Dari Lereng Sumbing, Ning Nawal Perkuat UMKM Berbasis Keluarga Lewat Kapulaga

- Reporter

Selasa, 8 September 2026 - 15:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WONOSOBO – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin, M. S. I, mengatakan, program Kelompok Usaha Berbasis Keluarga (Kapulaga) menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga melalui pengembangan potensi usaha masyarakat.

Hal itu dikatakan, saat peluncuran Kapulaga di Kawasan Wisata Jalan Lingkar Sumbing (Jalisu), di Desa Butuh Kidul, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Selasa, 8 September 2026.

“PKK fokus pada pembinaan keluarga. Dari sektor keluarga ini, diharapkan bisa memunculkan income yang mendukung ketahanan ekonomi,” kata Ning Nawal, panggilan akrabnya.

Menurutnya, keluarga merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun perekonomian masyarakat. Banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berkembang dari skala rumah tangga sebelum kemudian mampu memperluas pasar hingga ke mancanegara.

“Banyak UMKM sukses yang berawal dari skala rumah tangga, bahkan ada yang sudah ekspor ke 11 negara,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembentukan kelompok Kapulaga dilakukan dengan terlebih dahulu melihat potensi dan karakteristik masing-masing daerah. Dengan pendekatan tersebut, pelatihan dan pendampingan yang diberikan kepada masyarakat diharapkan benar-benar sesuai dengan sumber daya lokal yang tersedia.

Di Desa Butuh Kidul, misalnya, pelatihan diarahkan pada pengolahan sejumlah komoditas lokal. Seperti labu siam yang diolah menjadi selai dan pengeringan cabai.

Baca Juga :  Harganas 2026, Sekda Jateng Ajak Orang Tua Kendalikan Penggunaan Gadget Anak

Selain itu, masyarakat juga memperoleh pelatihan barista dan pengolahan produk kopi untuk menangkap peluang ekonomi dari perkembangan kawasan wisata Jalur Lingkar Sumbing.

“Pelatihan disesuaikan dengan potensi daerah. Peluncuran di Wonosobo ini menjadi proyek percontohan (pilot project),” katanya.

Nawal mengatakan program Kapulaga tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan masyarakat. TP PKK Jawa Tengah juga menyiapkan pendampingan lanjutan agar produk yang dihasilkan dapat berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan.

Pendampingan tersebut mencakup fasilitasi permodalan, pemasaran, pengembangan produk, serta pengurusan berbagai perizinan yang diperlukan pelaku usaha.

Ia menargetkan program Kapulaga dapat diperluas ke seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah sehingga semakin banyak keluarga yang memiliki kesempatan mengembangkan usaha sesuai dengan potensi daerah masing-masing.

“Ke depan, program Kapulaga akan kami perluas ke seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen yang hadir mengapresiasi kolaborasi TP PKK Jawa Tengah dan TP PKK Kabupaten Wonosobo dalam menjalankan program tersebut.

Ia menilai, kawasan Jalur Lingkar Sumbing memiliki potensi ekonomi dan pariwisata yang cukup besar. Pertumbuhan warung, kafe, dan angkringan di kawasan tersebut menunjukkan adanya aktivitas ekonomi masyarakat yang perlu mendapatkan dukungan.

Baca Juga :  Target Zero Sampah 2029, Jateng Mulai Gerakan Bersih Sampah Terstruktur

“Kami berterima kasih kepada PKK provinsi maupun kabupaten yang sudah berkolaborasi. Pelatihan Kapulaga ini berbasis keluarga. Tadi kami juga menyapa komunitas kopi yang ternyata belum tersentuh, padahal berada di jalur yang bagus,” kata pria yang memimpin Jawa Tengah bersama Gubernur Ahmad Luthfi itu.

Taj Yasin mendorong pemerintah kecamatan, desa, dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk bersama-sama mengembangkan kawasan tersebut sehingga aktivitas pariwisata turut memberikan dampak terhadap perekonomian warga.

Selain pelatihan, Pemprov Jawa Tengah juga mendorong proses hilirisasi produk Kapulaga melalui penyediaan akses pemasaran, fasilitas perizinan edar, hingga sertifikasi halal bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Program Kapulaga diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen penguatan UMKM berbasis keluarga sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi lokal di Jawa Tengah yang saat ini memiliki sekitar 4,4 juta unit UMKM.

Hal senada juga disampaikan Ketua TP PKK Wonosobo, Dyah Afif Nurhidayat. Ia mengatakan Kapulaga relevan dengan penanganan kemiskinan melalui pendampingan UMKM. Peluncuran Kapulaga di kawasan wisata Jalisu, menurutnya bentuk kolaborasi dan gotong – royong yang dilakukan pemerintah beserta masyarakat dalam program penanganan kemiskinan di Kabupaten Wonosobo.***

Berita Terkait

Digitalisasi Perlinsos Jateng Tembus 322 Ribu KK, Agen Diminta Tak Tinggalkan Warga Pelosok
PSEL Semarang Raya Ditargetkan Groundbreaking Desember, Olah 1.000 Ton Sampah per Hari
Di Tengah Gempuran Gadget, Sindhu Laras Bocah Hidupkan Karawitan dan Pedalangan Jawa Tengah
Abu Anak Krakatau Belum Terdeteksi di Jateng, Masyarakat Jangan Panik
Krakatau Erupsi, Jateng Siapkan Skenario Transportasi agar Kafilah MTQ Tetap Tiba di Semarang
Pemadaman TPA Putri Cempo Dikebut, Jateng Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca 9–10 September
Respons Cepat Jadi Kunci, Ahmad Luthfi Perkuat Tim Reaksi Cepat Jawa Tengah
Luthfi Beri Penguatan Keluarga Mozza, Penanganan Kasus Terus Dikawal

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 15:55 WIB

Dari Lereng Sumbing, Ning Nawal Perkuat UMKM Berbasis Keluarga Lewat Kapulaga

Selasa, 8 September 2026 - 14:36 WIB

Digitalisasi Perlinsos Jateng Tembus 322 Ribu KK, Agen Diminta Tak Tinggalkan Warga Pelosok

Selasa, 8 September 2026 - 14:16 WIB

PSEL Semarang Raya Ditargetkan Groundbreaking Desember, Olah 1.000 Ton Sampah per Hari

Selasa, 8 September 2026 - 10:44 WIB

Di Tengah Gempuran Gadget, Sindhu Laras Bocah Hidupkan Karawitan dan Pedalangan Jawa Tengah

Selasa, 8 September 2026 - 06:45 WIB

Krakatau Erupsi, Jateng Siapkan Skenario Transportasi agar Kafilah MTQ Tetap Tiba di Semarang

Berita Terbaru