenian dan kebudayaan dapat terus menyediakan ruang, wadah, serta fasilitasi bagi sanggar-sanggar untuk menampilkan karya seni budaya.

Bagi Gustav Ilyasa, keterlibatannya dalam pertunjukan tersebut menjadi pengalaman sekaligus bentuk kontribusi sebagai generasi muda dalam menjaga seni tradisi.

“Saya sangat senang dan bangga terlibat dalam pementasan ini sebagai penari muda yang sekaligus ikut melestarikan dan mengembangkan seni budaya, khususnya seni tari,” ujarnya.***

Berita Terkait

Akui Tipu Tiga Korban, Dika Dituntut 2,5 Tahun Penjara dan Bayar Ganti Rugi
Jateng Antar Delapan Juara MTQ Nasional ke Tanah Suci
Jateng Bersholawat, Rayakan Lompatan Prestasi dan Sukses MTQ Nasional XXXI
Pameran Virtual Jateng Sajikan Arsip Kolonial dan Kisah Kopi Jawa
Nobar Timnas Indonesia, Gubernur Luthfi Siapkan Layar Besar dan Doorprize
Jateng Targetkan Kemiskinan Turun ke 8,70 Persen pada Akhir 2026
Jateng Jadi Model Nasional Percepatan Penurunan Stunting, Demak-Semarang Jadi Rujukan
Ahmad Luthfi Perketat Pengisian Jabatan, Tekankan Manajemen Talenta

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 05:46 WIB

Kisah Rama Shinta Kembali Hidup, Sanggar Greget Perkuat Atraksi Budaya

Kamis, 24 September 2026 - 07:41 WIB

Jateng Antar Delapan Juara MTQ Nasional ke Tanah Suci

Kamis, 24 September 2026 - 07:33 WIB

Jateng Bersholawat, Rayakan Lompatan Prestasi dan Sukses MTQ Nasional XXXI

Kamis, 24 September 2026 - 06:29 WIB

Pameran Virtual Jateng Sajikan Arsip Kolonial dan Kisah Kopi Jawa

Rabu, 23 September 2026 - 15:54 WIB

Nobar Timnas Indonesia, Gubernur Luthfi Siapkan Layar Besar dan Doorprize

Berita Terbaru

- PENGHARGAAN- Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat menerima Prasasta Gala Award kategori Lifetime Achievement Prasasta Windu Bhakti dari Universitas Semarang (USM), Kamis (24/9) malam. Foto : ist/metrojateng.id

Peristiwa

Irwan Hidayat: Produk Harus Lebih Baik, Manjur dan Aman

Jumat, 25 Sep 2026 - 19:07 WIB