Metrojateng.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, mendorong pemerintah daerah untuk memberikan pendampingan intensif terhadap Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) agar mampu berkembang secara optimal dan berkontribusi nyata dalam penguatan ekonomi masyarakat.
Menurut Heri, keberadaan Koperasi Merah Putih menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun kemandirian ekonomi warga, khususnya di tingkat desa. Namun, agar koperasi itu dapat berjalan efektif dan berkelanjutan, diperlukan dukungan nyata dari pemerintah daerah, baik dalam bentuk pembinaan, pengawasan, maupun fasilitasi usaha.
“Pemerintah daerah harus hadir memberikan pendampingan, mulai dari aspek manajemen, permodalan, hingga pengembangan usaha. Koperasi tidak bisa dibiarkan berjalan sendiri,” ujarnya dalam keterangannya.
Ia menilai, penguatan kapasitas sumber daya manusia pengelola koperasi menjadi kunci utama agar koperasi dapat dikelola secara profesional. Selain itu, akses terhadap pasar dan jaringan usaha juga perlu diperluas agar koperasi mampu berkembang dan bersaing.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, dari total 8.523 koperasi berbadan hukum, sebanyak 5.887 koperasi telah memetakan lokasi pembangunan gedung. Dari jumlah tersebut, 5.503 unit koperasi telah memasuki tahap pembangunan, dan 1.456 unit di antaranya telah selesai 100 persen.
Capaian ini menempatkan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan pembangunan koperasi terbanyak kedua secara nasional. Heri mengapresiasi progres tersebut, namun menekankan bahwa pembangunan fisik harus diiringi dengan penguatan kelembagaan dan kualitas pengelolaan koperasi.
“Jangan hanya fokus pada pembangunan gedung, tetapi juga bagaimana koperasi itu bisa aktif, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya,” tegasnya.
Ia juga menyoroti kontribusi Koperasi Desa Merah Putih yang mulai terlihat dalam berbagai program strategis pemerintah. Tercatat, puluhan koperasi telah terlibat dalam penyediaan kebutuhan dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain itu, ratusan koperasi lainnya bekerja sama dengan Perum Bulog dalam program Gerakan Pangan Murah dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp9,5 miliar. Bahkan, ratusan koperasi juga ikut berperan dalam mendukung stabilisasi pasokan pangan menjelang Lebaran.
Menurut Heri, keterlibatan koperasi dalam berbagai program tersebut menunjukkan potensi besar koperasi sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Ini bukti bahwa koperasi bisa menjadi garda terdepan dalam mendukung program pemerintah sekaligus memperkuat ekonomi rakyat,” politikus Partai Gerindra tersebut.
Ia berharap pemerintah daerah terus memperkuat sinergi dengan koperasi melalui program pendampingan yang berkelanjutan, sehingga koperasi tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga berkualitas.
“Dengan pendampingan yang tepat, koperasi Merah Putih bisa menjadi motor penggerak ekonomi desa yang mandiri dan berdaya saing,” pungkas Heri Londo, sapaan akrabnya.***









