Program Makan Bergizi Gratis Dukung Anak Sehat, UMKM Dapat Peluang Baru

- Reporter

Jumat, 30 Mei 2025 - 19:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sleman, Yogyakarta – Para pelaku usaha di Sleman menyatakan dukungannya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintah. Program ini dinilai bukan hanya sebagai langkah penting dalam meningkatkan kualitas gizi anak bangsa, tetapi juga membuka peluang besar bagi pemberdayaan usaha lokal, khususnya UMKM di sektor pangan.

Sosialisasi bagi para pelaku usaha ini diinisiasi oleh Direktorat Pemberdayaan Peran Serta Masyarakat (PPM) Badan Gizi Nasional di Hotel Grand Keisha, Sleman selama dua hari pada 28-29 Mei 2025. Para pelaku usaha yang hadir tampak antusias untuk mendukung program strategis nasional MBG.

Acara ini dibuka oleh Perwakilan Badan Gizi Nasional Rima Nurisa Brahmani yang menjelaskan mengenai program MBG sebagai terobosan baru pemerintah dalam mendorong lahirnya generasi berkualitas dimasa depan.

Badan Gizi Nasional hadir sebagai langkah strategis untuk memperkuat koordinasi, sinergi, dan integrasi program-program gizi di tingkat nasional maupun di daerah. Program MBG menjadi penting dalam pertumbuhan optimal anak-anak bangsa, terutama di masa pertumbuhan perlu didorong dengan asupan gizi yang baik dan tepat.

Baca Juga :  Cegah Potensi Penyimpangan Distribusi , Polda Jateng Pantau Penjualan Gas Melon

“Ketika negara hadir memastikan bahwasanya terjadi pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak sekolah, dengan begitu diharapkan terwujudnya generasi Emas Indonesia di 2045 dapat terealisasikan,” ucap Rima.

Lebih lanjut, Rima juga menyampaikan peran para pengusaha sangat membantu dalam mendorong kelancaran program MBG. BGN akan berkolaborasi dengan para penguasaha dan petani untuk menjadi Mitra badan gizi di dapur sehat atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“SPPG membutuhkan bahan baku dari supplier yang dalam hal ini dipegang oleh masyarakat. Program MBG akan berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal,” jelasnya.

Badan Gizi Nasional bekerja sama dengan petani, peternak, dan nelayan setempat untuk memasok bahan baku makanan ke SPPG. Bagi para pelaku UMKM dapat menjadi Mitra BGN dan akses informasi kemitraan nya bisa di lihat melalui mitrabgn.go.id

Menambahkan, Titik Susilowati menjelaskan mengenai pentingnya asupan gizi yang baik dalam mendukung perkembangan optimal setiap individu.

Baca Juga :  Kaji Visiting Jogja, PKA VII Jateng Bidik Penguatan Desa Wisata dan Ekraf

“Gizi yang baik adalah dasar bagi kesehatan, pertumbuhan, dan produktivitas. Kekurangan gizi berdampak pada penurunan fungsi kognitif dan daya tahan tubuh, serta memicu masalah kesehatan seperti stunting, wasting, dan kekurangan mikronutrien,” tutur Titik.

Sementara itu, praktisi UMKM muda Gunawan Widarto mengingatkan kepada para pelaku usaha terhadap hal mendasar agar dapat bertahan lama dan bisa beradaptasi dengan perkembangan yang terjadi.

“Kegagalan UMKM lebih sering disebabkan oleh kurangnya fondasi manajerial dan strategis, bukan sekadar kekurangan modal. Oleh karena itu, penguatan kapasitas bisnis melalui edukasi, mentoring, dan dukungan sistem sangat penting untuk meningkatkan ketahanan dan pertumbuhan UMKM di Indonesia,” papar Gunawan.

Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan dapat memastikan distribusi makanan bergizi berjalan efektif serta menjaga standar kualitas pangan.

Program MBG diharapkan tidak hanya menjadi kebijakan jangka pendek, tetapi juga investasi jangka panjang untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.***

Berita Terkait

IKM Terkendala Modal, Taj Yasin Dorong Akses Pembiayaan Hijau
Perubahan APBD Jateng 2026 Disepakati, Jalan hingga Fasilitas Sekolah Digenjot
Dirut BULOG Cek Langsung Pasokan Beras Premium, Stok Aman hingga Juli 2027
Jateng Sabet TPID Terbaik Nasional, Produksi dan Distribusi Pangan Jadi Kunci
Dorong Efisiensi Energi, LG Luncurkan Rangkaian AC Berteknologi AI di Indonesia
GIIAS Semarang 2026, Pasar Otomotif dan PAD Jateng Berpeluang Tumbuh
Jepang Butuh Pengemudi, Jateng Siapkan Tenaga Kerja Teruji
Jateng Tarik Investasi Tiongkok Rp4,55 Triliun, 213 Ribu Tenaga Kerja Terserap

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 18:15 WIB

IKM Terkendala Modal, Taj Yasin Dorong Akses Pembiayaan Hijau

Senin, 28 September 2026 - 16:14 WIB

Perubahan APBD Jateng 2026 Disepakati, Jalan hingga Fasilitas Sekolah Digenjot

Minggu, 27 September 2026 - 23:03 WIB

Dirut BULOG Cek Langsung Pasokan Beras Premium, Stok Aman hingga Juli 2027

Kamis, 24 September 2026 - 17:29 WIB

Jateng Sabet TPID Terbaik Nasional, Produksi dan Distribusi Pangan Jadi Kunci

Selasa, 22 September 2026 - 21:42 WIB

Dorong Efisiensi Energi, LG Luncurkan Rangkaian AC Berteknologi AI di Indonesia

Berita Terbaru