Sangiran Menuju Kampung Dunia, Pemkab Sragen Siap Fasilitasi Pengembangan Museum

- Reporter

Rabu, 14 Mei 2025 - 15:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SRAGEN – Komitmen Kabupaten Sragen dalam mendorong kolaborasi internasional dan pelestarian warisan budaya dunia kembali ditegaskan melalui Sangiran International Youth Forum yang diselenggarakan pada Jumat (9/5/2025).

Forum ini dihadiri oleh peserta dari berbagai negara. Seperti Spanyol, Brazil, Tiongok, India, Namibia, Peru, Prancis dan Indonesia, sebagai bentuk penguatan jejaring global dalam pengembangan kawasan Sangiran sebagai situs peradaban dunia.

Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, yang hadir secara langsung menyampaikan harapannya agar Sangiran tidak hanya menjadi pusat riset dan pelestarian sejarah, tetapi juga berkembang sebagai Kampung Dunia dan ruang terbuka bagi dialog antarbangsa, pengembangan masyarakat, dan promosi potensi daerah. Pemerintah Kabupaten Sragen menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi pengembangan terintegrasi antara kawasan museum, masyarakat dan lingkungan sekitar.
“Harapan kami, Sangiran bisa menjadi kampung dunia. Yang datang ke sini bukan hanya untuk melihat masa lalu, tetapi juga berinteraksi dengan masyarakat yang hidup berdampingan dengan sejarah besar ini. Puluhan, bahkan ratusan pengunjung internasional bisa tinggal beberapa hari, mengeksplorasi Sangiran secara utuh.” ujar bupati Sigit.
Dirinya juga menekankan perlunya pembangunan yang terintegrasi, tidak hanya fokus pada museum atau artefak purbakala, namun juga melibatkan pengembangan masyarakat lokal sebagai bagian penting dari ekosistem warisan budaya.
“Kita punya dua kekuatan, yaitu menelisik masa lalu, dan melihat proses panjang masyarakat modern yang tumbuh diatas tanah bersejarah ini.” tegasnya.
Di sela forum, Sigit bertukar pikiran dan berdiskusi hangat bersama dua narasumber utama, yakni Prof. Harry Widianto, arkeolog senior dari Indonesia, dan Prof. Francois Semah, pakar arkeolog asal Prancis. Diskusi itu mencakup potensi kolaborasi internasional, strategi pelestarian, serta integrasi antara sains, budaya, dan pengembangan ekonomi lokal.
“Pemerintah daerah siap memfasilitasi proses transformasi Sangiran. Melalui forum internasional ini, saya membuka ruang komunikasi dan kolaborasi agar Sagiran bisa menjadi kampung internasional yang membanggakan Sragen dan Indonesia di mata dunia.” pungkasnya.

Baca Juga :  Perkuat Industri Nasional, PT Surveyor Indonesia Komitmen Dukung Penerapan TKDN

Berita Terkait

Rupiah Borobudur Playon 2026 Kembali Digelar, Padukan Sport Tourism, Edukasi Rupiah dan Aksi Berbagi
Produksi Energi Menurun, Gubernur Luthfi Soroti Krisis Sedimentasi Waduk Mrica
NGASAB Hangatkan Akhir Pekan, Ayah dan Anak Ciptakan Cerita di Jalan Bersama Honda PCX 160
Vita Ervina Kenalkan Program MBG di Magelang untuk Percepat Penanganan Masalah Gizi Anak
Bunda PAUD Jateng Pastikan Anak Korban Banjir Pekalongan Tetap Ceria dan Siap Kembali Sekolah
Sido Muncul Sabet Penghargaan GENTING Gold, Tegaskan Komitmen Perangi Stunting
Indosat Perluas AIvolusi5G di Jateng–DIY, Semarang Jadi Episentrum Internet Super Cepat
Berkas Lengkap, Tiga Tersangka Penggelapan Pajak Diserahkan DJP ke Kejari Semarang

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 19:02 WIB

Rupiah Borobudur Playon 2026 Kembali Digelar, Padukan Sport Tourism, Edukasi Rupiah dan Aksi Berbagi

Selasa, 19 Mei 2026 - 06:01 WIB

Produksi Energi Menurun, Gubernur Luthfi Soroti Krisis Sedimentasi Waduk Mrica

Rabu, 29 April 2026 - 10:24 WIB

NGASAB Hangatkan Akhir Pekan, Ayah dan Anak Ciptakan Cerita di Jalan Bersama Honda PCX 160

Senin, 16 Maret 2026 - 21:02 WIB

Vita Ervina Kenalkan Program MBG di Magelang untuk Percepat Penanganan Masalah Gizi Anak

Selasa, 20 Januari 2026 - 07:38 WIB

Bunda PAUD Jateng Pastikan Anak Korban Banjir Pekalongan Tetap Ceria dan Siap Kembali Sekolah

Berita Terbaru

Nasional

Menko Polkam: Daerah Tak Akan Maju Tanpa Forkopimda yang Kompak

Minggu, 31 Mei 2026 - 08:54 WIB

Pendidikan

Luthfi: Pesantren Harus Menjadi Ruang Aman bagi Santri

Minggu, 31 Mei 2026 - 06:09 WIB