Kencan Bumil Hadir di Jateng, Ribuan Kader PKK Kawal Kesehatan Ibu Hamil

- Reporter

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BLORA – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen mengatakan, pentingnya edukasi kesehatan bayi dan ibu hamil. Para suami juga wajib mendampingi isterinya yang sedang hamil selama memeriksakan kehamilanya. Sehingga angka kematian bayi dan ibu hamil bisa ditekan.

Hal itu disampaikan Gus Yasin, panggilan akrabnya, mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, saat melaunching gerakan “Kencan Bumil” (Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil), dan launching SIM PKK (Sistem Informasi Manajamen PKK) Provinsi Jawa Tengah, di Desa Nglangitan, kecamatan Tunjungan, kabupaten Blora, Selasa (19 Mei 2026).
Launching juga dirangkaikan dalam Rangka Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 2026.

“Ibu-ibu PKK provinsi Jawa Tengah ini luar biasa. Mereka sebenarnya membantu tugas kami. Dengan adanya gerakan Kencan Bumil yang diinisiasi PKK, masyarakat lebih teredukasi, pentingnya menjaga kesehatan bayi dan ibu hamil. Sekaligus mengetahui bagaimana penanggulangannya,” katanya, saat memberi sambutan.

Wagub juga menyampaikan, kesehatan bayi sangat ditentukan selama masa kehamilan. Maka ibu hamil dan suaminya harus tahu apa yang mesti dilakukan selama kehamilan. Harus periksa rutin, harus makan bergizi, harus menjaga pola hidup sehat, harus USG, dan lainya.

Melalui program Kencan Bumil yang dimotori PKK, para ibu hamil akan didata dan dikawal selama kehamilanya. Ada kader PKK, kader Posyandu,dan petugas kesehatan yang melakukan pendataan dan memantau kesehatanya. Sehingga angka kematian bayi, angka kematian ibu hamil, dan stunting bisa diturunkan.

“Tadi saya sengaja bertanya kepada ibu-ibu yang hamil di sini, kalau periksa kehamilan diantar siapa. Ternyata mereka menjawab berangkat sendiri. Artinya tidak diantar suaminya. Padahal suami harus mengantar isterinya supaya sama-sama tahu kondisi kehamilan isterinya,”imbuh Wagub.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin, M.S.I, mengatakan, gerakan Kencan Bumil diharapkan bisa menyasar hingga seluruh masyarakat Jawa Tengah. Sehingga upaya mencegah angka kematian bayi dan ibu hamil bisa berjalan maksimal.

Baca Juga :  Langkah Nyata Menuju Indonesia Emas: MBG Disosialisasikan di Kabupaten Semarang

“Marilah kita jadikan momentum HKG PKK ke-54 ini sebagai titik balik untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi secara signifikan,”harap Ning Nawal, sapaan akrabnya.

Menurutnya, tiap tahun angka kematian bayi dan ibu hamil di Jateng memang selalu turun. Tahun 2024 angkanya 427,tahun 2025 turun menjadi 337. Tetapi upaya meminimalkan harus terus dilakukan karena masih ada ratusan bayi dan ibu hamil yang menjadi korban.

Karenanya, launching Kencan Bumil dan SIM PKK Provinsi Jawa Tengah merupakan momen untuk menentukan skala prioritas dalam menyelesaikan isu-isu strategis terkait penurunan angka kematian ibu dan bayi.

Dalam menjaga ketahanan ibu hamil, kata Bawak, PKK Provinsi Jawa Tengah akan fokus pada tiga hal. Yaitu penjangkauan, peningkatan pengetahuan, dan pendampingan.

“Bagaimana AKI (Angka Kematian Ibu) dan AKB (Angka Kematian Bayi) ini harus kita kawal supaya angkanya tidak tinggi di Provinsi Jawa Tengah ini. Sehingga tiga hal ini yang kemudian menjadi fokus didampingi pada waktu hamil. Satu kader (PKK) satu ibu hamil,” katanya.

Kader PKK juga akan mendampingi ibu hamil sampai dengan tahapan pasca nifas dan pengurusan administrasi. Oleh karenanya, diperlukan kolaborasi berbagai unsur yang akan mengawal kesehatan ibu hamil di Jawa Tengah.

“Ini sifatnya kolaboratif. Jadi yang pertama adalah kader-kader kesehatan. Kemudian yang kedua adalah kader pos kesehatan, yang ketiga adalah kader-kader PKK. Tiga kader-kader ini yang kemudian nanti akan berkolaborasi mengawal kesehatan ibu hamil ini,” ujarnya.

Kata Nawal, kehamilan bukan saja menyangkut permasalahan faktor medis (hipertensi, eklamsi, perdarahan, infeksi, & komplikasi). Tetapi juga dipengaruhi faktor sosial sepeti kehamilan tidak dikehendaki, kekerasan seksual, aib, perkawinan anak. Juga masalah ekonomi (kemiskinan & tidak memiliki jaminan kesehatan). Lalu masalah pendidikan serta rendahnya literasi kesehatan ibu dan anak bagi keluarga.

Baca Juga :  Waka DPRD Jateng Ungkap Pemberdayaan Petani dan Nelayan Kunci Wujudkan Ketahanan Pangan

Selain itu, masih terdapat kesenjangan akses dan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil dan balita. Termasuk belum optimalnya pemeriksaan kehamilan secara rutin dan sesuai standar.

“Situasi lebih buruk dapat dialami oleh kelompok-kelompok rentan seperti ibu hamil dengan penyandang disabilitas, ibu hamil dengan usia anak, ibu hamil akibat kekerasan seksual, ibu hamil degan kehamilan tidak dikehendaki, dan ibu hamil yang hidup dengan HIV,”ujarnya.

“Jangan sampai ada satu pun kelompok yang ditinggal atau ditinggalkan (no one life behind) dalam layanan kesehatan ibu hamil dan balita di Jawa Tengah,” tandasnya.

Dia yakin jika Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkolaborasi dengan PKK dan Posyandu dapat mencegah AKI, AKB, dan stunting. Sebab Jawa Tengah memiliki kekuatan yang besar, komitmen pemerintah yang tinggi, semangat gotong royong, serta jumlah dan jaringan kader kesehatan yang luas.

Dari Data SIM PKK Jawa Tengah, tercatat sudah memiliki 212.823 unit PKK di tingkat RT, dan 452.426 Dasa Wisma. Jateng juga memiliki 49.149 unit Posyandu dan 268.357 orang kader Posyandu Bidang Kesehatan. Jumlah kader Bidang Kesehatan di Triwulan I tahun ini, naik sebesar 18.725 kader dibandingkan 2025.

“Kunci keberhasilan gerakan ini adalah kolaborasi dan inklusif. Kader menjadi ujung tombak di masyarakat, tenaga kesehatan sebagai penjamin mutu layanan, pemerintah daerah sebagai penguat kebijakan, dan keluarga sebagai sistem pendukung utama bagi ibu hamil. Sehingga, seluruh ibu hamil mendapatkan pemeriksaan dan layanan kesehatan berkualitas dan tepat waktu. Sehingga kita bisa mencegah dan menyelamatkan ibu hamil dan bayi dari kematian,” urainya.

Dalam sambutannya, Bupati Blora Arief Rohman menegaskan, Pemerintah Kabupaten Blora mendukung penuh program-program PKK yang menjadi prioritas.

“Kami berharap keberadaan PKK ini bisa memberikan manfaat untuk masyarakat. Semoga sinergi pemerintah Kabupaten se-Jawa Tengah dengan pemerintah provinsi bisa mewujudkan kesejahteraan masyarakat,”harapnya.***

Berita Terkait

Road to Muria Trail Run Meriah, Sekda Jateng Ajak Daerah Lain Kembangkan Wisata Olahraga
Perlindungan Pekerja Informal Jadi Prioritas, Ahmad Luthfi Dorong Perda Segera Rampung
Bulog Tarik Minyakita Diduga Berbau Solar di Grobogan, Siap Ganti Baru
Kuasa hukum Bank Mandiri Taspen: Penyelesaian Kasus NHS Harus Dalam Koridor Hukum dan Fakta yang Tepat
Jateng Percepat Transformasi Industri AMDK Hijau, Ahmad Luthfi Soroti Konservasi Air Tanah
Pimpin ALTI Jateng, Sumarno Ingin Trail Run Dongkrak Pariwisata dan PAD
Berhasil Bangkit, 2.596 KPM PKH Klaten Resmi Graduasi dan Tinggalkan Bansos
PNM Raih Apresiasi Top Company in Ultra Micro Finance for Women Empowerment

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 15:05 WIB

Road to Muria Trail Run Meriah, Sekda Jateng Ajak Daerah Lain Kembangkan Wisata Olahraga

Jumat, 3 Juli 2026 - 06:23 WIB

Perlindungan Pekerja Informal Jadi Prioritas, Ahmad Luthfi Dorong Perda Segera Rampung

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:04 WIB

Bulog Tarik Minyakita Diduga Berbau Solar di Grobogan, Siap Ganti Baru

Kamis, 2 Juli 2026 - 07:30 WIB

Kuasa hukum Bank Mandiri Taspen: Penyelesaian Kasus NHS Harus Dalam Koridor Hukum dan Fakta yang Tepat

Rabu, 1 Juli 2026 - 16:56 WIB

Jateng Percepat Transformasi Industri AMDK Hijau, Ahmad Luthfi Soroti Konservasi Air Tanah

Berita Terbaru