Jateng Percepat Peningkatan Jalan untuk Dukung Aktivitas Ekonomi Masyarakat

- Reporter

Senin, 22 Juni 2026 - 19:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEGAL – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi duet Wagub Taj Yasin, menargetkan penyelesaian kemantapan jalan di seluruh wilayah Jawa Tengah pada 2026. Setelah berhasil mencatatkan tingkat kemantapan jalan sebesar 94 persen dan meraih peringkat kedua nasional pada 2025, Pemprov Jateng kini fokus memperbaiki ruas-ruas jalan yang mengalami penurunan kualitas guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan kelancaran mobilitas masyarakat.

Hal itu disampaikan Ahmad Luthfi saat memberikan paparan dalam Rembug Pembangunan di Pendapa Ki Gede Sebayu, Kota Tegal, Senin (22/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri kepala daerah dari wilayah pengembangan Bregasmalang (Brebes, Kabupaten Tegal, Kota Tegal, dan Pemalang) serta Petanglong (Batang, Kabupaten Pekalongan, dan Kota Pekalongan).

Menurut Luthfi, hasil evaluasi menunjukkan sejumlah wilayah mengalami penurunan tingkat kemantapan jalan. Di antaranya Kabupaten Brebes turun 18 kilometer atau 12 persen, Kabupaten Pekalongan turun 8 kilometer atau 8 persen, Kabupaten Tegal turun 3 kilometer atau 9 persen, Kabupaten Pemalang turun 14 kilometer atau 15 persen, serta Kabupaten Batang turun 4 kilometer atau 6 persen. Adapun Kota Tegal dan Kota Pekalongan tidak dilalui ruas jalan provinsi.

Baca Juga :  Gus Yasin: Sinergi Pengusaha dan Buruh Kunci Hadapi Tekanan Geopolitik

“Kita lakukan review dan ini hasilnya, yang harus kita lakukan di seluruh kabupaten kota,” kata Luthfi. Untuk mendukung target tersebut, Pemprov Jawa Tengah telah mengalokasikan anggaran pemeliharaan dan peningkatan jalan di sejumlah daerah.

Kabupaten Brebes memperoleh anggaran pemeliharaan rutin sebesar Rp 9,345 miliar untuk ruas sepanjang 143 kilometer. Selain itu, dialokasikan Rp 14,23 miliar untuk peningkatan jalan sepanjang 1,8 kilometer pada ruas Bumiayu-Salem dan Sirampog-Bumiayu.

Brebes juga mendapatkan anggaran rehabilitasi jalan sebesar Rp 9,39 miliar untuk penanganan ruas Kersana-Bandungsari, Bandungsari-Pananggapan, dan Bandungsari-Salem dengan total panjang empat kilometer.

Sementara itu, Kabupaten Pemalang memperoleh alokasi pemeliharaan rutin sebesar Rp 6,1 miliar. Kabupaten Pekalongan mendapat anggaran pemeliharaan rutin Rp 5,67 miliar serta peningkatan jalan Rp 5,27 miliar untuk ruas Wiradesa-Kajen sepanjang satu kilometer.

Adapun Kabupaten Batang memperoleh anggaran Rp 5,06 miliar untuk penanganan ruas jalan sepanjang 76,99 kilometer.
Luthfi menjelaskan, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah.

Baca Juga :  Waka DPRD Jateng Minta Pengembangan Pariwisata Sejalan dengan Pelestarian Budaya 

Infrastruktur yang baik akan memperlancar pergerakan orang dan distribusi barang sehingga aktivitas ekonomi masyarakat semakin berkembang.

Selain itu, Jawa Tengah merupakan salah satu daerah utama yang menjadi jalur perlintasan pemudik setiap tahun. Karena itu, kondisi jalan yang mantap menjadi kebutuhan penting untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

“Harapannya persoalan jalan dapat dituntaskan sehingga kemantapan jalan bisa tercapai sesuai harapan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Luthfi juga meminta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro untuk memastikan keterbukaan informasi terkait pelaksanaan pembangunan dan pemeliharaan jalan.

Menurut Henggar, alokasi anggaran untuk seluruh ruas jalan yang menjadi kewenangan provinsi telah disusun dan disesuaikan dengan kebutuhan pemeliharaan rutin.

“Secara keseluruhan untuk alokasi ruas jalan sudah kita plotting,” kata Henggar.

Luthfi menegaskan, informasi mengenai ruas jalan yang sedang diperbaiki perlu disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Informasi tersebut mencakup lokasi pekerjaan, proses lelang, hingga tahapan penyelesaian proyek agar masyarakat dapat memantau progres pembangunan secara jelas.***

Berita Terkait

Ekonomi Jateng Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Global, Kemiskinan Menurun
Investasi Harus Cerdas dan Legal, Masyarakat Diingatkan Waspadai Modus Penipuan
Delegasi Taiwan Kunjungi Sido Muncul, Buka Peluang Kerja Sama Tanaman Obat dan Industri Herbal
BRI Semarang Pattimura Tegaskan Penanganan Kredit Sesuai Ketentuan
Waka DPRD Jateng Dukung Pengembangan 12 Kawasan Industri Baru untuk Dongkrak Investasi
Dorong Kapasitas Pelaku UMKM dan Kemajuan Ekonomi Daerah, BRI Kantor Cabang Salatiga Salurkan KUR Rp944 Miliar Hingga Juli 2026
Beasiswa Santri Pemprov Jateng Buka Jalan Aqila Kuliah Kedokteran Gigi Undip
Bank Jateng Perluas Akses Pembiayaan, Rp279,1 Miliar Disalurkan ke 1.100 Debitur

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:41 WIB

Ekonomi Jateng Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Global, Kemiskinan Menurun

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Investasi Harus Cerdas dan Legal, Masyarakat Diingatkan Waspadai Modus Penipuan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:06 WIB

Delegasi Taiwan Kunjungi Sido Muncul, Buka Peluang Kerja Sama Tanaman Obat dan Industri Herbal

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:00 WIB

BRI Semarang Pattimura Tegaskan Penanganan Kredit Sesuai Ketentuan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:40 WIB

Waka DPRD Jateng Dukung Pengembangan 12 Kawasan Industri Baru untuk Dongkrak Investasi

Berita Terbaru