Mudik Lebaran Lebih Mudah Berkat Layanan Kereta Gratis dari Pemprov Jateng

- Reporter

Selasa, 17 Maret 2026 - 17:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Wajah Diatri Prima terlihat lega saat berdiri di peron Stasiun Pasar Senen, Selasa (17/3/2026). Di tengah situasi hidup yang baru saja terguncang akibat pemutusan hubungan kerja (PHK), ia tetap bisa pulang ke kampung halaman di Purwokerto. Bukan karena tiket murah, melainkan karena program mudik gratis kereta api dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Di tengah hiruk pikuk stasiun yang dipadati calon penumpang, Diatri memegang tiket kereta dengan perasaan yang berbeda. Tahun ini, perjalanan pulang kampung terasa lebih berarti.

“Senang, baru pertama kali ikut. Sangat terbantu, apalagi saya baru kena lay off,” ujarnya sambil tersenyum.

Jika harus membeli tiket sendiri, ia memperkirakan harus merogoh kocek sekitar Rp200 ribu. Bagi Diatri yang baru saja kehilangan pekerjaan, angka itu cukup berat. Dengan mudik gratis, uang tersebut bisa ia simpan untuk kebutuhan lain saat tiba di kampung halaman.

“Jadi bisa berhemat, uangnya buat keperluan lain,” katanya.

Cerita serupa datang dari Solihin, seorang sopir pribadi yang juga ikut dalam rombongan pemudik. Tahun ini, ia nyaris tidak pulang ke Solo karena harga tiket kereta yang melonjak menjelang Lebaran.

Baca Juga :  Hari Koperasi Jateng Ditutup dengan Runwalk UMKM, Ribuan Peserta Ikuti Gerakan Berkoperasi

“Alhamdulillah sangat membantu. Kalau tidak, mungkin saya tidak pulang. Tiket bisa Rp 400 ribu sampai Rp 450 ribu,” tuturnya.

Bagi pekerja sektor informal seperti dirinya, pengeluaran ratusan ribu rupiah untuk satu perjalanan bukanlah hal ringan. Program mudik gratis membuat keinginan berkumpul dengan keluarga tetap terwujud.

Tak jauh dari tempatnya berdiri, Hanafi terlihat sibuk menjaga barang bawaan bersama istrinya. Pekerja bengkel itu membawa kabar baik bagi keluarganya: tahun ini mereka bisa pulang kampung tanpa harus memikirkan ongkos transportasi. Ia menghitung, biaya yang dihemat mencapai hampir Rp 1 juta.

“Bisa hemat Rp 800 ribu sampai Rp 900 ribu. Uangnya nanti buat kebutuhan di kampung,” ungkapnya.

Sementara itu, Susi Ariyani datang bersama putrinya, Safa Aulia. Keduanya akan turun di Stasiun Solo Balapan. Bagi Susi, perjalanan kali ini terasa jauh lebih ringan.

“Terima kasih Pak Gubernur atas bantuannya, bisa mudik gratis. Sangat membantu sekali,” katanya.

Menurut data Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, program mudik gratis tahun 2026 tidak hanya menggunakan bus, tetapi juga kereta api dengan total kapasitas 1.288 penumpang dari tiga rangkaian kereta.

Baca Juga :  PLN Berhasil Pulihkan 100% Kelistrikan Bali, Seluruh Pelanggan Kembali Menyala

Salah satunya KA Jaka Tingkir dengan kapasitas 576 kursi yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 11.50 WIB. Kereta ini melayani perjalanan menuju Solo Balapan dengan sejumlah pemberhentian di antaranya Purwokerto, Kutoarjo, Yogyakarta, hingga Klaten.

Kereta berikutnya adalah KA Tawang Jaya dengan kapasitas 640 kursi yang berangkat pukul 18.25 WIB menuju Semarang Poncol melalui jalur Pantura, melintasi Brebes, Tegal, Pemalang, dan Pekalongan. Selain itu, disediakan pula satu kereta tambahan dengan kapasitas 72 kursi yang melayani rute Pasar Senen hingga Solo Balapan.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang melepas keberangkatan pemudik mengatakan, program tersebut memang ditujukan bagi masyarakat pekerja informal yang merantau di Jakarta.

“Yang mudik gratis ini kita fasilitasi untuk masyarakat kita yang bekerja di sektor informal, seperti pembantu rumah tangga, kuli bangunan, pengemudi ojek online, tukang bakso, dan lain-lain,” ujarnya.

Bagi ribuan perantau itu, perjalanan pulang bukan sekadar perjalanan biasa. Di dalam gerbong kereta yang melaju menuju Jawa Tengah, ada cerita tentang perjuangan hidup di perantauan, dan harapan sederhana untuk merayakan Lebaran bersama keluarga di rumah.*

Berita Terkait

Luthfi Dorong Pembangunan Dry Port, Target Rampung Dua Tahun
Ekonomi Jateng Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Global, Kemiskinan Menurun
Investasi Harus Cerdas dan Legal, Masyarakat Diingatkan Waspadai Modus Penipuan
Delegasi Taiwan Kunjungi Sido Muncul, Buka Peluang Kerja Sama Tanaman Obat dan Industri Herbal
BRI Semarang Pattimura Tegaskan Penanganan Kredit Sesuai Ketentuan
Waka DPRD Jateng Dukung Pengembangan 12 Kawasan Industri Baru untuk Dongkrak Investasi
Dorong Kapasitas Pelaku UMKM dan Kemajuan Ekonomi Daerah, BRI Kantor Cabang Salatiga Salurkan KUR Rp944 Miliar Hingga Juli 2026
Beasiswa Santri Pemprov Jateng Buka Jalan Aqila Kuliah Kedokteran Gigi Undip

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:28 WIB

Luthfi Dorong Pembangunan Dry Port, Target Rampung Dua Tahun

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:41 WIB

Ekonomi Jateng Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Global, Kemiskinan Menurun

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Investasi Harus Cerdas dan Legal, Masyarakat Diingatkan Waspadai Modus Penipuan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:06 WIB

Delegasi Taiwan Kunjungi Sido Muncul, Buka Peluang Kerja Sama Tanaman Obat dan Industri Herbal

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:00 WIB

BRI Semarang Pattimura Tegaskan Penanganan Kredit Sesuai Ketentuan

Berita Terbaru