SEMARANG – Ratusan maket dan gambar desain memenuhi Rumah Po Han, Kota Lama Semarang. Ada rancangan rumah, pasar, terminal, stasiun hingga gedung pertunjukan. Masing-masing membawa cerita tentang proses belajar mahasiswa menjadi seorang arsitek.
Sekitar 300 karya mahasiswa Program Studi S1 Arsitektur Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) dipamerkan dalam Parade Desain: The Journey of Explore, 21-23 Agustus 2026.
Ketua Panitia, Niko Febrianto, mengatakan pameran tersebut menjadi ruang apresiasi sekaligus sarana memperkenalkan karya mahasiswa kepada masyarakat.
“Tujuan utamanya adalah mengapresiasi karya-karya mahasiswa S1 Arsitektur dan mempublikasikan karya mereka supaya dikenal masyarakat luas,” kata Niko.
Tema The Journey of Explore dipilih karena proses belajar seorang arsitek tidak pernah berhenti. Sejak mahasiswa hingga memasuki dunia profesional, seorang arsitek dituntut terus belajar dan mengeksplorasi gagasan.
Salah satu karya yang dipamerkan adalah rancangan gedung pertunjukan seni karya Muzaki Ahmad, mahasiswa semester empat. Bangunan empat lantai itu dirancang mampu menampung sekitar 800 pengunjung.
Muzaki mengaku idenya berangkat dari persoalan ruang pertunjukan di Semarang yang masih kerap menggunakan ruang terbuka untuk konser berskala besar.
“Lapangan itu sebaiknya tidak diperuntukkan untuk konser. Jadi saya mengambil gedung pertunjukan berskala besar dari permasalahan itu,” ujarnya.
Ketua Program Studi S1 Arsitektur Unimus, Kania Kinasih, mengatakan pameran juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan Prodi Arsitektur Unimus yang masih relatif baru kepada masyarakat.
“Ini cara kami mengenalkan Arsitektur Unimus kepada masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa kami sudah punya karya dan nantinya lulusan kami bisa bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Selain menampilkan karya, pameran tersebut juga memperlihatkan karakter pendidikan arsitektur Unimus yang mengembangkan penciri arsitektur Islam. Konsep tersebut tidak dimaknai sebatas bentuk masjid atau simbol keagamaan, tetapi melalui nilai fungsi dan kebermanfaatan.
“Arsitektur Islam itu bukan melulu masjid. Nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran bisa kita implementasikan ke dalam desain,” ujar Ania.
Selama tiga hari, masyarakat dapat melihat langsung sekitar 300 karya tersebut secara gratis. Pameran berlangsung pukul 09.00-22.00 WIB di Rumah Po Han, Kota Lama Semarang.***









