Hari Santri, Gus Yasin Dorong Pondok Pesantren Terbuka pada Publik

- Reporter

Senin, 20 Oktober 2025 - 16:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pada momentum Hari Santri Nasional 2025, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), mengajak kalangan pondok pesantren agar mengenalkan tradisi pendidikan dalam lingkungan tersebut kepada masyarakat. Hal itu dalam upaya menjawab banyak pertanyaan publik kepada pondok pesantren.

Upaya tersebut bertujuan, agar tradisi-tradisi pendidikan yang lazim di dalam pondok pesantren dapat diterjemahkan dengan baik bagi kalangan eksternal. Dengan begitu, masyarakat umum bisa mengerti, bagaimana adab-adab diajarkan dalam pondok pesantren selama ini diterapkan.

“Para santri dan stakeholder yang ada di pesantren, maka mari kita jawab itu. Bukan dengan protes. Akan tetapi bagaimana tradisi-tradisi di pondok pesantren yang kita amalkan itu pesannya bisa keluar,” katanya, usai mengikuti kegiatan Ngaji Bandongan, Kitab Adabul ‘Alim wal Muta’alim, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin, 20 Oktober 2025.

Baca Juga :  Anoman Duta, Simbol Rakyat yang Teguh Melawan Angkara Murka

Salah satu yang jadi perbincangan khalayak, yakni sikap adab kepada guru. Padahal, kata Taj Yasin, penghormatan atau adab kepada guru bisa berbeda pada setiap tempatnya.
Dicontohkannya, penghormatan murid kepada guru di negara Arab bahkan ada yang memegang jenggot, dan kepala, lalu dicium keningnya.

Menariknya, ketika penghormatan itu dilakukan oleh orang Indonesia misalnya.

Baca Juga :  Luthfi Beri Penguatan Keluarga Mozza, Penanganan Kasus Terus Dikawal

Dengan postur orang Indonesia yang tak setinggi orang Arab, kata Taj Yasin, maka guru itu bahkan harus menundukkan kepalanya agar bisa dicium keningnya.

“Saya dulu pernah lihat. Karena muridnya ini pendek, gurunya orang Arab itu tinggi, maka dipegang kepalanya agak turun,” ucap pendamping gubernur Jateng Ahmad Luthfi itu.

Begitupun dengan adab penghormatan guru yang menjadi tradisi pendidikan di lingkungan pondok pesantren. Seperti mencium tangan gurunya.

“Dan inilah yang harus kita jawab kepada masyarakat,” katanya yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar 4, Sarang, Kabupaten Rembang tersebut.*

Berita Terkait

Antisipasi Banjir dan Longsor, PKK Jateng Latih Kader Tanggap Bencana
Bakti TNI AD untuk Rakyat, Ahmad Luthfi Resmikan Pembangunan Infrastruktur dan Rumah Layak Huni
Demi Keselamatan Pengendara, Jalur Penyelamat Kalijambe Dikebut hingga Akhir Tahun
Jateng Raih Peringkat Dua Nasional, Taj Yasin Genjot Wisata Ramah Muslim
Jumlah Perajin Menyusut, Nawal Yasin Ajak Anak Muda Lestarikan Batik
Peduli Warga Terdampak Kekeringan, BRI Purwodadi Distribusikan Bantuan Air Bersih
Kabar Dugaan OTT Bupati Klaten, Ahmad Luthfi Belum Tentukan Langkah Pemprov
Ahmad Luthfi Dorong Kampus Terlibat Langsung dalam Pengentasan Kemiskinan Jateng

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:56 WIB

Antisipasi Banjir dan Longsor, PKK Jateng Latih Kader Tanggap Bencana

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bakti TNI AD untuk Rakyat, Ahmad Luthfi Resmikan Pembangunan Infrastruktur dan Rumah Layak Huni

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Demi Keselamatan Pengendara, Jalur Penyelamat Kalijambe Dikebut hingga Akhir Tahun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Jateng Raih Peringkat Dua Nasional, Taj Yasin Genjot Wisata Ramah Muslim

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Jumlah Perajin Menyusut, Nawal Yasin Ajak Anak Muda Lestarikan Batik

Berita Terbaru