Rawan Penyelewengan, Gubernur Jateng Minta Pertamina Intensif Awasi Distribusi LPG Subsidi

- Reporter

Senin, 19 Mei 2025 - 18:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAWAN PENYELEWENGAN - Gubernur Jateng Akhmad Luthfi  menerima Cinderamata dari Executive GM PT Pertamina Patra Niaga Region Jawa Bagian Tengah Aribawa, usai melakukan Audensi di kantor Gubernur, Senin, (25/5/2025). (ist)

RAWAN PENYELEWENGAN - Gubernur Jateng Akhmad Luthfi menerima Cinderamata dari Executive GM PT Pertamina Patra Niaga Region Jawa Bagian Tengah Aribawa, usai melakukan Audensi di kantor Gubernur, Senin, (25/5/2025). (ist)

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyoroti distribusi LPG dan BBM subsidi yang dinilai masih rawan penyelewengan dan meminta Pertamina agar distribusi energi bersubsidi diawasi lebih ketat agar tepat sasaran. Pengawasan harus dilakukan intensif dan Pertamina jangan hanya bersikap pasif.

“Kasus LPG subsidi yang disuntik-suntik itu masih ada, di Temanggung, di Semarang juga ada. Kalau bisa (Pertamina) lebih intensif (kerja sama) dengan Polda. Jangan pasif. Harus diawasi,” tegas Gubernur saat pertemuan dengan jajaran Pertamina Patra Niaga di ruang kerjanya, Senin, 19 Mei 2025.

Luthfi juga mendorong distribusi LPG subsidi dipetakan ulang hingga level desa. Hal ini terkait dengan program Koperasi Desa Merah Putih yang tengah digencarkan. Menurutnya, itu penting agar bantuan dari pemerintah benar-benar sampai ke yang berhak.

Baca Juga :  Ini Dia Pemenang Sayembara Kaos Marimas Tahun 1995 yang Dapat Hadiah Uang Rp 30 Juta

“Di Jateng ini ada 8.560 desa. Petakan lagi LPG di desa-desa, supaya tepat sasaran. Pemerintah ini sudah babak belur ngasih subsidi, jangan sampai malah nggak pas,” lanjutnya.

Pertemuan ini dihadiri General Manager Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Aribawa, dan jajarannya. Terkait instruksi gubernur, Pertamina siap berkoordinasi dengan dinas dan instansi terkait untuk memastikan pendistribusian LPG-BBM Subsidi tepat sasaran.

“Pak Gubernur memberikan atensi yang serius terhadap penyaluran BBM bersubsidi harus benar-benar tepat sasaran. Sehingga kami berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait di Pemprov Jateng juga akan meningkatkan pengawasan untuk elpiji dan BBM bersubsidi ke depannya,” ujar Area Manager Communication Relation and CSR Pertamina Patra Niaga, Taufiq Kurniawan.

Baca Juga :  Bahlil Lahadalia: Tidak Perlu Khawatir, Stok BBM, LPG dan Listrik di Jateng Aman

Sementara itu dalam audiensi disampaikan bahwa pasokan energi di Jawa Tengah dalam kondisi aman dan siap menghadapi lonjakan konsumsi jelang Idul adha.

“Biasanya permintaan LPG naik 5–10 persen saat Idul adha. Kami pastikan siap. Terminal BBM dan LPG kami beroperasi 24 jam,” ungkapnya.

Pertamina juga melaporkan dukungan terhadap sejumlah program Pemprov Jateng, mulai dari Koperasi Desa Merah Putih, pengelolaan sampah, pangan, pengentasan kemiskinan ekstrem, sampai pemberdayaan difabel.

“Ada sekitar 50 anggota kelompok difabel yang kami bina di Boyolali dan Semarang. Sudah ada yang sharing sampai ke PBB di Amerika,” kata Taufiq.

Tak hanya itu, Pertamina juga mengungkap rencana peluncuran Pertamax Green 95 bulan depan, yang mengandung bioetanol. (*)

Berita Terkait

Pasar Semarang Sumbang 14 Persen Bisnis ARTUGO
Investasi Rp19,07 Triliun Mengalir ke Jateng, Pemerintah Siapkan Ekosistem Usaha
Pengeboran Panas Bumi Gunung Ungaran Ditargetkan Akhir 2028, Potensi 55 MW
Bantu Keluarga Keluar dari Kemiskinan, PKK-Baznas Jateng Beri Pelatihan Usaha
Transportasi Jateng Bertransformasi, Taksi Listrik Jadi Langkah Awal
GRANDE 2027 “Tahta Pesona Raya”, Ethica Group Perkuat Tren Sarimbit dan Jaringan Mitra
Potong Tumpeng HUT ke-27 SP PLN, Abrar Ali Tegaskan Perjuangan Hak Pekerja
Abrar Ali Kukuhkan Pengurus SP PLN UID Yogyakarta, Tekankan Komunikasi dan Kolaborasi
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:53 WIB

Pasar Semarang Sumbang 14 Persen Bisnis ARTUGO

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:31 WIB

Investasi Rp19,07 Triliun Mengalir ke Jateng, Pemerintah Siapkan Ekosistem Usaha

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Pengeboran Panas Bumi Gunung Ungaran Ditargetkan Akhir 2028, Potensi 55 MW

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:19 WIB

Bantu Keluarga Keluar dari Kemiskinan, PKK-Baznas Jateng Beri Pelatihan Usaha

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:38 WIB

Transportasi Jateng Bertransformasi, Taksi Listrik Jadi Langkah Awal

Berita Terbaru