Stok Aman, Harga Terkendali: Gerakan Pangan Murah Jateng Terus Digencarkan

- Reporter

Jumat, 19 Desember 2025 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah telah menyelenggarakan kegiatan Gerakan Pangan Purah (GPM) sebanyak 2.436 kali sejak Januari – 19 Desember 2025. Program strategis yang sudah menjangkau semua daerah di provinsi ini, omzetnya bahkan mencapai Rp45,7 miliar.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan, upaya yang telah dilakukan ini dalam rangka menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan di wilayahnya.

“Melalui kegiatan ini, total omsetnya Rp45,7 miliar,” kata Taj Yasin dalam kegiatan ‘Penjualan Pangan Murah bagi Komunitas Ojek Online’ bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, di Gudang Perum Bulog, Pedurungan, Kota Semarang, Jumat 19 Desember 2025.

Baca Juga :  PLN Bantu Infrastruktur Tanggul Banjir di Semarang dengan 1.200 Sandbag FABA

Komoditas yang dijual dalam GPM, antara lain beras, jagung, minyak, daging, dan bahan pokok lain yang harganya di atas harga pasarnya.

Taj Yasin mengatakan, upaya GPM ini guna memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok yang terjangkau. Di sisi yang lain, bahan pokok yang dibeli oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dari petani ini juga bisa memberikan harga yang layak.

Melalui program ini, harapannya bisa mengintervensi harga-harga yang berpotensi melonjak di pasaran. “Tentu penyaluran subsidi pangan ini sangat bermanfaat,” ucap pria asal Kabupaten Rembang tersebut.

Baca Juga :  BRI Peduli Renovasi Masjid Lanud Ahmad Yani

Terlebih, kata Taj Yasin, GPM penting menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Melalui program itu, pemerintah menyiapkan skema untuk mengendalikan inflasi di wilayahnya maupun harga-harga bahan pokok.

Lebih lanjut, dia mengajak masyarakat untuk menyambut nataru dengan rasa aman, tenang, dan penuh sukacita tanpa kekhawatiran sama sekali terhadap ketersediaan dan harga bahan pangan.

“Kita bisa melihat Gudang (Perum) Bulog kita, masih aman terkendali. Insyaallah ketersediaan pangan mencukupi,” kat Taj Yasin.

Dikatakannya, sejauh ini, produksi pangan di Jawa Tengah tetap surplus. Provinsi ini mampu menyumbang ketahanan pangan nomor dua terbesar secara nasional.*

Berita Terkait

IKM Terkendala Modal, Taj Yasin Dorong Akses Pembiayaan Hijau
Perubahan APBD Jateng 2026 Disepakati, Jalan hingga Fasilitas Sekolah Digenjot
Dirut BULOG Cek Langsung Pasokan Beras Premium, Stok Aman hingga Juli 2027
Jateng Sabet TPID Terbaik Nasional, Produksi dan Distribusi Pangan Jadi Kunci
Dorong Efisiensi Energi, LG Luncurkan Rangkaian AC Berteknologi AI di Indonesia
GIIAS Semarang 2026, Pasar Otomotif dan PAD Jateng Berpeluang Tumbuh
Jepang Butuh Pengemudi, Jateng Siapkan Tenaga Kerja Teruji
Jateng Tarik Investasi Tiongkok Rp4,55 Triliun, 213 Ribu Tenaga Kerja Terserap

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 18:15 WIB

IKM Terkendala Modal, Taj Yasin Dorong Akses Pembiayaan Hijau

Senin, 28 September 2026 - 16:14 WIB

Perubahan APBD Jateng 2026 Disepakati, Jalan hingga Fasilitas Sekolah Digenjot

Minggu, 27 September 2026 - 23:03 WIB

Dirut BULOG Cek Langsung Pasokan Beras Premium, Stok Aman hingga Juli 2027

Kamis, 24 September 2026 - 17:29 WIB

Jateng Sabet TPID Terbaik Nasional, Produksi dan Distribusi Pangan Jadi Kunci

Selasa, 22 September 2026 - 21:42 WIB

Dorong Efisiensi Energi, LG Luncurkan Rangkaian AC Berteknologi AI di Indonesia

Berita Terbaru