GIIAS Semarang 2026, Pasar Otomotif dan PAD Jateng Berpeluang Tumbuh

- Reporter

Senin, 21 September 2026 - 16:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pasar otomotif Jawa Tengah mendapat momentum baru. Melalui Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Semarang 2026 yang berlangsung 30 September-4 Oktober, gelaran teraebut diharapkan mampu mendongkrak penjualan kendaraan bermotor, sekaligus mengakselerasi pendapatan daerah dari sektor otomotif.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung penuh penyelenggaraan pameran otomotif tersebut. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menilai industri otomotif memiliki peran penting dalam menggerakkan mobilitas orang dan barang, sekaligus menopang aktivitas ekonomi daerah.

“Pemprov Jateng mendukung terkait GIIAS di Semarang ini karena pergerakan orang dan barang itu menjadi salah satu prioritas, salah satunya melalui industri otomotif,” kata Ahmad Luthfi saat beraudiensi dengan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) di kantornya, Senin (21/9/2026).

Pemerintah daerah berharap geliat transaksi selama pameran turut mendorong daya beli masyarakat untuk kendaraan baru. Dukungan tersebut juga berkaitan dengan potensi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Kepala Bapenda Provinsi Jawa Tengah, Muhamad Masrofi, mengatakan, pameran otomotif yang digelar secara rutin menjadi salah satu cara untuk menghidupkan kembali pasar kendaraan bermotor.

Baca Juga :  Transformasi Digital XL Axiata: Wujudkan Layanan Canggih di Era AI

“Harapannya, dengan sering dilakukan pameran ini dapat menumbuhkan penjualan kendaraan bermotor. Kita akan kolaborasi, bukan tidak mungkin nanti akan ada relaksasi yang diberikan, ini masih dihitung dulu,” ujar Luthfi, yang memimpin Jateng bersama Wagub Taj Yasin.

Menurut Masrofi, penerimaan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Jawa Tengah pada 2026 menunjukkan kenaikan. Realisasi pendapatan BBNKB hingga September 2026 mencapai 65 persen.

“Kita tinggal mengakselerasi. Salah satunya dengan pameran GIIAS dan pameran otomotif lainnya, sehingga realisasi BBNKB bisa lebih besar dari 2025,” katanya.

GIIAS Semarang 2026 sekaligus memperlihatkan perubahan arah pasar otomotif. Dari 19 merek kendaraan yang ambil bagian, sebanyak 18 merupakan merek mobil dan satu merek sepeda motor.

Dari 18 merek mobil tersebut, 12 di antaranya merupakan kendaraan listrik, sedangkan enam lainnya kendaraan konvensional.

Selain merek kendaraan, pameran tersebut juga melibatkan 25 industri pendukung.

Ketua Harian Gaikindo sekaligus Ketua Pameran GIIAS Semarang 2026, Anton Kumonty, mengatakan, jumlah merek kendaraan listrik yang berpartisipasi tahun ini lebih banyak dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

Baca Juga :  Tri Ibadah, Pilihan Tepat untuk Tetap Terhubung dan Nyaman Beribadah di Tanah Suci

“Tahun ini lebih banyak merek mobil listrik yang berpartisipasi dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya.

Di tingkat nasional, pasar otomotif juga menunjukkan pertumbuhan. Anton menyebut penjualan kendaraan bermotor baru selama delapan bulan 2026 atau hingga Agustus hampir mencapai 600 ribu unit, atau tumbuh sekitar 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sepanjang 2025, penjualan kendaraan secara nasional tercatat sekitar 803 ribu unit. Sementara pada 2026, industri menargetkan penjualan mencapai 850 ribu unit.

“Jawa Tengah itu pasar otomotif nomor lima di Indonesia. Dibandingkan tahun lalu ada peningkatan 12 persen, di Jawa Tengah kemungkinan sama secara persentase,” jelas Anton.

Dengan posisi Jawa Tengah sebagai salah satu pasar otomotif utama nasional, penyelenggaraan GIIAS Semarang tidak hanya menjadi ajang pameran kendaraan, tapi juga diharapkan menciptakan efek berantai bagi aktivitas perdagangan, industri pendukung, dan pada akhirnya memperkuat penerimaan daerah.*

Berita Terkait

Jepang Butuh Pengemudi, Jateng Siapkan Tenaga Kerja Teruji
Jateng Tarik Investasi Tiongkok Rp4,55 Triliun, 213 Ribu Tenaga Kerja Terserap
Pameran MTQ Nasional 2026 Dorong UMKM Jateng, Transaksi Capai Rp2,4 Miliar
Pemprov Jateng Hapus Denda Pajak Kendaraan dan Progresif Mulai 21 September
Dari PLTS hingga Kendaraan Listrik, SUN Perluas Solusi Energi Bersih bagi Industri
Borobudur Indonesia Expo 2026 Digelar, Pemprov Jateng Dorong UMKM Perluas Pasar
Pemerintah Tegaskan PLTP Gunung Ungaran Perhatikan Cagar Budaya dan Lingkungan
Kawasan Industri Diproyeksi Penuh Dua Tahun Lagi, Luthfi Minta KBT Dipercepat

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 16:23 WIB

GIIAS Semarang 2026, Pasar Otomotif dan PAD Jateng Berpeluang Tumbuh

Senin, 21 September 2026 - 15:19 WIB

Jepang Butuh Pengemudi, Jateng Siapkan Tenaga Kerja Teruji

Minggu, 20 September 2026 - 08:32 WIB

Jateng Tarik Investasi Tiongkok Rp4,55 Triliun, 213 Ribu Tenaga Kerja Terserap

Sabtu, 19 September 2026 - 18:52 WIB

Pameran MTQ Nasional 2026 Dorong UMKM Jateng, Transaksi Capai Rp2,4 Miliar

Jumat, 18 September 2026 - 18:01 WIB

Pemprov Jateng Hapus Denda Pajak Kendaraan dan Progresif Mulai 21 September

Berita Terbaru

Bisnis

Jepang Butuh Pengemudi, Jateng Siapkan Tenaga Kerja Teruji

Senin, 21 Sep 2026 - 15:19 WIB