Purwodadi – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Purwodadi menunjukkan komitmennya dalam tanggung jawab sosial dengan menyalurkan bantuan paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.
Tak ingin bantuan salah alamat, BRI secara khusus menggandeng yayasan lokal untuk memastikan setiap paket sampai ke tangan yang tepat.
Program yang berjalan di bawah naungan BRI Peduli Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini berkolaborasi dengan Yayasan Ajisaka Binangun Grobogan.
Yayasan ini dipercaya karena memiliki data dan pemetaan yang akurat mengenai warga kurang mampu di wilayah Kabupaten Grobogan.
Branch Office Head BRI Purwodadi, Jamali, mengatakan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata kepedulian BRI terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di sekitar unit kerjanya.
Menurutnya, sebagai institusi yang tumbuh besar bersama rakyat, BRI memiliki kewajiban moral untuk hadir dan memberikan solusi di tengah tantangan ekonomi.
“Ini adalah wujud nyata dari program BRI Peduli TJSL. Kami sadar, sebagai bagian dari masyarakat Grobogan, kami memiliki tanggung jawab untuk turut serta meringankan beban saudara-saudara kita yang mungkin sedang menghadapi tantangan ekonomi,” ujar Jamali dari keterangan tertulis di Grobogan, Rabu (15/4/2026).
Ia menjelaskan, pemilihan model penyaluran melalui yayasan lokal adalah sebuah strategi agar bantuan lebih efektif dan efisien.
Menurutnya, lembaga lokal seperti Yayasan Ajisaka Binangun memiliki pemahaman mendalam dan jangkauan yang lebih presisi ke kantong-kantong masyarakat yang benar-benar memerlukan uluran tangan.
“Kami sengaja menggandeng Yayasan Ajisaka Binangun karena kami percaya mereka memiliki data yang valid dan jangkauan yang lebih dekat ke masyarakat. Tujuannya agar bantuan ini benar-benar sampai kepada mereka yang paling membutuhkan, tepat sasaran, dan tidak salah alamat,” tegasnya.
Paket sembako yang berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan mie instan disalurkan secara bertahap kepada para penerima manfaat, yang mayoritas terdiri dari keluarga prasejahtera, lansia, dan warga lain yang terdampak kondisi ekonomi.
“Bantuan ini mungkin tidak menyelesaikan semua masalah, tapi kami berharap paket sembako ini dapat memberikan sedikit kelegaan dan kebahagiaan bagi keluarga penerima. Lebih dari itu, ini adalah cara kami menjaga semangat gotong royong dan kepedulian di tengah masyarakat,” pungkas Jamali.









