Kemiskinan Jateng Turun, Heri Pudyatmoko Minta Penanggulangan Terus Lakukan Secara Kolaboratif

- Reporter

Sabtu, 7 Februari 2026 - 12:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Metrojateng.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, mengapresiasi tren penurunan angka kemiskinan di Jawa Tengah.

Meski demikian, ia meminta Pemprov Jateng untuk terus menggenjot upaya pengentasan kemiskinan melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan di Jawa Tengah menunjukkan tren penurunan. Jumlah penduduk miskin Jateng pada September 2025 tercatat sebesar 3,34 juta orang atau 9,39 persen.

Angka ini menurun dibanding Maret 2025 yang mencapai 9,48 persen, dengan jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 21,86 ribu orang. Jika dibandingkan September 2024, angka kemiskinan juga tercatat turun sebanyak 51,52 ribu orang.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Buka Jalan ASN Jateng Kuliah Magister dan Pelatihan di Singapura

Penurunan angka kemiskinan turut dipengaruhi pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang mencapai 5,37 persen secara tahunan (YoY) pada triwulan III 2025.

Selain itu, produksi padi juga meningkat sebesar 484 ribu ton gabah kering giling (GKG) serta Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 4,66 persen.

Menurut Heri, capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi pembangunan ekonomi daerah, namun upaya penanggulangan kemiskinan harus terus diperkuat agar penurunan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Penurunan angka kemiskinan ini patut diapresiasi. Namun, pemerintah tidak boleh berpuas diri karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan program pengentasan kemiskinan,” ujar Heri.

Baca Juga :  Kecelakaan Kerja Masih Tinggi, Pemprov Jateng Serukan Gerakan K3

Dia menilai, capaian tersebut tidak lepas dari kepemimpinan kolaboratif Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang mengedepankan kerja sama lintas sektor dalam penanganan kemiskinan.

“Pendekatan collaborative governance yang melibatkan pemerintah kabupaten/kota, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat perlu terus diperkuat,” katanya.

Politisi Partai Gerindra ini menambahkan, sinergi antar pemangku kepentingan menjadi kunci agar program pengentasan kemiskinan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Heri berharap Pemprov Jawa Tengah dapat mempertahankan bahkan meningkatkan pola penanganan kemiskinan secara kolaboratif sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat di masa mendatang.***

Berita Terkait

Dieng Culture Festival 2026, Merayakan Harmoni Budaya dari Negeri Atas Awan
Sanggar Greget Semarang Bagikan Pengalaman, 12 Sanggar Sragen Menimba Ilmu
Pamor Wicaksono Raih Penghargaan, Dedikasi untuk Masyarakat Brebes Berlanjut
Dari Dosen hingga Advokat, 177 Orang Ikuti Seleksi Komisioner KI Jateng
Dika Diadili dalam Kasus Penipuan Investasi Bodong, Pensiunan Padati Pengadilan Purwokerto
Hadapi Kekeringan, Taj Yasin Tekankan Modifikasi Cuaca dan Perbaikan Resapan Air
Karhutla Melonjak, Taj Yasin Ingatkan Warga Waspada Kebakaran
Tinggal 19 Hari, Jateng Matangkan Persiapan MTQ Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:05 WIB

Dieng Culture Festival 2026, Merayakan Harmoni Budaya dari Negeri Atas Awan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Sanggar Greget Semarang Bagikan Pengalaman, 12 Sanggar Sragen Menimba Ilmu

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:53 WIB

Pamor Wicaksono Raih Penghargaan, Dedikasi untuk Masyarakat Brebes Berlanjut

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Dari Dosen hingga Advokat, 177 Orang Ikuti Seleksi Komisioner KI Jateng

Kamis, 27 Agustus 2026 - 17:17 WIB

Dika Diadili dalam Kasus Penipuan Investasi Bodong, Pensiunan Padati Pengadilan Purwokerto

Berita Terbaru