Peserta JKN: Dari Pemeriksaan hingga Operasi Katarak, Semua Terjamin

- Reporter

Senin, 24 Maret 2025 - 19:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

-BERKAT JKN- Rochdilyanti yang saat ini terdaftar sebagai Peserta Segmen Pekerja Penerima Upah (PPU), mengaku sangat terbantu dengan dijaminnya operasi katarak sang suami. Foto : Dok.BPJS/metrojateng.id

-BERKAT JKN- Rochdilyanti yang saat ini terdaftar sebagai Peserta Segmen Pekerja Penerima Upah (PPU), mengaku sangat terbantu dengan dijaminnya operasi katarak sang suami. Foto : Dok.BPJS/metrojateng.id

Semarang – Rochdilyanti yang saat ini terdaftar sebagai Peserta Segmen Pekerja Penerima Upah (PPU), mengaku sangat terbantu dengan dijaminnya operasi katarak sang suami. Berawal dari pandangan buram yang sering dialami sang suami saat berkendara lintas kota, sang suami sering mengeluhkan karena sangat mengganggu tingkat konsentrasinya saat berada di jalan raya.

“Jadi suami itu sering bilang kalo pas perjalanan malam hari, kena lampu jalan atau lampu kendaraan yang berlawanan arah bikin pandangan sangat buram, berulang kali mengeluh ya saya antar ke dokter buat diperiksa,” ucapnya.

Hasil pemeriksaan oleh dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) menunjukkan jika suami menderita katarak yang sudah cukup tebal. Dari awal Rochdilyanti sudah mengarahkan suaminya untuk memanfaatkan BPJS Kesehatan.

“Dokter di FKTP saya juga sangat proaktif, ia memberi beberapa opsi untuk rujukannya untuk memilih dimana, mau yang paling deket rumah atau mau dirujuk ke rumah sakit lain jika memang faskes terdekat sudah penuh. Menurut saya BPJS Kesehatan bagus sekali karena memberikan opsi juga kepada kami,” tuturnya.

Seperti diketahui, Program JKN ini menerapkan sistem rujukan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan secara berjenjang sesuai kebutuhan medis. Menilik kemudahan akses dari tempat tinggalnya, Rochdilyanti memilih Candi Eye Center sebagai faskes rujukan sang suami.

Baca Juga :  Audiensi Strategis: Perum BULOG dan TNI Sepakati Perjanjian Kerjasama Penyerapan Gabah Beras

Saat di faskes rujukan, secara tanggap dokter memeriksa kondisi mata suami Rochdilyanti secara detail.

“Dokter melakukan pemeriksaan di ruang diagnostik, mulai dari pemeriksaan awal untuk mengecek ketabalan katarak sudah berapa pakai semacam mikroskop gitu, lalu pemeriksaan dengan membaca tulisan pada jarak tertentu juga,” tambahnya.

Waktu dicek penglihatannya, Rochdilyanti menuturkan kemampuan mata sang suami sudah tidak mampu melihat. Sehingga untuk memastikan kembali dokter mengecek ulang saat itu juga. Baru selanjutnya diputuskan haru menjalani operasi.

“Dokter bilang melalui alat pemeriksaan, kalo kornea mata suami juga sudah tidak bisa tembus cahaya,” ujarnya.

Kondisi katarak sudah tidak mungkin membaik jika hanya dilakukan melalui pengobatan farmakologi saja, sehingga opsi tindakan operasi disarankan oleh dokter.

“Disini saya tidak ada kendala, bahkan tidak menunggu lama penjadwalan operasi tidak membutuhkan lama waktu tunggu,” tambahnya.

Sebagai peserta JKN yang memanfaatkan pelayanan kesehatan di faskes Rochdilyanti merasa tidak ada perbedaan pelayanan antara pasien umum dan pasien Program JKN. Pelayanan dirasakan sangat cepat, petugas dan dokter memberikan pelayanan dengan sangat ramah.

“Bahkan disini saya juga tidak ada iur biaya, saya merasakan betul Program JKN ini sudah sangat bagus dibandingkan bertahun-tahun yang lalu. Terutama dari segi dokumen-dokumen saat ini jauh lebih ringkas jika perlu berobat ke faskes,” ucapnya takjub.

Baca Juga :  CSR DAIKIN: Lima Tahun Berbagi Lewat Roda-Roda Ramadan

Terutama adanya Aplikasi Mobile JKN, Rochdilyanti sudah mmanfaatkan berbagai fitur seperti KIS Digital, Skrining Riwayat Kesehatan, juga ubah faskes. Menurutnya Aplikasi ini sangat memudahkan peserta JKN.

“Bahkan dengan aplikasi ini saya bisa mengecek keaktifan kepesertaan saya dan anggota keluarga saya. Mulai dari suami dan anak-anak, serta orang tua saya juga bisa saya cek,” ucapnya lagi.

Rochdilyanti menuturkan, transformasi BPJS Kesehatan dari tahun ke tahun, sangat membantu sekali peserta lanjut usia. Bahkan peserta bisa datang sendiri ke faskes, karena petugas di faskes sangat ramah, dan tanggap dalam membantu peserta.

“Kita sebagai pasien tidak perlu lagi kesana kemari, kalo bingung prosedur. Petugas mungkin sudah sangat memahami alur pelayanan program ini. Jadi lebih efisien,” tambahnya.

Rochdilyanti merasa Program JKN harus selalu ada sampai kapanpun. Jika dilihat dari nilai iurannya masih sangat terjangku dengan berbagai manfaat yang diterima peserta.

“Kedua, mungkin 1.000 orang yang sehat bisa mengcover 1 orang yang jatuh sakit parah, mungkin cuci darah yang butuh biaya tidak sedikit, itu bisa mengcover dari iuran yang terkumpul. Jangan hanya ingin byara iuran untuk memanfaatkan saja namun bayarlah iuran selain untuk berjaga-jaga tetapi juga membantu yang lain,” tutupnya.***

Berita Terkait

Lewat Speling, Jateng Percepat Deteksi TBC dan Tekan Kasus Stunting di Desa
Konser Amal Pejuang Kanker, Sekda Kampanyekan Pola Hidup Sehat
Pemprov Jateng Pastikan Pasien PBI JK Tetap Dilayani Meski Kepesertaan Nonaktif
Heri Pudyatmoko Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Primer di Jawa Tengah
Antisipasi Nipah Masuk Jateng, Heri Pudyatmoko Serukan Pencegahan Lewat Pola Hidup Sehat
Kejar Eliminasi TBC 2030, Gus Yasin Tekankan Peran Kunci Masyarakat
Gus Yasin Tinjau Pembangunan Gedung VIP RSUD Margono Soekarjo, Layanan Radioterapi Terbaik di Banyumas
Heri Pudyatmoko Minta Penurunan Stunting Jadi Prioritas Pembangunan Jateng

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 11:54 WIB

Lewat Speling, Jateng Percepat Deteksi TBC dan Tekan Kasus Stunting di Desa

Senin, 16 Februari 2026 - 06:56 WIB

Konser Amal Pejuang Kanker, Sekda Kampanyekan Pola Hidup Sehat

Selasa, 10 Februari 2026 - 06:59 WIB

Pemprov Jateng Pastikan Pasien PBI JK Tetap Dilayani Meski Kepesertaan Nonaktif

Sabtu, 7 Februari 2026 - 12:23 WIB

Heri Pudyatmoko Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Primer di Jawa Tengah

Sabtu, 7 Februari 2026 - 12:15 WIB

Antisipasi Nipah Masuk Jateng, Heri Pudyatmoko Serukan Pencegahan Lewat Pola Hidup Sehat

Berita Terbaru

Pendidikan

Luthfi: Pesantren Harus Menjadi Ruang Aman bagi Santri

Minggu, 31 Mei 2026 - 06:09 WIB