Nawal Yasin Apresiasi Pengrajin Jateng Usai Borong Penghargaan Dekranas

- Reporter

Kamis, 25 September 2025 - 08:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Provinsi Jawa Tengah (Jateng) yang dipimpin Gubernur Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), kembali menunjukkan keunggulannya dalam bidang kerajinan tangan, dengan memborong sejumlah penghargaan bergengsi pada ajang Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Award 2025.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengungkapkan kebanggaannya, atas capaian luar biasa yang diraih oleh para pengrajin lokal di wilayahnya.

“Saya ucapkan apresiasi kepada pemenang, dan harapannya terus mengembangkan produknya,” kata dia, seusai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dekranas 2025, di Mercure Convention Center, Ancol, Jakarta, Selasa (23/9/2025).

Dijelaskan, dalam Dekranas Award 2025, lima produk kerajinan asal Jateng dinyatakan sebagai pemenang. Selendang Batik Tulis “Tambal 101” dari Kota Pekalongan berhasil meraih Juara 1 Kategori Produk Kain.

Jateng juga meraih Juara 2 untuk dua kategori. Yakni, produk kerajinan Bumerang Seni asal Kabupaten Sragen untuk Kategori Produk Kayu, dan Barrel Set dari Kota Salatiga Kategori Produk Keramik.

Selain itu, Juara 3 juga diraih dua kategori, yaitu Madani Biola Bambu dari Kabupaten Kudus untuk Kategori Produk Kayu, dan Galaxy Coffe Table dari Kabupaten Jepara, Kategori Produk Logam.

Nawal berharap, penghargaan tersebut tidak membuat para pengrajin berhenti di Dekranas Award 2025. Tetapi, mereka juga aktif untuk mendampingi pengrajin lainnya yang masih merintis, agar naik kelas.

Baca Juga :  Nawal Arafah Ajak Pengrajin Jepara Maksimalkan Potensi Ekonomi Lokal

“Pemenang-pemenang Dekranas Award ini diharapkan nanti juga menjadi kunci, menjadi pendamping untuk pengrajin-pengrajin yang masih kecil, sehingga ini juga bisa menjadi satu potensi,” ungkap istri Wakil Gubernur Jateng tersebut.

Dikatakan Nawal, dalam Rakornas ini, pihaknya mendapatkan arahan untuk terus mendampingi pengrajin lokal dari hulu hingga ke hilir. Pendampingan itu termasuk manajemen keuangan dan dukungan anggaran.

“Untuk jangka pendek kita akan menindaklanjuti hasil dari Rakornas, kita akan melakukan Rakor di daerah, kemudian juga renstra (rencana strategis) yang kami susun akan kami tidaklanjuti lagi, dan kemudian pelatihan-pelatihan itu masif,” ucap dia.

Selain itu, revitalisasi gerai Dekranasda juga akan segera dilakukan, dan menjadikannya sebagai pusat oleh-oleh di masing-masing daerah. Hal tersebut untuk memfasilitasi produk UMKM lokal maupun kerajinan tangan lainnya.

Menurut Nawal, ekosistem kerajinan di Jawa Tengah pada prinsipnya sudah baik. Namun ada beberapa tantangan yang perlu untuk ditangani. Salah satunya, regenerasi pengrajin agar produk-produk lokal terus hidup di tengah dinamika zaman.

“Seperti di Batang, ada batik Rifaiyah sampai hilang lima motif karena tidak ada reorganisasi dari pengrajin. Jadi sudah sepuh-sepuh, sehingga ini harus ditindaklanjuti dengan membukukan beberapa motif yang ada,” beber dia.

Baca Juga :  Program Makan Bergizi Gratis Dukung Anak Sehat, UMKM Dapat Peluang Baru

Tantangan lainnya, pengrajin cenderung lebih senang menjual produk daripada membuatnya. Padahal selain berorientasi pada sisi ekonomi, juga harus berpegang pada nilai-nilai budaya.

Menghadapi dua tantangan ini, imbuh Nawal, Dekranasda Jateng akan terus menggenjot pelatihan-pelatihan, sehingga regenerasi pengrajin tetap berjalan, supaya setiap produk yang diciptakan bisa diwariskan lintas generasi.

“Ini diharapkan nanti membaik menjadi satu hal yang bisa didorong bersama-sama. Di samping itu juga misalnya produk-produk hias seperti kayu ini, juga perlu ada pelatihan-pelatihan untuk kita bisa reorganisasi para pengrajin yang ada,” pungkas Nawal.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming, mengajak Ketua Dekranasda di seluruh Indonesia untuk melakukan pendampingan, dan membuat inovasi-inovasi untuk memajukan sektor UMKM dan ekonomi kreatif.

“Para Ketua Dekranasda diharapkan menjadi pihak-pihak yang bisa memberikan pembinaan, bagaimana cara pengemasan produk yang baik, standarisasi produknya, pemasarannya, kemudian kalau jualan online harus seperti apa,” beber dia.

Di samping sektor ekonomi, Selvi juga meminta agar nilai-nilai warisan budaya dan identitas bangsa dalam setiap produk, tetap dilestasikan dan dipertahankan.

“Kita harus memastikan bahwa industri kerajinan tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tapi juga berpegang pada nilai budaya,” pesan istri Wakil Presiden RI tersebut.***

Berita Terkait

LG Loves School Dukung Pembelajaran Berbasis Teknologi Di SMKN 2 Tangerang Selatan
Desa Ayamputih Mulai Bangkit, Pendampingan Pemprov Jateng Hadirkan Peluang Kerja Baru
Heri Pudyatmoko Dukung Rencana Revitalisasi 72 Ribu Hektare Tambak di Pantura Jateng
Investor Singapura Gandeng Mitra China, Jajaki Investasi Industri Berteknologi dan Pendidikan di Jateng
BRI Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar di Industri Keuangan
BRI Peduli Berbagi Kasih, Salurkan 500 Paket Sembako untuk Jemaat Gereja
Bersama Danantara, PNM Perluas Pelayanan Hingga 516 Jaringan di Wilayah 3T
Hari Koperasi Jateng Ditutup dengan Runwalk UMKM, Ribuan Peserta Ikuti Gerakan Berkoperasi

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:52 WIB

LG Loves School Dukung Pembelajaran Berbasis Teknologi Di SMKN 2 Tangerang Selatan

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:02 WIB

Desa Ayamputih Mulai Bangkit, Pendampingan Pemprov Jateng Hadirkan Peluang Kerja Baru

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:09 WIB

Heri Pudyatmoko Dukung Rencana Revitalisasi 72 Ribu Hektare Tambak di Pantura Jateng

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:37 WIB

Investor Singapura Gandeng Mitra China, Jajaki Investasi Industri Berteknologi dan Pendidikan di Jateng

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:44 WIB

BRI Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar di Industri Keuangan

Berita Terbaru