Rumah Anak Surga Jadi Harapan Anak Terlantar, Dinsos Semarang Siap Mendukung Penuh

- Reporter

Jumat, 27 Maret 2026 - 13:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Dinas Sosial Kota Semarang siap memberikan dukungan kepada Yayasan Rumah Anak Surga di Kecamatan Genuk yang saat ini mengasuh puluhan anak terlantar. Dukungan tersebut akan diwujudkan melalui pendataan agar anak-anak dapat masuk dalam basis penerima bantuan pemerintah.

Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Agus Junaidi, mengatakan kehadiran yayasan tersebut sangat membantu pemerintah dalam menangani persoalan sosial yang belum sepenuhnya terjangkau.

“Kami dari Pemerintah Kota Semarang mengucapkan terima kasih, karena tidak semua kebutuhan masyarakat bisa kami tangani sendiri. Kehadiran yayasan ini sangat membantu,” ujarnya usai kunjungan ke Rumah Anak Surga, Jumat 27 Maret 2026.

Ia menegaskan, pihaknya akan segera melakukan pendataan agar anak-anak yang diasuh dapat memperoleh berbagai bentuk bantuan.

“Nanti akan kami kolaborasikan, supaya anak-anak di sini bisa mendapatkan bantuan, baik sembako, layanan kesehatan, maupun pendidikan,” katanya.

Agus juga menyoroti fenomena sosial yang kian memprihatinkan, di mana penelantaran tidak hanya terjadi pada anak-anak, tetapi juga lansia.

Baca Juga :  Peringatan HUT Korpri, Sekda Jateng Minta ASN Hilangkan Pola Pikir Basah–Kering

“Sekarang bukan hanya anak-anak, lansia juga banyak yang ditelantarkan. Ini menjadi perhatian kita bersama,” ucapnya.

Sementara itu, Manager Rumah Anak Surga, Melisa Yulianti, menjelaskan saat ini yayasan mengasuh total 25 anak, terdiri atas 19 balita dan enam bayi, termasuk dua bayi dengan kondisi penyakit jantung yang membutuhkan perhatian khusus.

“Sebagian besar anak dititipkan sejak lahir. Orang tuanya datang sendiri karena faktor ekonomi, korban KDRT, sampai korban kekerasan seksual, sehingga merasa tidak sanggup merawat anaknya,” ujarnya.

Menurutnya, yayasan yang telah berdiri selama tiga tahun ini membatasi pengasuhan hingga usia maksimal lima tahun agar orang tua tetap memiliki tanggung jawab.

“Kami ingin menjadi jembatan antara anak dan orang tua. Harapannya suatu saat orang tua bisa kembali dan merawat anaknya,” katanya.

Melisa menambahkan, seluruh anak yang masuk telah melalui proses pemeriksaan kesehatan dan verifikasi administrasi secara lengkap. Namun, pihaknya belum dapat melayani adopsi karena masih dalam proses penguatan legalitas.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Optimis 94% Jalan Provinsi Tahun Ini Mantap

“Semua data kami pastikan jelas, mulai dari kesehatan sampai identitas keluarga. Tapi untuk adopsi memang belum bisa karena legalitas kami belum ada,” jelasnya.

Anak-anak yang diasuh berasal dari berbagai daerah, tidak hanya dari Kota Semarang, tetapi juga dari luar daerah seperti Jawa Timur dan Jawa Barat. Dalam perawatannya, yayasan menyediakan fasilitas lengkap, termasuk tenaga medis seperti perawat, bidan, dan ahli gizi.

“Kesehatan anak menjadi prioritas. Kami cek setiap dua jam sekali dan semuanya tercatat. Anak-anak juga rutin dijemur supaya imunitasnya terjaga,” tambahnya.

Rumah Anak Surga merupakan tempat tinggal gratis bagi anak yatim, piatu, dan dhuafa, termasuk bayi dari kehamilan tidak diinginkan, korban kekerasan, hingga keluarga tidak mampu, dengan tujuan memberikan pengasuhan dan perlindungan yang layak.***

Berita Terkait

Cegah Kekerasan Berulang, Nawal Yasin Perkuat Jejaring Layanan bagi Korban
Ahmad Luthfi Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pangan dan Pelayanan Publik
641 Desa Didampingi, Taj Yasin Minta Program Penanggulangan Kemiskinan Diperluas
97 Persen Kebutuhan Darah Terpenuhi, Jateng Dorong Medical Tourism
Pertama di Indonesia, Kejaksaan Luncurkan Kartu Donor Darah Braille untuk Tunanetra
Ahmad Luthfi Apresiasi Ribuan Pendonor, Minta Rekam Jejak Donor Tak Terlewat
Nobar Kedua Timnas di Gubernuran, Dagangan UMKM Ludes Diserbu Penonton
884 Puskesmas Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik TBC Mulai Bulan Depan

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 19:05 WIB

Cegah Kekerasan Berulang, Nawal Yasin Perkuat Jejaring Layanan bagi Korban

Selasa, 29 September 2026 - 18:51 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pangan dan Pelayanan Publik

Selasa, 29 September 2026 - 17:47 WIB

641 Desa Didampingi, Taj Yasin Minta Program Penanggulangan Kemiskinan Diperluas

Selasa, 29 September 2026 - 17:41 WIB

97 Persen Kebutuhan Darah Terpenuhi, Jateng Dorong Medical Tourism

Selasa, 29 September 2026 - 13:09 WIB

Ahmad Luthfi Apresiasi Ribuan Pendonor, Minta Rekam Jejak Donor Tak Terlewat

Berita Terbaru