SEMARANG — Kinerja ekonomi dan fiskal Jawa Tengah hingga Oktober 2025 menunjukkan tren positif. Ekonomi Jateng pada triwulan III-2025 mencapai 5,37%, lebih tinggi dari nasional.
Inflasi Oktober berada pada 2,86%, dengan IKK mencapai 119,9, menandakan optimisme konsumen. Meski demikian, NTP dan NTN tercatat melemah sehingga sektor pertanian dan perikanan masih memerlukan perhatian
Kepala Kanwil DJPb Jateng, Bayu Andy Prasetya, menegaskan, sinergi Kemenkeu Satu Jateng terus menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat sektor industri dan UMKM.
lDitambahkan pendapatan negara mencapai Rp93,19 triliun, ditopang pajak, bea cukai, dan PNBP yang melampaui target. Belanja Negara terealisasi Rp85,34 triliun, sementara TKD yang tersalur tinggi ikut memperkuat ekonomi Jateng.
Bea Cukai Jateng–DIY menyetujui pendirian APHT di Kebumen untuk mendukung pabrik rokok kecil dan menekan rokok ilegal.
Proyek giant sea wall Semarang telah mencapai serapan 82,59%, dan menjadi prioritas dalam pengendalian banjir rob.
Dukungan UMKM melalui KUR Rp39,16 triliun dan UMi Rp1,33 triliun memberi dampak signifikan bagi peningkatan usaha kecil.
Hingga akhir Oktober, pelaksanaan APBN di Jateng dinilai solid dan mampu menopang ekonomi regional di tengah dinamika nasional dan global. (*)









