Pemprov Jateng Gandeng Undip Tingkatkan Kesadaran Relasi Remaja

- Reporter

Kamis, 10 September 2026 - 11:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Meningkatnya kasus kekerasan seksual kalangan remaja memerlukan kolaborasi berbagai pihak untuk menanganinya.

Terlebih kekerasan atas dasar relasi, baik relasi kuasa maupun yang berawal dari konsen (suka sama suka).

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dimotori Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), kolaborasi dengan FISIP Undip dan Ikatan Alumni Ilmu Pemerintahan, menyelenggarakan Talk Show membahas masalah ini.

Mengangkat tema edukasi kesadaran relasi dan pencegahan kekerasan seksual, diadakan di ruang teater Kampus FISIP Undip Tembalang, 9 September 2026.

Acara dihadiri ratusan mahasiswa secara offline dan orang tua mahasiswa secara online.

Prof. Teguh Yuwono, Dekan FISIP Undip, dalam sambutannya menyampaikan, FISIP Undip memiliki komitmen untuk membangun kampus bebas kekerasan baik yang bersifat verbal, psikis, dan seksual.

Baca Juga :  Viral Guru Madin di Demak Didenda Rp25 Juta, Wagub Jateng Turun Tangan

Komitmen tersebut dibuktikan dengan penegakan etika, aturan akademik yang tidak menoleransi kekerasan, hingga pendirian lembaga untuk pencegahan maupun penanganannya, yakni FISIP Wellness Unit (FWU).

Lusia Astrika, narasumber dari FISIP Wellness Unit menyampaikan, fenomena mahasiswa yang menjadi pendiam dan murung terkadang menjadi salah satu indikasi korban kekerasan yang berawal dari konsen seperti dalam kasus pacaran. Terlebih ketika yang bersangkutan tidak mendapatkan tempat untuk sharing atas persoalan yang dihadapi.

Disinilah peran penting kehadiran orang tua untuk ikut memantau pergaulan anaknya meskipun sudah menjadi mahasiswa.

Baca Juga :  Kencan Bumil Hadir di Jateng, Ribuan Kader PKK Kawal Kesehatan Ibu Hamil

Faisa Mukti Septiyani, Plt. Kepala DP3AKB Pemprov Jawa Tengah, memaparkan, masyarakat Jawa Tengah kini semakin berani melapor terhadap kasus kekerasan perempuan. Sebagai upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan, DP3AKB ikut mengadvokasi terbentuknya Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT), di sejumlah Kampus di Jawa Tengah.

Demikian halnya dengan pendirian UPTD PPPA di 35 kab/kota dan provinsi untuk memberikan 11 pelayanan. Mulai dari hak hukum, pendampingan, Kesehatan, hingga psikologis.

Acara ini juga dibarengi dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama tentang pencegahan dan penanganan kekerasan dan pemberdayaan perempuan.***

Berita Terkait

Kafilah MTQ Papua Barat Daya Terkesan Penyambutan Pemprov Jateng, Selendang Rajut Jepara Jadi Simbol Keakraban
Jateng Dukung Single Identity Number, Fotokopi KTP Tak Lagi Jadi Syarat Berulang
Bendung Karet Juana Mengering, Luthfi Perintahkan Bangkai Ikan Sapu-Sapu Dikubur
Lemhannas Jadikan Jateng Lokus Kajian EBT untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Dari Lereng Sumbing, Ning Nawal Perkuat UMKM Berbasis Keluarga Lewat Kapulaga
Digitalisasi Perlinsos Jateng Tembus 322 Ribu KK, Agen Diminta Tak Tinggalkan Warga Pelosok
PSEL Semarang Raya Ditargetkan Groundbreaking Desember, Olah 1.000 Ton Sampah per Hari
Di Tengah Gempuran Gadget, Sindhu Laras Bocah Hidupkan Karawitan dan Pedalangan Jawa Tengah

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 11:15 WIB

Pemprov Jateng Gandeng Undip Tingkatkan Kesadaran Relasi Remaja

Kamis, 10 September 2026 - 07:31 WIB

Kafilah MTQ Papua Barat Daya Terkesan Penyambutan Pemprov Jateng, Selendang Rajut Jepara Jadi Simbol Keakraban

Rabu, 9 September 2026 - 17:53 WIB

Jateng Dukung Single Identity Number, Fotokopi KTP Tak Lagi Jadi Syarat Berulang

Rabu, 9 September 2026 - 10:53 WIB

Bendung Karet Juana Mengering, Luthfi Perintahkan Bangkai Ikan Sapu-Sapu Dikubur

Selasa, 8 September 2026 - 17:58 WIB

Lemhannas Jadikan Jateng Lokus Kajian EBT untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Berita Terbaru