Lebaran dengan Motor: Waspadai Risiko dan Hindari Bahaya di Jalan Raya

- Reporter

Selasa, 25 Maret 2025 - 19:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang – Lebaran atau Idul Fitri adalah momen yang dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Selain sebagai hari kemenangan setelah sebulan berpuasa, lebaran juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi dengan keluarga, kerabat, dan tetangga.

Tradisi seperti silahturahmi (berkunjung ke rumah sanak saudara) dan sungkem (bersimpuh kepada orang tua atau sepuh sebagai bentuk penghormatan) menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan ini. Namun, di balik kegembiraan tersebut, ada risiko yang perlu diwaspadai, terutama bagi pengendara motor yang menjadi tulang punggung mobilitas jutaan masyarakat Indonesia selama mudik dan hari raya.

Alasan utama pemilihan motor adalah kepraktisan, biaya lebih terjangkau, dan kemampuan menjangkau daerah pelosok yang kurang terakses kendaraan umum. Namun, setelah tiba di kampung halaman, aktivitas silaturahmi dan sungkem seringkali masih mengandalkan motor untuk berpindah dari satu rumah ke rumah lainnya. Kondisi ini meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas jika kewaspadaan tidak dijaga akibat kelelahan atau kecepatan tinggi, dan melanggar rambu.

Beberapa faktor risiko yang perlu diperhatikan oleh pengendara motor selama hari raya Lebaran meliputi :

  • Kepadatan Lalu Lintas, jalanan di perkotaan maupun pedesaan cenderung lebih ramai selama Lebaran. Arus kendaraan yang padat, ditambah dengan emosi pengendara yang ingin cepat sampai.
  • Kondisi Fisik yang Lelah, perjalanan mudik yang panjang, ditambah aktivitas silaturahmi berhari-hari, dapat menyebabkan kelelahan fisik.
  • Muatan Berlebihan, tradisi membawa oleh-oleh (seperti ketupat, kue lebaran, atau parcel) seringkali membuat motor kelebihan muatan. Barang bawaan yang tidak diikat dengan baik bisa mengganggu keseimbangan.
  • Anak-Anak yang Ikut dalam Perjalanan, saat mengunjungi keluarga, banyak pengendara membawa anak-anak tanpa perlengkapan keselamatan memadai, seperti helm khusus anak.
  • Cuaca Tidak Menentu, dibulan – bulan hari raya di Indonesia saat ini berpotensi hujan mendadak. Jalanan licin dan genangan air bisa mengurangi traksi ban motor.
Baca Juga :  Amizar Maas dan Tim Honda Indonesia Siap Bertarung di Ajang Internasional

Tradisi sungkem dan silaturahmi adalah wujud penghormatan kepada keluarga, tetapi keselamatan jiwa harus menjadi prioritas. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk tetap berhalal bi halal yaitu :

  • Batasi Jumlah Kunjungan, rencanakan kunjungan ke keluarga terdekat terlebih dahulu. Atau sepakat berkumpul seluruh keluarga dan kerabat dekat ditempat tertentu sehingga mengurangi jadwal perjalanan. Manfaatkan teknologi seperti video call untuk bersilaturahmi dengan kerabat yang jauh.
  • Hindari Sungkem di Jalan Raya, Tradisi sungkem sebaiknya dilakukan di rumah, di pinggir jalan saat sedang berkendara tidak selayaknya dan pantas dilakukan. Pastikan lokasi parkir aman dan tidak menghalangi arus lalu lintas.
  • Bijak dalam Membagi Waktu, jangan memaksakan diri mengunjungi semua kerabat dalam satu hari. Kecapaian bisa mengganggu konsentrasi saat kembali berkendara.
Baca Juga :  Motor Listrik Honda ICON e: dan CUV e: Resmi Meluncur di Jateng

Lebaran adalah momen untuk merayakan kemenangan dan kebersamaan, tetapi keselamatan tetaplah utama. Bagi pengendara motor, kesadaran akan risiko dan disiplin dalam berkendara adalah kunci agar tradisi silaturahmi dan sungkem tidak berujung duka.

“Dengan persiapan matang, kepatuhan pada aturan, dan manajemen waktu yang baik, kita bisa mewujudkan Lebaran yang penuh makna tanpa kecelakaan, Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin dan yang terpenting, #Cari_aman, kembali dengan cerita bahagia,” pesan Oke Desiyanto, Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah.***

Berita Terkait

Jateng Jadi Salah Satu Penopang Pasar BYD di Sektor EV Nasional
JETOUR T2 i-DM Hadir di GIIAS Semarang, Harga Rp705 Juta
OMODA O4 Resmi Meluncur di Semarang, Buka Pre-Booking O4 EV
110 Pereli Jajal Lintasan Baru Batang, Sport Tourism Ikut Terdongkrak
Pemprov Jateng Gelar GAS 2025: Mobil Premium, Promo Fantastis, dan Layanan PKB Digital
BYD ATTO 1 Hadir, Konsumen Jawa Tengah Bisa Rasakan Mobil Listrik Terjangkau
Daihatsu Jateng Gelar Kontes Keterampilan Teknis, Tim Solobaru Melaju ke Nasional
BMW Luncurkan Produk Terbaru BMW X3 dan BMW Seri 2 Gran Coupe M Sport di Jateng

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:13 WIB

Jateng Jadi Salah Satu Penopang Pasar BYD di Sektor EV Nasional

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:02 WIB

JETOUR T2 i-DM Hadir di GIIAS Semarang, Harga Rp705 Juta

Rabu, 30 September 2026 - 17:40 WIB

OMODA O4 Resmi Meluncur di Semarang, Buka Pre-Booking O4 EV

Sabtu, 26 September 2026 - 06:01 WIB

110 Pereli Jajal Lintasan Baru Batang, Sport Tourism Ikut Terdongkrak

Rabu, 10 Desember 2025 - 09:55 WIB

Pemprov Jateng Gelar GAS 2025: Mobil Premium, Promo Fantastis, dan Layanan PKB Digital

Berita Terbaru

OPERASIONALISASI KDKMP – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dan Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani meninjau operasionalisasi KDKMP di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (13/10). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan koperasi dalam mendukung distribusi kebutuhan pokok kepada masyarakat. Foto : Dok.Bulog/metrojateng.id

Bisnis

BULOG Layani 1.985 KDKMP, Pesanan Beras SPHP Tembus 624 Ton

Selasa, 13 Okt 2026 - 16:42 WIB