Sido Muncul Teken MoU dengan BKKBN Jateng, Perkuat Komitmen Sosial di Bidang Keluarga dan Anak

- Reporter

Sabtu, 20 September 2025 - 18:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MoU - Manager Lingkungan Amri Cahyono mewakili Dirut PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, David Hidayat melakukan penandatanganan kerjasama (MoU) dengan BKKBN Jateng dukung program TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak). (refmetrojateng)

MoU - Manager Lingkungan Amri Cahyono mewakili Dirut PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, David Hidayat melakukan penandatanganan kerjasama (MoU) dengan BKKBN Jateng dukung program TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak). (refmetrojateng)

SEMARANG – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk menunjukkan komitmennya yang semakin besar dalam mendukung program-program sosial di bidang keluarga dan anak. Langkah tersebut terwujud dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Sido Muncul dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah.

MoU ini bertujuan untuk mempererat kerjasama dalam mengembangkan berbagai inisiatif yang mendukung kesejahteraan keluarga, khususnya dalam memberikan edukasi, informasi, dan pelayanan terkait keluarga berencana dan pengasuhan anak yang berkualitas.

Adanya kolaborasi ini, Sido Muncul berharap dapat lebih berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang keluarga dan anak-anak di Jawa Tengah.

Sido Muncul sangat berkomitmen mendukung program pemerintah dalam menyediakan layanan pengasuhan anak yang aman dan berkualitas.

“Melalui MoU ini, kami ingin memastikan, pengasuhan anak di TPA dan PAUD yang kami bantu ini memenuhi standar yang ditetapkan, serta memberikan rasa aman bagi orang tua yang bekerja,” ujar Amri.

Program ini akan mendampingi dua mitra binaan, yaitu TPA Khariztma Kids di Dusun Pelemsari, Desa Doplang, Kecamatan Bawen, dan PAUD As Syukur di Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur. Keduanya dipilih berdasarkan rekomendasi BKKBN Provinsi Jawa Tengah.

“PT Sido Muncul benar-benar berkomitmen mendukung program pemerintah. Melalui MoU ini, kami ingin ikut memastikan layanan pengasuhan anak yang aman, berkualitas, dan sesuai standar,” ujar Amri Cahyono.

Ruang lingkup kerja sama meliputi pelatihan peningkatan kompetensi pengasuh, pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala, serta penyediaan fasilitas bermain dan edukasi. Selain itu, Sido Muncul juga membantu publikasi dan sosialisasi TPA mitra agar semakin dipercaya masyarakat.

“Harapannya, orang tua bisa bekerja dengan tenang karena anak-anak mereka dititipkan di tempat yang terjamin kualitasnya. Mereka bisa fokus di pekerjaan, lalu sore hari menjemput sambil tetap memantau perkembangan anak,” imbuh Amri.

BKKBN menyediakan modul edukasi, materi pelatihan, serta memfasilitasi rujukan layanan kesehatan bila dibutuhkan. Sementara Sido Muncul memberikan dukungan finansial, sarana-prasarana, serta pendampingan teknis dan publikasi.

Baca Juga :  Kunjungi Pabrik Sido Muncul, Gubernur Jateng Dorong Investasi Ramah Lingkungan dan Padat Karya

Kerja sama ini berlaku selama dua tahun sejak penandatanganan. Evaluasi bersama akan dilakukan secara berkala dan terbuka kemungkinan perpanjangan program sesuai kebutuhan.

Melalui kolaborasi ini, Sido Muncul dan BKKBN berharap bisa mendorong terciptanya lingkungan kerja ramah keluarga sekaligus berkontribusi pada pencapaian target pembangunan keluarga sejahtera di Jawa Tengah.

 

 

Selain itu, PT Sido Muncul juga berperan dalam mendukung publikasi dan sosialisasi program ini agar masyarakat semakin mempercayai kualitas layanan yang diberikan.

BKKBN akan menyediakan modul edukasi, materi pelatihan, serta memfasilitasi rujukan layanan kesehatan bagi anak-anak yang membutuhkan. PT Sido Muncul, di sisi lain, akan memberikan dukungan finansial, sarana-prasarana, serta pendampingan teknis untuk memastikan kualitas layanan yang diberikan.

Evaluasi dan Harapan Ke Depan
Kerja sama ini akan berlangsung selama dua tahun, dengan evaluasi berkala untuk memastikan kualitas dan keberlanjutannya. Ada kemungkinan program ini akan diperpanjang sesuai dengan hasil evaluasi dan kebutuhan yang ada.

Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN Nopia. adusti disela penandatangan kerjasama dengan 10 perusahaan dalam program TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) di Semarang,  Sabtu (20/9/2025) menyampaikan dalam upaya mewujudkan generasi emas Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Pembangunan Kependudukan dan Keluarga mengajak berbagai pihak, termasuk perusahaan, untuk turut berperan dalam mendukung perkembangan anak-anak sejak dini.

Program ini , lanjut Nopian lebih menekankan pada pentingnya keluarga dalam memastikan tumbuh kembang anak-anak. Terutama bagi ibu-ibu yang bekerja, diharapkan anak-anak mereka mendapatkan perhatian dan pendidikan yang optimal.

“Kami ingin memastikan, ketika ibu-ibu bekerja, anak-anak mereka tetap mendapatkan asuhan yang berkualitas. Ini adalah investasi yang bukan hanya untuk masa depan dunia, tetapi juga untuk kehidupan akhirat,” ujarnya.

Program ini bertujuan untuk mempersiapkan anak-anak sejak dini, ibarat tanaman yang membutuhkan perawatan khusus di awal pertumbuhannya, agar nantinya dapat tumbuh menjadi individu yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Dengan dukungan ini, diharapkan Indonesia dapat mewujudkan visi Indonesia Emas di masa depan.

Baca Juga :  Vita Ervina Kenalkan Program MBG di Magelang untuk Percepat Penanganan Masalah Gizi Anak

Kolaborasi Pemerintah dan Perusahaan

Tak hanya pemerintah, perusahaan-perusahaan juga diundang untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung program ini. Sepuluh perusahaan di Jawa Tengah telah berkomitmen untuk terlibat dalam mendampingi dan menyediakan fasilitas pendidikan serta perawatan anak-anak di sekitar lingkungan perusahaan mereka. Ini termasuk pemberian pelatihan dan pendampingan untuk Tempat Penitipan Anak (TPA) yang sudah ada, serta pembangunan fasilitas baru yang dapat mendukung kebutuhan anak-anak pekerja dan masyarakat sekitar.

“Ke depannya, kami berharap perusahaan-perusahaan juga semakin peduli terhadap perkembangan anak-anak di lingkungan sekitar mereka. Ini adalah bentuk tanggung jawab sosial yang sangat penting, karena anak-anak adalah investasi terbesar bagi masa depan bangsa,” jelasnya

Jika masalah pengasuhan dan pendidikan anak ditangani secara gotong royong, diharapkan dapat tercipta generasi yang tangguh dan berkualitas.

“Melalui program ini, kami berharap Indonesia dapat mencetak generasi emas yang siap bersaing di dunia global. Kami ingin memastikan bahwa anak-anak kita berkembang dengan baik, memiliki dasar yang kuat untuk masa depan mereka,” tambahnya.

Program ini bertujuan untuk mempersiapkan anak-anak sejak dini, ibarat tanaman yang membutuhkan perawatan khusus di awal pertumbuhannya, agar nantinya dapat tumbuh menjadi individu yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Dengan dukungan ini, diharapkan Indonesia dapat mewujudkan visi Indonesia Emas di masa depan.

Kolaborasi Pemerintah dan Perusahaan
Tak hanya pemerintah, perusahaan-perusahaan juga diundang untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung program ini. Sepuluh perusahaan di Jawa Tengah telah berkomitmen untuk terlibat dalam mendampingi dan menyediakan fasilitas pendidikan serta perawatan anak-anak di sekitar lingkungan perusahaan mereka. Ini termasuk pemberian pelatihan dan pendampingan untuk Tempat Penitipan Anak (TPA) yang sudah ada, serta pembangunan fasilitas baru yang dapat mendukung kebutuhan anak-anak pekerja dan masyarakat sekitar.

“Ke depannya, kami berharap perusahaan-perusahaan juga semakin peduli terhadap perkembangan anak-anak di lingkungan sekitar mereka. Ini adalah bentuk tanggung jawab sosial yang sangat penting, karena anak-anak adalah investasi terbesar bagi masa depan bangsa,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Vita Ervina Kenalkan Program MBG di Magelang untuk Percepat Penanganan Masalah Gizi Anak
Bunda PAUD Jateng Pastikan Anak Korban Banjir Pekalongan Tetap Ceria dan Siap Kembali Sekolah
Sido Muncul Sabet Penghargaan GENTING Gold, Tegaskan Komitmen Perangi Stunting
Indosat Perluas AIvolusi5G di Jateng–DIY, Semarang Jadi Episentrum Internet Super Cepat
Berkas Lengkap, Tiga Tersangka Penggelapan Pajak Diserahkan DJP ke Kejari Semarang
Kanwil Pajak Semarang Sandera Penunggak Pajak Rp25,4 Miliar
Transformasi Pajak Digital, 1.000 Lebih Civitas UNDIP Tuntaskan Aktivasi Akun Coretax DJP
Nawal Yasin Inisiasi Relawan Literasi, Optimalkan 6.000 Perpustakaan Desa Jateng

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 21:02 WIB

Vita Ervina Kenalkan Program MBG di Magelang untuk Percepat Penanganan Masalah Gizi Anak

Selasa, 20 Januari 2026 - 07:38 WIB

Bunda PAUD Jateng Pastikan Anak Korban Banjir Pekalongan Tetap Ceria dan Siap Kembali Sekolah

Kamis, 11 Desember 2025 - 19:39 WIB

Sido Muncul Sabet Penghargaan GENTING Gold, Tegaskan Komitmen Perangi Stunting

Rabu, 10 Desember 2025 - 17:32 WIB

Indosat Perluas AIvolusi5G di Jateng–DIY, Semarang Jadi Episentrum Internet Super Cepat

Selasa, 9 Desember 2025 - 16:39 WIB

Berkas Lengkap, Tiga Tersangka Penggelapan Pajak Diserahkan DJP ke Kejari Semarang

Berita Terbaru