10.000 SRC Ditargetkan Jadi Mitra Bulog Salurkan Pangan Murah

- Reporter

Selasa, 16 September 2025 - 18:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang – Perum Bulog Jawa Tengah menjalin kerja sama dengan PT HM Sampoerna Tbk melalui jaringan Sampoerna Retail Community (SRC) untuk memperluas distribusi pangan pemerintah, khususnya beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Kolaborasi ini diresmikan dalam acara bertajuk Program Hulu ke Hilir Mendukung Kemandirian Pangan yang berlangsung di MAC Ballroom, Semarang, Selasa (16/9/2025).

Sinergi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga, menjamin ketersediaan pangan, serta membantu pemerintah mengendalikan inflasi.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jateng, Sri Muniati, menjelaskan bahwa jaringan SRC sudah menyumbang hingga 17 persen dari total saluran ritel Bulog dalam beberapa bulan terakhir. Ke depan, kerja sama ini ditargetkan melibatkan 10.000 SRC di seluruh Indonesia melalui sinergi program Rumah Pangan Kita (RPK), dari total 250 ribu SRC yang ada.

Baca Juga :  The Park Semarang Luncurkan Sunday Big Shopping, Program Belanja Spektakuler Pertama di Jateng

“Di Jawa Tengah, targetnya 870 SRC bergabung sebagai Sahabat RPK. Saat ini sudah ada 471 SRC-RPK, dan 373 di antaranya atau sekitar 81 persen sudah aktif bertransaksi,” kata Sri.

Selain memperkuat jalur distribusi hilir, Sampoerna juga mendukung sektor hulu dengan membina petani tembakau yang pada musim tertentu beralih menanam padi. Melalui bimbingan teknis, para petani binaan diharapkan dapat menjadi mitra Bulog dalam penyerapan gabah.

Produk yang didistribusikan melalui jaringan SRC mencakup beras SPHP, beras premium hingga minyak goreng Minyak Kita dan lainnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengapresiasi kontribusi Sampoerna dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Ia menegaskan, Jawa Tengah ditetapkan sebagai provinsi penopang pangan nasional, sejalan dengan program Gubernur Ahmad Luthfi dan rencana pembangunan jangka panjang nasional.

Baca Juga :  Gubernur Luthfi Minta BUMD dan BLUD Rapor Merah Segera Berbenah

“Masalah utama sektor pangan adalah keterbatasan lahan pertanian karena tata ruang, serta rendahnya minat generasi muda terhadap pertanian. Konsep hulu-hilir Sampoerna dengan fokus pada kualitas produk, kemitraan, dan pemasaran yang adil bagi petani menjadi solusi penting,” ujar Sumarno.

Ia menambahkan, 14 persen petani binaan Sampoerna merupakan anak muda. Selain itu, keberadaan SRC juga membantu UMKM kelontongan bertahan di tengah persaingan minimarket, sekaligus memperkuat distribusi pangan terjangkau melalui program RPK.

“Dengan adanya jaringan ini, pangan bisa lebih dekat dengan masyarakat sekaligus mendukung pemerintah dalam menekan inflasi,” pungkasnya.***

Berita Terkait

Luthfi Dorong Pembangunan Dry Port, Target Rampung Dua Tahun
Ekonomi Jateng Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Global, Kemiskinan Menurun
Investasi Harus Cerdas dan Legal, Masyarakat Diingatkan Waspadai Modus Penipuan
Delegasi Taiwan Kunjungi Sido Muncul, Buka Peluang Kerja Sama Tanaman Obat dan Industri Herbal
BRI Semarang Pattimura Tegaskan Penanganan Kredit Sesuai Ketentuan
Waka DPRD Jateng Dukung Pengembangan 12 Kawasan Industri Baru untuk Dongkrak Investasi
Dorong Kapasitas Pelaku UMKM dan Kemajuan Ekonomi Daerah, BRI Kantor Cabang Salatiga Salurkan KUR Rp944 Miliar Hingga Juli 2026
Beasiswa Santri Pemprov Jateng Buka Jalan Aqila Kuliah Kedokteran Gigi Undip

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:28 WIB

Luthfi Dorong Pembangunan Dry Port, Target Rampung Dua Tahun

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:41 WIB

Ekonomi Jateng Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Global, Kemiskinan Menurun

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Investasi Harus Cerdas dan Legal, Masyarakat Diingatkan Waspadai Modus Penipuan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:06 WIB

Delegasi Taiwan Kunjungi Sido Muncul, Buka Peluang Kerja Sama Tanaman Obat dan Industri Herbal

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:00 WIB

BRI Semarang Pattimura Tegaskan Penanganan Kredit Sesuai Ketentuan

Berita Terbaru