Lonjakan Harga Plastik, Pemprov Jateng Gandeng Polisi Cegah Penimbunan

- Reporter

Jumat, 10 April 2026 - 19:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dipimpin Gubernu Jateng Ahmad Luthfi dan Wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), memastikan tidak akan ada praktik penimbunan plastik di tengah lonjakan harga bahan baku plastik. Di saat yang sama, Pemprov mulai mendorong penggunaan bioplastik sebagai solusi jangka menengah dan panjang yang lebih ramah lingkungan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah, July Emmylia, mengatakan, kenaikan harga plastik dipicu gangguan pasokan global akibat ketegangan geopolitik di kawasan Selat Hormuz. Kondisi tersebut berdampak langsung pada lonjakan harga naphta, bahan baku utama plastik.

“Harga naphta naik signifikan dari sekitar 600 dolar AS per ton menjadi 900 dolar AS per ton. Ini yang kemudian mendorong kenaikan harga plastik di tingkat industri,” ujar Emmy saat ditemui di kantornya, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, dampak paling besar dirasakan pelaku usaha sektor makanan dan minuman, khususnya industri kecil dan menengah (IKM) serta UMKM. Hal ini karena plastik digunakan sebagai kemasan utama dalam proses produksi.

Baca Juga :  Pengeboran Panas Bumi Gunung Ungaran Ditargetkan Akhir 2028, Potensi 55 MW

“Tekanan paling berat dirasakan IKM maupun UKM sektor pangan, karena penggunaan plastik sangat intens sebagai kemasan utama. Sektor lain seperti furnitur dan tekstil tetap terdampak, namun tidak sebesar itu,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemprov Jawa Tengah menyiapkan langkah cepat dengan memperketat pengawasan distribusi plastik di lapangan. Pengawasan akan dilakukan bersama aparat kepolisian guna mencegah praktik penimbunan oleh oknum yang ingin mengambil keuntungan.

“Dalam jangka pendek kami akan turun bersama kepolisian untuk memastikan tidak ada penimbunan plastik, sekaligus menjaga stabilitas distribusi,” tegas Emmy.

Selain itu, Pemprov juga akan kembali menguatkan kampanye pengurangan plastik sekali pakai di masyarakat. Edukasi penggunaan alternatif seperti tumbler, tas belanja pakai ulang, dan pengurangan konsumsi plastik menjadi fokus utama.

Di sisi lain, untuk jangka menengah hingga panjang, Pemprov Jawa Tengah mulai mendorong penggunaan bioplastik berbahan baku lokal, seperti pati singkong. Meski harganya relatif lebih tinggi, langkah ini dinilai penting sebagai bagian dari transisi menuju industri yang lebih berkelanjutan.

Baca Juga :  Jawa Tengah Kian Diminati Investor, 49 Pengusaha Lakukan Studi Bisnis

“Substitusi bisa dimulai bertahap, sekitar 20 hingga 30 persen, sebelum nantinya beralih lebih luas ke bahan ramah lingkungan,” ujarnya.

Pemprov juga mendorong pelaku industri untuk bertransformasi menuju konsep industri hijau. Salah satunya melalui pemanfaatan energi terbarukan, seperti panel surya yang dinilai mampu menekan biaya produksi hingga 20 persen.

“Efisiensi energi ini diharapkan bisa menutup kenaikan biaya akibat penggunaan bahan ramah lingkungan,” tambahnya.

Emmy pun mengajak masyarakat dan pelaku UMKM untuk mulai beradaptasi dengan perubahan tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat dan UMKM untuk mulai beralih ke bahan yang lebih ramah lingkungan. Tantangan ini justru bisa menjadi peluang untuk bertransformasi,” pungkasnya.***

Berita Terkait

Pasar Semarang Sumbang 14 Persen Bisnis ARTUGO
Investasi Rp19,07 Triliun Mengalir ke Jateng, Pemerintah Siapkan Ekosistem Usaha
Pengeboran Panas Bumi Gunung Ungaran Ditargetkan Akhir 2028, Potensi 55 MW
Bantu Keluarga Keluar dari Kemiskinan, PKK-Baznas Jateng Beri Pelatihan Usaha
Transportasi Jateng Bertransformasi, Taksi Listrik Jadi Langkah Awal
GRANDE 2027 “Tahta Pesona Raya”, Ethica Group Perkuat Tren Sarimbit dan Jaringan Mitra
Potong Tumpeng HUT ke-27 SP PLN, Abrar Ali Tegaskan Perjuangan Hak Pekerja
Abrar Ali Kukuhkan Pengurus SP PLN UID Yogyakarta, Tekankan Komunikasi dan Kolaborasi

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:53 WIB

Pasar Semarang Sumbang 14 Persen Bisnis ARTUGO

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:31 WIB

Investasi Rp19,07 Triliun Mengalir ke Jateng, Pemerintah Siapkan Ekosistem Usaha

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Pengeboran Panas Bumi Gunung Ungaran Ditargetkan Akhir 2028, Potensi 55 MW

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:19 WIB

Bantu Keluarga Keluar dari Kemiskinan, PKK-Baznas Jateng Beri Pelatihan Usaha

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:38 WIB

Transportasi Jateng Bertransformasi, Taksi Listrik Jadi Langkah Awal

Berita Terbaru