Langkah Taktis Ahmad Luthfi Berhasil, Banjir Semarang Berangsur Surut dalam 24 Jam

- Reporter

Sabtu, 1 November 2025 - 05:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Ketinggian genangan banjir di Kota Semarang mengalami penyusutan pada Jumat 31 Oktober 2025. Jika di rata-rata dari berbagai wilayah yang dilanda banjir, ada penurunan elevasi 15 Cm. Penurunan itu dicapai kurang dari sehari usai Gubernur Ahmad Luthfi mengecek Kolam Retensi Terboyo, Kamis 30 Oktober 2025.

Ada dua faktor yang mempengaruhi penurunan signifikan tersebut. Pertama, penambahan pompa dan adanya Babinsa yang memantau aktivasinya. Kedua, menurunnya curah hujan usai dilakukan rekayasa cuaca sebagaimana instruksi Gubernur Ahmad Luthfi.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menjelaskan, upaya mengalirkan genangan banjir itu terfokus pada 3 titik. Yakni wilayah pemukiman, rumah warga dan jalan.

“Sebagaimana instruksi Pak Gubernur, pompa terus ditambah. Kurang dari sehari, jika dirata-rata maka banjir turun 15 cm,” kata Bergas, Jumat 31 Oktober 2025.

Baca Juga :  Keterbukaan Informasi Meningkat, Mayoritas Badan Publik Jateng Sudah Informatif

Menurutnya, ada penambahan tiga pompa mobile kapasitas cukup besar dan ditempatkan di Trimulyo. Penempatan pompa ini dinilai efektif, karena penurunan elevasi air di Trimulyo otomatis mempengaruhi genangan di wilayah Genuk. Sementara itu, jumlah pompa di Kali Tenggang juga ditambah 2 unit menjadi 5 unit.

Bergas yang juga ditunjuk Gubernur sebagai Satgas Pompa ini menuturkan, Pemprov Jateng melibatkan jajaran TNI dalam pelaksanaan pompanisasi. Babinsa diturunkan untuk memantau proses pompanisasi di titik yang telah ditentukan.

“BPBD dan babinsa terus memantau pompa. Babinsa juga membuat laporan rutin dan mengirim video,” terangnya.

Kepastian jalannya pompanisasi ini penting. Lantaran jika ada kendala dan tak segera diatasi cepat, akan mengganggu proses pengeringan genangan dalam skala besar. entah itu kendala dari mesin pompa maupun bahan bakarnya.

Baca Juga :  Bappenas Beri Beasiswa untuk 10 ASN Jateng, Perkuat Perencanaan Pembangunan

Sesuai perintah Gubernur, Satgas Pompa ini akan bertugas dalam kurun waktu 10 hari. Dengan capaian penyusutan genangan banjir yang signifikan, harapannya masyarakat bisa beraktivitas normal kembali sebelum 10 hari tersebut. Satgas pompa ditunjuk oleh gubernur per Rabu 29 Oktober 2025 dalam rapat percepatan penanganan banjir di Kantor Gubernur.

“Kami beroperasi 10 hari. Semoga tidak sampai 10 hari masyarakat bisa beraktifitas normal,” terangnya.

Di sisi lain, rekayasa cuaca dalam beberapa hari terakhir juga disebutnya memiliki peranan besar. Mengurangi atau bahkan menghilangkan curah hujan di wilayah Semarang, Demak dan sekitarnya bakal mempercepat mengalirkan genangan dari wilayah permukiman dan jalan.*

Berita Terkait

Gus Yasin Berbaur dengan Ribuan Warga, Saksikan MTQ Nasional XXXI di Simpang Lima
Usai Berkompetisi, Kafilah MTQ Nasional Nikmati Pesona Desa Wisata Kandri
Semifinal MKTIQ MTQ Nasional 2026 Angkat Tema Ecotheology
Pijat Bugar Terapis Netra, Ikhtiar Jateng Pulihkan Stamina Kafilah MTQ
HUT ke-67 PEPABRI, Sekda Jateng Ajak Purnawirawan Lanjutkan Pengabdian
Taj Yasin Tekankan Peran Museum sebagai Ruang Belajar Sejarah dan Kebudayaan
Jaga 1,5 Juta Hektare Sawah, Luthfi: Sawah Hilang Tak Mungkin Kembali
230 Murid Berprestasi dan Tentor Terima Penghargaan dari Bimbel Awali

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 10:09 WIB

Gus Yasin Berbaur dengan Ribuan Warga, Saksikan MTQ Nasional XXXI di Simpang Lima

Kamis, 17 September 2026 - 06:07 WIB

Usai Berkompetisi, Kafilah MTQ Nasional Nikmati Pesona Desa Wisata Kandri

Rabu, 16 September 2026 - 17:05 WIB

Pijat Bugar Terapis Netra, Ikhtiar Jateng Pulihkan Stamina Kafilah MTQ

Rabu, 16 September 2026 - 13:27 WIB

HUT ke-67 PEPABRI, Sekda Jateng Ajak Purnawirawan Lanjutkan Pengabdian

Rabu, 16 September 2026 - 13:11 WIB

Taj Yasin Tekankan Peran Museum sebagai Ruang Belajar Sejarah dan Kebudayaan

Berita Terbaru